semua berawal dari keresahan - keresahan
dari lingkaran cinta yang mulai kehilangan ruh nya, sehingga terasa sangat kering
pun dari stagnansi dakwah dikampus yang kalo boleh dibilang sedang "ingin mati suri"
dari sikap apatisme beberapa orang
...
dan,
saya mencoba untuk ikut memperbaikinya, lewat lingkaran yang terputus, coba untuk dsambungkan lagi. lewat diskusi-diskusi ringan yang acapkali terlewatkan.
berusaha menjadi pendengar yang baik, menjadi kakak yang bertanggungjawab,
dan,
saya menemukan kebahagiaan disana. lewat canda tawa mereka, celotehan, ah saya baru menemukan kebahagiaan itu disini. sampai tiba suatu waktu ketika saya berbisik pada hati nurani
:"kali ini saya ingin benar-benar membina, sungguh, saya hanya ingin membina dengan baik, saya hanya ingin meninggalkan generasi penerus yang tangguh, kokoh dan tegak apapun masalah yang sedang dihadapi. sungguh saya tidak ingin "membinasakan" lingkaran ini. kali ini izinkan saya untuk benar-benar membina ya rabb"
saat itu saya menangis. entah karena apa. hati kecil saya mengatakan bahwa ini mungkin kesempatan terakhir saya sebelum saya 'pulang'. dan itu menjadi cambuk bagi saya setiap kali saya merasa lelah, dan malas untuk datang.
semoga Allah mampukan langkah kaki kami untuk selalu berada dalam jalan kebaikan.
-------------
sudut perpustakaan
Rabu, 30 Desember 2015
Langganan:
Komentar (Atom)
Featured post
Sandal
Akhirnya aku punya sandal. Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu. Setahun di pulau seberang, kemana...
-
memang begitu lazimnya bukan? kau harus berpayah-payah atas apa yang kau inginkan. tidak ada yang instan, sayang. semua butuh perjuangan. pu...
-
Cinta tak pernah terdefinisikan dengan benar. Apapun itu, bagiku mencintai adalah seperti matahari yang berpulang pada senja.menjelma d...
-
Saya sering menganalogikan kisah-kisah hidup saya sebagai sebuah perjalanan. Mulai pemberangkatan dari satu titik, lalu berpindah ke tit...