Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.
Setahun di pulau seberang, kemana-mana ya pakai sepatu. Waktu itu aku jarang bepergian selain ke pasar dan pertemuan pekanan, letak rumah yang berada di dalam kampus juga bikin ngerasa harus pakai sepatu kalau keluar rumah, seperti banyak civitas akademika yang berlalu-lalang diluar sana.
Empat tahun di kabupatennya xxx, juga pakai sepatu. Apalagi pandemi melanda, bikin kita stay di rumah aja.
Dua tahun selanjutnya tinggal di dalam pesantren di tempat yang sejuk. Banyak santri, guru, pegawai yang beraktivitas disekitar rumah, akupun jadi terbiasa pakai sepatu jika keluar rumah.
Dan kali ini aku memutuskan beli sandal. Sepertinya akan butuh, karena si sepatu biru kesayangan bentar lagi pensiun. Haha.
Sebenarnya alasan terkuat ga beli sandal karena merasa belum butuh, merasa bakal bikin penuh rumah mungil ini.
Ya begitulah..
Sandal pertamakuuu, semoga kamu cuma aku ajak ke tempat-tempat yang baik, bersama orang-orang baik, dalam aktivitas yang baik.
Ayo melangkah bersamaku.
ditulis 10 Januari 2024
.
update di bulan Mei ternyata sandal hijau ku hilang setelah aku kembali dari mudik. huhu sepertinya diambil orang. semoga baik baik ya bersama pemilik baru :')