Aku tau, terkadang kita memang harus berjalan sendiri.
karena tak selamanya kita bersama.
Mungkin saja sekarang kita masih saling bertemu, melepas
tawa bersama, saling bercerita, bahkan saat menangis pun beberapa kali masih
ada mereka disampingku, tangan-tangan yang tak pernah lelah tuk menggapai asa,
saling bergenggaman.
Tapi suatu saat aku akan kehilangan genggaman itu. satu
persatu lepas dan pergi
Masing-masing memilih jalannya sendiri. Maka aku tidak boleh
bergantung pada siapapun kecuali Allah. Kelak, ketika kugantungkan harapan pada
manusia, hanya kekecewaan yang kudapat.
Lain halnya ketika harapan itu senantiasa ku labuhkan
pada-Nya.
Aku tau, nanti jalan sepi itu akan aku lalui. Tak boleh ada
lagi rengekan “ummi, aku lelah” atau “abi, bantu aku”
Tapi kaki-kaki ini
akan tegak melangkah
Wajah ini akan selalu
menatap ke depan
Dan hati ini akan
terus berdo’a
Aku tau, pada hakikatnya manusia memang ditakdirkan untuk
sendiri
Berdiam di dalam rahim, sendiri
Masuk ke liang lahat, pun sendiri
Dan menunggu hari pembalasan itu sendiri
Aku tau, sendiri adalah suatu kepastian, maka aku harus
persiapkan dengan sebaik-baiknya
Untuk saati ini, aku memiliki sebuah keinginan..
Biar saja aku sendiri di dunia, tapi aku tak ingin sendiri
di bawah tanah nanti
Aku ingin ditemani cahaya dari amal-amal baikku
Aku ingin ditemani doa orang-orang shalih
Aku ingin terpejam bersama damai yang nyata
Biarlah aku sendiri di dunia,
Asal aku tidak sendiri di syurga nanti
-----------------
2 januari 2012
2 januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar