Selasa, 25 Desember 2012

Buku, Buku, Buku..

Sore tadi menyempatkan diri mampir di toko buku besar di kota ini. Alhamdulillah hujannya tidak deras.hanya rintik-rintik kecil *sukaaa*
Ketika masuk pintu toko, woooow... rasanya seperti masuk ke sebuah dunia yang cuma boleh ada aku dan buku didalamnya. hahah *lebay
Rak demi rak aku susuri, menimbang ini itu, memilih, mengamati. subhanallah. untuk memutuskan mau beli satu buku saja rasanya "sesuatu". beneran loh, semua karena dana yang terbatas. maklum namanya juga mahasiswa perantauan.
Hampir dua jam di toko itu, akhirnya satu buku beruntung sudah ada di genggaman.

selamat yah buku, gak di php in di toko itu lagi hehe..
oke, pulang dengan hati riang dan buku itu beristirahat dengan nyaman di pojokan tasku.
aku senang, buku senang *apadeh* -_-

sepanjang perjalanan aku merangkai satu mimpi lagi : aku mau punya sebuah rumah yang besaaar banget berisi buku-buku, ada rak kayu dengan ukiran bunga di pinggirnya. ada mainan anak-anak juga di halaman depan rumah, ada pohon sakura yang setia menggugurkan daunnya di pojok dekat halaman. nanti di rumahku anak-anak kecil boleh bermain sesukanya, sambil mendengarkan dongeng yang kubacakan setiap sore. kemudian buku-buku milikku boleh dipinjam oleh siapapun secara gratis. Dan aku rutin membeli 10 buku dalam sebulan untuk kupinjamkan di perpustakaan ku.

buku,buku,buku.. kita jadi teman baik yah :)

Senin, 24 Desember 2012

Gravitasi

 Aku pernah
berlari, jatuh, melayang. 
mengejar, berhenti, dan mundur
Hatiku
pernah jatuh dan pecah
pernah jatuh dan tetap utuh
Jiwaku
Pernah terbang dan melayang 
Pernah mengawang dan terombang-ambing kedamaian
Degupku
Sering mendengar detakmu.
Mereka berbicara dengan bahasa yang tak dipahami kepalaku
Rinduku
Pernah mengusap air matamu
Memeluk kosong yang bertengger di detikmu
Hingga gema perpisahan meledak di telingaku
Dan ketidakkuasaan menyelimut kaki dan tanganku

Gravitasi 
Membuatku jatuh. Membuatku jauh.

Darimu. 

--R. Putri

Kamis, 20 Desember 2012

Sayap patah


Ada sayap patah satu-satu

Kepingan-kepingan berdarah jatuh di kamarku

Ada apa dengan si malaikat jatuh?

Ada air matanya di telapak tanganku
--Pelukis Hujan

Selasa, 11 Desember 2012

Sebuah sapa

Orang itu -laki-laki- sama sekali tidak sora kenal. Sekedar melihat saja sih pernah, tapi itu pun lupa entah dimana dan kapan.
lantas dengan catatan itu, baru beberapa menit tadi, sora bertemu dengannya, lebih tepatnya berpapasan di jalan  tidak jauh dari rumah.
Sora pura-pura tidak melihat, sok sibuk melihat ke atap jendela sebuah rumah yang baru dibangun sambil mempercepat langkah, tanda ia tak suka pertemuan itu terjadi.
tanpa di duga-duga orang itu dengan langkah dan tampang santainya  malah menyapa
"baru pulang ukh?"
sepersekian detik, otak sora mencerna kata-kata barusan. dia fikir, itu hanya khayalan yang muncul dari kepalanya yang memang sedang pusing. atau orang itu menyapa orang di belakang sora. sepersekian detik kemudian sora sadar bahwa sapaan itu ditujukan untuknya.
jelas-jelas dibelakang sora tak ada orang. jelas-jelas orang itu nyata berlalu dihadapan, bukan khayalan, jelas-jelas hanya sora seorang yang berpapasan dengan orang itu.
sepersekian detik kemudian, akhirnya sora menjawab dengan suara yang sedang. tidak pelan, tidak keras
"iya"
hanya tiga kata. dan sora berlalu meninggalkan orang itu.
pertemuan aneh.
orang itu, -yang sora tau kemudian- sepertinya penghuni kampus belakang, sepertinya satu organisasi eksternal, sepertinya aktivis di fakultasnya. dan sepertinya yang lain.
entahlah, sora berasumsi bahwa orang itu salah mengenali orang.
semoga saja.

Rindu yang menyatu

Dalam rinai hujan, 
rindu ku tersenyum, 
menjalin tiap rintiknya, 
lantas dihembuskan pada rindu mu. 
Dan kedua rindu menyatu

Purwokerto,6 desember 2012

Rabu, 05 Desember 2012

hujan..

 Bukankah wajah hujan seperti kota tua yang lesu? Seperti seseorang yang telah jenuh menghadapi dunia? Seseorang yang terlampau lama menelan berbutir-butir kenangan yang sama sekali tak diinginkan? Seseorang yang terlampau ingin menghanyutkan dirinya dalam ribuan tetes yang ingin pergi ke suatu waktu, jauh di suatu tempat yang tak berujung?

-----------
dari pelukis hujan

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...