Minggu, 19 Februari 2017

Perjalanan

Saya sering menganalogikan kisah-kisah hidup saya sebagai sebuah perjalanan.
Mulai pemberangkatan dari satu titik, lalu berpindah ke titik lain, beristirahat lalu memulai perjalanan kembali.
Acapkali saya merasa lelah, merasa payah, merasa taksanggup, dan ingin menyerah. Sering pula saya justru merasa sanggup berlari, merasa energi berlipat-lipat, dan penuh semangat.

Sampai pada suatu titik, saya tersadarkan bahwa pada dasarnya hakikat hidup memang adalah sebuah perjalanan. Kita lahir, menjadi kanak-kanak, tumbuh meremaja, dewasa lalu tua sampai kemudian kita meninggal dunia.

Orang biasa mungkin menjalani hidup nya dengan biasa-biasa saja, berfikir untuk hal yang biasa dan bertindak dengan cara biasa 
Orang luar biasa melakukan hal sebaliknya. Ia yang mengkhidmati setiap tapak perjalanan dengan banyak memberi, banyak membantu, banyak mendengar, dan banyak berkorban dalam rangka mentaati-Nya.

Teman, Kita harus Sadar bahwa perjalanan di dunia mestinya diisi dengan sepenuh pengabdian untuk mengumpulkan bekal dan menjalankan Amanah dari-Nya.
Berat ya? memang berat, jika kita menganggap itu sebagai beban, tapi akan ringan jika hanya pada-Nya tertambat segala rasa. Kelak, akan ada saatnya dimana perjalanan kita akan menemui titik akhir, ujung, dan batas yang telah di tentukan, dan kita hanya bisa mempersiapkan moment penjemputan itu dengan sebaik-baik persiapan, selengkap-lengkap perbekalan.

Selamat meniti perjalananmu ini, tenang saja, taklama lagi ada yang akan menggenapi dan melengkapi langkahmu yang tertatih seorang diri 😳

#bersyukur
#30harizainabbercerita
#Fourweektogetmarried

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...