Rabu, 02 Januari 2013

Jalan Sepi


Aku tau, terkadang kita memang harus berjalan sendiri. karena tak selamanya kita bersama.
Mungkin saja sekarang kita masih saling bertemu, melepas tawa bersama, saling bercerita, bahkan saat menangis pun beberapa kali masih ada mereka disampingku, tangan-tangan yang tak pernah lelah tuk menggapai asa, saling bergenggaman.

Tapi suatu saat aku akan kehilangan genggaman itu. satu persatu lepas dan pergi
Masing-masing memilih jalannya sendiri. Maka aku tidak boleh bergantung pada siapapun kecuali Allah. Kelak, ketika kugantungkan harapan pada manusia, hanya kekecewaan yang kudapat.
Lain halnya ketika harapan itu senantiasa ku labuhkan pada-Nya.
Aku tau, nanti jalan sepi itu akan aku lalui. Tak boleh ada lagi rengekan “ummi, aku lelah” atau “abi, bantu aku”

Tapi kaki-kaki ini akan tegak melangkah
Wajah ini akan selalu menatap ke depan
Dan hati ini akan terus berdo’a

Aku tau, pada hakikatnya manusia memang ditakdirkan untuk sendiri
Berdiam di dalam rahim, sendiri
Masuk ke liang lahat, pun sendiri
Dan menunggu hari pembalasan itu sendiri

Aku tau, sendiri adalah suatu kepastian, maka aku harus persiapkan dengan sebaik-baiknya

Untuk saati ini, aku memiliki sebuah keinginan..
Biar saja aku sendiri di dunia, tapi aku tak ingin sendiri di bawah tanah nanti
Aku ingin ditemani cahaya dari amal-amal baikku
Aku ingin ditemani doa orang-orang shalih
Aku ingin terpejam bersama damai yang nyata
Biarlah aku sendiri di dunia,
Asal aku tidak sendiri di syurga nanti

-----------------
2 januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...