Selasa, 11 Desember 2012

Sebuah sapa

Orang itu -laki-laki- sama sekali tidak sora kenal. Sekedar melihat saja sih pernah, tapi itu pun lupa entah dimana dan kapan.
lantas dengan catatan itu, baru beberapa menit tadi, sora bertemu dengannya, lebih tepatnya berpapasan di jalan  tidak jauh dari rumah.
Sora pura-pura tidak melihat, sok sibuk melihat ke atap jendela sebuah rumah yang baru dibangun sambil mempercepat langkah, tanda ia tak suka pertemuan itu terjadi.
tanpa di duga-duga orang itu dengan langkah dan tampang santainya  malah menyapa
"baru pulang ukh?"
sepersekian detik, otak sora mencerna kata-kata barusan. dia fikir, itu hanya khayalan yang muncul dari kepalanya yang memang sedang pusing. atau orang itu menyapa orang di belakang sora. sepersekian detik kemudian sora sadar bahwa sapaan itu ditujukan untuknya.
jelas-jelas dibelakang sora tak ada orang. jelas-jelas orang itu nyata berlalu dihadapan, bukan khayalan, jelas-jelas hanya sora seorang yang berpapasan dengan orang itu.
sepersekian detik kemudian, akhirnya sora menjawab dengan suara yang sedang. tidak pelan, tidak keras
"iya"
hanya tiga kata. dan sora berlalu meninggalkan orang itu.
pertemuan aneh.
orang itu, -yang sora tau kemudian- sepertinya penghuni kampus belakang, sepertinya satu organisasi eksternal, sepertinya aktivis di fakultasnya. dan sepertinya yang lain.
entahlah, sora berasumsi bahwa orang itu salah mengenali orang.
semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...