Kamis, 02 Agustus 2012

mempertaruhkan kebahagiaan demi mimpi


bagaimanapun mimpiku, aku berkeras tidak membuang mimpi itu ke dalam tong sampah kehidupan. mimpi dibuang dan hidup berjalan berdasarkan hanya demi uang. sungguh, kasihan sekali bila seperti itu. aku sangat mafhum hidup hanya satu kali. walau pada akhirnya aku akan hidup kembali di kehidupan yang akan datang.
namun dalam kesempatan hidup saat ini, oleh pencipta, aku diharapkan mampu mempertahankan hidup yang benar-benar aku mimpikan. Seandainya aku tidak punya mimpi, aku pasti sudah mati, beku dalam dunia semu.
berkat mimpi, aku dapat melanjutkan perjalanan-perjalanan yang indah bagi hidupku. demi mimpi, aku pertaruhkan kebahagiaanku. demi mimpi pula aku yakin akan mencapai kebahagiaan yan tidak akan dirasakan oleh orang lain 

----------------
dari buku karya dunia sintaridwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...