Senin, 20 Februari 2012

Dari Rumah Sakit aku belajar

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang harap,
Harapan yg teruntai dalam doa-doa  khusyu' di beranda rumah sang pencipta..

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang semangat,
Semangat yg membiuskan nadi-nadi para pengukir asa..

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang cinta,
Cinta yg bernafaskan tasbih,tahmid,dan tahlil
Cinta yg mengalirkan satu mimpi..

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang rindu,
Rindu yg tergurat pada selembar daun berkarat
Rindu tuk bersimpuh, meski diri sekarat..

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang satu mimpi,
Mimpi akan keberanian melangkah, meski dalam bingkai patah..

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang airmata,
Betapa airmata mengalunkan irama tanpa nada,
Sedang nadi terhanyut dalam tiap tetes tabung oksigen.. mengerucutkan pias,
meronta..

Dari rumah sakit aku belajar untuk menerima,
Menerima segala titah kuasanya tanpa keluh kesah..

Dari rumah sakit aku belajar
Betapa antara hidup dan mati, tersekat  kabut pemisah yang amat tipis
Hanya seperhelaan nafas saja,
Manusia berganti rupa,
Menjadi tubuh tanpa ruh..

Dari rumah sakit aku belajar
Betapa setiap detik yang berdetak,
Setiap helaan nafas,
Setiap langkah yang menapak,
Semua kelak akan diminta pertanggungjawabannya..

Dari rumah sakit aku belajar
Tentang takdir,
Takdir yg tertulis dalam lauhul mahfudz..

Sungguh, setiap goresan pena-Nya
adalah susunan terbaik puzzle hidup manusia
Dia mencintai siapa yg Dia kehendaki,
Dia mencintai, maka Dia menguji..


------------------
Ruang tunggu RS.Pusat jantung 'Harapan Kita'
Slipi-Jakarta Barat
6 Februari 2012

Teruntuk : ayah mba dwi, ayah mba mita, ibunya dinda.. dan para orangtua terhebat di dunia, jangan patah semangat yaa, terus berdoa dan berharap. Karena senyum kalian adalah senyum kami semua :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...