30 agustus 2012
setelah menikmati liburan yang sekian hari itu, akhirnya kembali juga ke pwt sebagai mahasiswa semester 3.
sudah sebesar ini, tapi ke stasiun saja masih dipaksa untuk diantar oleh umi, hmm.. beginilah rutinitasku.kembali berebut naik patas 50 atau patas 52 dengan pekerja kantoran, berdesak-desakan didalamnya, berdiri selama perjalanan jatibening-tanahabang karna kursi penumpang penuh.
kemudian duduk manis selama 6 jam di kereta,
pukul 06.10 pagi aku dan umi tiba di stasiun, menaiki tangga, kemudian berjalan menuju peron. umi mengantarku hingga dalam gerbong dan membantu menaikkan ransel ke bagasi atas. lalu umi menyalami dan mencium kedua pipiku, "hati-hati ya, sms umi kalo udah sampe" lantas ia pamit untuk pulang ke rumah. baru dua menit, ia kembali dan memanggilku lewat jendela kereta ( kata satpamnya, pengantar gak boleh masuk). dari balik jendela, umi mengulurkan tangannya dan menyelipkan beberapa rupiah di tanganku sambil berbisik "buat jajan disana" kemudian ia tersenyum dan pergi.
tak berapa lama, ada sms masuk. dari umi rupanya.
"umi dah naik mobil mau pulang.saling mendoakan ya. terimakasih umi buat zainab dah bantu umi selama di rumah,semoga lelah dan sabarnya zainab kpd umi di balas pahala yang berlipat dari ALLOH"
Ah, seharusnya aku yang terimakasih sama umi. udah ngelakuin banyak hal untuk membuatku senang, ngajak ke salon, ngajak nonton, nemenin aku beli tas, ngajak ngebolang ke bogor naik KRL, makan ice cream berdua, dan masih banyak lagi, dan itu cuma berdua. aku sama umi.
aku tau umi sayang banget sama aku. makasih umi cantik.. bagiku umi selalu menjadi perempuan nomor satu di dunia
ku ketik sms balasan : " iya samasama mi, hati-hati dijalan ya"
ya.. cuma itu yang bisa aku ketikkan. padahal aku hampir menangis baca sms umi. padahal aku ingin mengetikkan kata-kata yang lebih panjang dari itu, tentang bahagiaku selama di rumah, tentang sayangku yang tulus padanya, tentang terimakasihku yang amat besar padanya.
tapi ia tau tentangku lebih dari sekedar kata-kata dalam sms balasanku itu. karena ia umiku.
karena ia adalah umi ku :)
Jumat, 31 Agustus 2012
Senin, 27 Agustus 2012
Halal bihalal Rohis SMA
Halal bihalal rohis sma..
sebenarnya event itu yang paling saya tunggu setelah lebaran. Tau kenapa?
Karena saya kangen banget sama temen-temen sma,sama adik-adik nan sholeh/ah, sama kompleks sekolah saya, dan terutama sama almamater saya :)..
Nah di momen itulah saya bisa ketemu lagi sama mereka dengan segala keajaibannya .maklum aja, kuliah udah mencar-mencar, dan saya pun jarang pulang ke bekasi..
Jeng jeng.. tibalah hari yang ditunggu itu, emang dasar niat banget dateng, jadi dari rumah berangkat jam sembilan kurang, soalnya bos besar (abi) ga bisa nganterin.sooo berangkat naik angkot. Yah itung-itung nostalgia jaman sma.hehe
Sampe di TKP jam 09.08. yup telat 8 menit dari waktu yang diagendakan panitia. Tapi ternyata pemirsaaa, di TKP sandal-sandal masih sedikit, oke saya pikir mungkin baru segelintir alumni yang datang. Pintu pun masih ketutup. Dengan PD nya saya masuk aja ke dalam, dan pemirsaah saya lah alumni yang datang pertama (horeee)
Kemudian ngobrol-ngobrol dengan adik-adik sholihah itu, jadi tau ooh kepala sekolah udah ganti, pembina rohis udah ganti, guru X udah pindah, guru Y baru masuk.oh masih ada alumni yang ngisi mentoring. alhamdulillah :) sebenarnya agak sedih juga coz saya ga bisa ambil spotong bagian itu, ya.. padahal pengen banget bisa sering-sering mengunjungi mereka, nanya kabar mereka, ngeliat senyum mereka.. (jadi sedih)
Tapi apa daya? Maaf ya adik-adikku sayang..
Hmm back to topick à setelah menunggu yang lamaa banget,akhirnya acara dimulai, tapi pas nengok kiri kanan teman-teman seperjuangan saya pada belum kelihatan batang hidungnya. Oke satu persatu saya smsin.sambil dalam hati berdo’a ya “Allah mudahkan mereka untuk datang. Please saya mau bgt ketemu mereka”
Sms balasan pun mulai mengusik ketenangan hp mungil saya, jawabannya? Mengecewakan :( hampir semua menjawab tidak bisa datang. Ada yang agenda keluarga, gak boleh keluar sama ortu,beres-beres buat pindah kosan, diluar kota.dsb. ada juga yang gak dibalas.. sedih euy..
Baiklah, saya menghela nafas panjang, menatap keluar jendela sebentar. Huft kristal bening sudah mengambang di pelupuk mata,saya tahan agar tak mengalir saat itu juga.. aih, tidak tahukah mereka? Saya merindukan mereka, nungguin hari ini sambil berdebar-debar. Si A gimana ya kabarnya? si B sekarang sibuk apa ya? Dan berbagai pertanyaan lain hanya bisa menari-nari di kepala saya.
Okelah mungkin sekarang bukan waktu yang dijanjikan-Nya buat bertemu. Ada rahasia besar-Nya dibalik hari itu. Alhamdulillah ada satu ikhwan teman seperjuangan saya yang datang, setidaknya saya tidak benar-benar sendiri disana. Setidaknya kedatangan beliau cukup mewakili teman-teman saya yang lain, sehingga saya tak punya alasan untuk menangis saat itu. setidaknya saya cukup bahagia mendengar beliau datang, ya mampu mengobati sedikit kerinduan saya sama teman-teman. Thanks a lot ya :) may Allah always bless you
Menjelang Dzuhur acara ditutup dengan sedikit pesan dari pembina rohis, alhamdulillah pokoknya bagaimanapun hari ini, saya bahagia melihat senyum mereka adik-adik, teman saya, kaka alumni. Serius deh :)
Bismillah, diniatkan lagi untuk datang di halal bihalal rohis tahun depan, semoga diizinkan oleh Allah, baik berupa usia, waktu, dan kesehatan. Bismillah, jangan kapok datang HBH lagi ya zai.hehe,,
Guys, adik-adik, teman-teman dan kakak-kakak yang sholih/ah, Saya menyayangi kalian karena Allah.. semoga Allah senantiasa dekat di hati-hati kalian begitupula dengan hati saya.Karena hati yang terpautkan denganNya akan senantiasa memancarkan cahaya cinta.
“kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. setia atas indahnya ketulusan berbuat baik..”
― Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah
Bekasi,26 agustus 2012
Sabtu, 25 Agustus 2012
(semoga) ini hujan kita
Hujan, selepas lalu ia baru saja datang. buatku berderai tawa saat menatapnya
ah, mungkin kamu duduk di tepi jendela yang sama,disana.
menatapi milyaran rintiknya yang tak henti berlari
tak pernah lelah ya?
aku tau, selepas hujan reda, selalu ada pelangi
garis warna, tepiannya selalu memesona
baik sekali ya, ia berikan milyaran airnya kemudian ia berikan keindahan warnanya
berupa pelangi.
ah ya, kamu pun mungkin menatap pelangi yang sama, dari sana..
indah bukan?
semoga huajnku selalu hujan yang sama di tempatmu, agar kita bisa saling menitipkan pesan pada rinai nya.
: jangan takut, aku disini baik-baik saja
berupa pelangi.
ah ya, kamu pun mungkin menatap pelangi yang sama, dari sana..
indah bukan?
semoga huajnku selalu hujan yang sama di tempatmu, agar kita bisa saling menitipkan pesan pada rinai nya.
Rabu, 22 Agustus 2012
Belajarlah Dari Matahari
Anakku, lihatlah matahari itu
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya
Anakku, janganlah kau putus asa
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia
Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Anakku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya
Anakku, janganlah kau putus asa
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia
Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah
Anakku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.
Kamis, 16 Agustus 2012
Bait Arti Perjuangan
Ini tentang aku, kamu dan kita
Saudara dalam naungan Iman dan Islam
Ingin ku bisikkan padamu beberapa bait arti perjuangan
Jalan ini bukanlah jalan yang mudah
Bertahan di antara seribu tak semudah membalikkan tangan
Semuanya membutuhkan lebih dari sekedar semangat
Mungkin terkadang jiwa ini kosong
Seolah mundur adalah pilihan terbaik
Serasa keberadaan sudah tak lagi memberi arti
Serasa segala peluh hanya menetes sia-sia
Ah, apa kau sudah lupa akan Islam dalam hatimu??
Apa kemenangan Islam ini tak penting lagi??
Aku, kamu dan kita sama-sama manusia
Kadang hati terkotori
Kadang iman terpedaya
Kadang dunia begitu menggoda
Tapi ingatlah,
Jalan ini hanya untuk mereka yang mengenal Tuhannya
Untuk mereka yang benar-benar ingin memberi arti
Dan sudah sepantasnya kita tergoda menjadi salah satunya
Untuk langkah yang terkadang lelah
Untuk semangat yang terkadang padam
Untuk iman yang kadang tak terjaga
Untuk ukhuwah yang kadang merenggang
Biarkanlah waktu yang menguatkanmu
Pelajaran dalam jalan ini yang akan menghiasi hidupmu
Jalan juang ini akan menunjukkan ujungnya
Mari kita tegakkan kepala
Kita benahi dan luruskan niat ini
Karena sungguh hanya Allah yang tahu apa dibalik hidup ini
Saudara dalam naungan Iman dan Islam
Ingin ku bisikkan padamu beberapa bait arti perjuangan
Jalan ini bukanlah jalan yang mudah
Bertahan di antara seribu tak semudah membalikkan tangan
Semuanya membutuhkan lebih dari sekedar semangat
Mungkin terkadang jiwa ini kosong
Seolah mundur adalah pilihan terbaik
Serasa keberadaan sudah tak lagi memberi arti
Serasa segala peluh hanya menetes sia-sia
Ah, apa kau sudah lupa akan Islam dalam hatimu??
Apa kemenangan Islam ini tak penting lagi??
Aku, kamu dan kita sama-sama manusia
Kadang hati terkotori
Kadang iman terpedaya
Kadang dunia begitu menggoda
Tapi ingatlah,
Jalan ini hanya untuk mereka yang mengenal Tuhannya
Untuk mereka yang benar-benar ingin memberi arti
Dan sudah sepantasnya kita tergoda menjadi salah satunya
Untuk langkah yang terkadang lelah
Untuk semangat yang terkadang padam
Untuk iman yang kadang tak terjaga
Untuk ukhuwah yang kadang merenggang
Biarkanlah waktu yang menguatkanmu
Pelajaran dalam jalan ini yang akan menghiasi hidupmu
Jalan juang ini akan menunjukkan ujungnya
Mari kita tegakkan kepala
Kita benahi dan luruskan niat ini
Karena sungguh hanya Allah yang tahu apa dibalik hidup ini
Bangunlah nak..
“Bangunlah nak, mungkin ada yang ingin kau ceritakan…”
“Bangunlah nak, mungkin ada yang ingin kau tumpahkan.”
“Bangunlah nak, luapkan saja apa yang kau rasa…
Ia akan setia mendengarmu, walau mungkin tak kau dapat solusi saat itu, Ia akan mengantarkanmu…
dengan cara-Nya sendiri, dan itulah yang terbaik untukmu.”
“Bangunlah nak, bangun…
hidup ini hanyalah sebentuk pengabdian, untuk-Nya, dan karena-Nya…”
“Bangunlah nak, bangun sayang…
sepertiga malammu telah datang, jangan pernah engkau siakan.”
“Bangunlah nak, bangun…
telah Ibu titipkan engkau pada-Nya, dan titipkan saja Ibu dalam doa-doa di malam-malammu….”
“Bangunlah nak, bangun….
tak banyak yang Ibu sanggup beri untukmu, tak panjang waktu Ibu untuk menjagamu…
Hanya dengan membersamai-Nya kau akan mendapatkan kebahagiaan yang bahkan mungkin Ibu pun tak sanggup berikan.”
“Bangunlah nak, bangun…
Allah yang akan mengajarimu, asal taqwa engkau jalankan…”
“Bangunlah nak, bangun sayang…
semoga esok hari kita menjadi kaum Rasulullah, dan ia pun dengan kecintaannya menyambut kita…
walaupun itu di barisan ke seribu satu.”
Iya Bu, aku mendengarmu
dan banyak memang yang ingin aku ceritakan,
ingin aku luapkan
dan biarkan Allah saja yang tahu ya Bu…
Semoga dengan demikian Allah menghindarkanku dari berpanjangnya keluh kesah terhadap manusia…
“Bangunlah nak, mungkin ada yang ingin kau tumpahkan.”
“Bangunlah nak, luapkan saja apa yang kau rasa…
Ia akan setia mendengarmu, walau mungkin tak kau dapat solusi saat itu, Ia akan mengantarkanmu…
dengan cara-Nya sendiri, dan itulah yang terbaik untukmu.”
“Bangunlah nak, bangun…
hidup ini hanyalah sebentuk pengabdian, untuk-Nya, dan karena-Nya…”
“Bangunlah nak, bangun sayang…
sepertiga malammu telah datang, jangan pernah engkau siakan.”
“Bangunlah nak, bangun…
telah Ibu titipkan engkau pada-Nya, dan titipkan saja Ibu dalam doa-doa di malam-malammu….”
“Bangunlah nak, bangun….
tak banyak yang Ibu sanggup beri untukmu, tak panjang waktu Ibu untuk menjagamu…
Hanya dengan membersamai-Nya kau akan mendapatkan kebahagiaan yang bahkan mungkin Ibu pun tak sanggup berikan.”
“Bangunlah nak, bangun…
Allah yang akan mengajarimu, asal taqwa engkau jalankan…”
“Bangunlah nak, bangun sayang…
semoga esok hari kita menjadi kaum Rasulullah, dan ia pun dengan kecintaannya menyambut kita…
walaupun itu di barisan ke seribu satu.”
Iya Bu, aku mendengarmu
dan banyak memang yang ingin aku ceritakan,
ingin aku luapkan
dan biarkan Allah saja yang tahu ya Bu…
Semoga dengan demikian Allah menghindarkanku dari berpanjangnya keluh kesah terhadap manusia…
Rabu, 08 Agustus 2012
Quote from tere liye
Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat."
--Tere Liye, novel 'Eliana'.
--Tere Liye, novel 'Eliana'.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
--Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'
--Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'
"Tidak semua orang mendapatkan pilihan pertama dalam hidup ini. Tapi kita bisa hidup sama bahagianya dengan mereka, meski hanya mendapatkan pilihan kedua, ketiga, atau bahkan keseratus-satu."
--Tere Liye
--Tere Liye
Minggu, 05 Agustus 2012
pernah ada masa-masa
Pernah ada masa – masa dalam cinta kita
Kita lekat bagai api dan kayu
Bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
Hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
Tak tersisa dari diri selain debu dan abu
Pernah ada waktu – waktu
Kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
Merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
Dan melukis pelangi
Namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai
Di satu titik lalu sejenak kita berhenti menyadari
Mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan diatas iman
Bahkan saling nasehat pun tak lain bagai dua lilin
Saling mencahayai, tapi masing – masing habis dimakan api
Kini saatnya kembali pada iman yang menerangi hati
Pada amal shalih yang menjulang bercabang – cabang
Pada akhlak yang manis, lembut, dan wangi
Hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf – huruf menjadi kata
Yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya
~Salim A.Fillah
Sabtu, 04 Agustus 2012
sendiri
Sendiri, bukan berarti mati..
Sendiri bukan berarti sunyi...
Sendiri adalah sarana introspeksi..
dalam lembaran hidup yang mungkin ternodai..
Yang pasti, sendiri selalu memiliki arti
(Karna akupun selalu sendiri)
--------------
21 februari2012
Kamis, 02 Agustus 2012
mendefinisikan cinta
Cinta tak pernah terdefinisikan dengan benar. Apapun itu, bagiku mencintai adalah seperti matahari yang berpulang pada senja.menjelma dalam binar bayang –bayang kemerahan. Berkas sinarnya pancarkan kemesraan yang memesona.
Ah, cinta selalu berbinar di mataku. Pun dimatamu.
Duhai, maukah ku beritahu apa yang menyebabkan binar itu tak henti menyala? Sebab ia bergemuruh dan menjadi abadi dalam temaram tanpa sekat dihati kita.
-------------------------
24 april 2012
mempertaruhkan kebahagiaan demi mimpi
namun dalam kesempatan hidup saat ini, oleh pencipta, aku diharapkan mampu mempertahankan hidup yang benar-benar aku mimpikan. Seandainya aku tidak punya mimpi, aku pasti sudah mati, beku dalam dunia semu.
berkat mimpi, aku dapat melanjutkan perjalanan-perjalanan yang indah bagi hidupku. demi mimpi, aku pertaruhkan kebahagiaanku. demi mimpi pula aku yakin akan mencapai kebahagiaan yan tidak akan dirasakan oleh orang lain
----------------
dari buku karya dunia sintaridwan
Langganan:
Komentar (Atom)
Featured post
Sandal
Akhirnya aku punya sandal. Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu. Setahun di pulau seberang, kemana...
-
memang begitu lazimnya bukan? kau harus berpayah-payah atas apa yang kau inginkan. tidak ada yang instan, sayang. semua butuh perjuangan. pu...
-
Cinta tak pernah terdefinisikan dengan benar. Apapun itu, bagiku mencintai adalah seperti matahari yang berpulang pada senja.menjelma d...
-
Saya sering menganalogikan kisah-kisah hidup saya sebagai sebuah perjalanan. Mulai pemberangkatan dari satu titik, lalu berpindah ke tit...




