Sabtu, 15 Februari 2014

Puisi Pendaki

Pengembaraan yang tak terputus oleh waktu
jejak kaki yang menempel pada jarum jam
jarum yang tak menusuk namun tajam...

Pengembaraan hanyalah penggalan nyanyian sunyi
sayup bisikannya terbungkus kafan dedaunan
lepaskan semua igauan-igauan yang tersangkut di pepohonan

Barangkali daunpun hanya meratap... tanpa menatap
sebelum dipeluk dinginnya angin...
detik-detik jam membatasi usia...
meninggalkan getar bisik sang matahari

Pengembaraan kian mengabur di tengah hutan
yang dilepas oleh doa-doa perjumpaan...
syair-syair yang diucapkan oleh gulita malam
senantiasa menyajikan mimpi yang maha panjang

Dan.. kebersamaan yang hanya sepenggal
bukan berarti akhir persimpangan...
karena petualangan masih lagi panjang
meski usia kian usang termakan waktu...

Selama hutan masih bisa dijelajahi...
selama jejak kaki masih terukir di pegunungan
selama itu pula pengembaraan kita tetap ada
sahabat... kutunggu kau di tengah rimba...!





dari sebuah blog :goresanpenatinta. blogspot.com

aku pasti pulang

aku memang pergi jauh, mencari arti hidup
aku mengembara. berkelana. jauh dari rumah
aku menyusuri tubir pantai. mendaki puncak-puncak gunung. berlari ke hutan.
aku menghirup udara kebebasan, udara yang menghangatkan.

aku memang pergi jauh..

tapi aku tak pernah lupa untuk kembali, umi
aku punya rumah untuk pulang.
aku pasti pulang..

jangan takut, umi



"semuanya jadi rumit kalo pake perasaan. right?"

Senin, 10 Februari 2014

enim ascensorem

Menyederhanakan kata,
memperumit realita,
menghilangkan tanda tanya,
membiarkan mmmm... menggantung,
begitu saja.

Rindurindurinrasadurindurindu
bisa kau temukan sesuatu dibalik serbuan kata?

Yang cukup berani kusangkutkan di suatu senja,
ketika temaram matari mengisi frame jendela lantai tiga,
membuat indera mencumbu harum tubuhmu diam-diam.

Tidak usah bicara, walau sesekali ku ingin kau bertanya,
tidak untuk esok yang lanjut, tapi untuk sekarang,
hari ini.

dari sebuah blog : seorangsenja.blogspot.com..

Rabu, 05 Februari 2014

Allah 
aku rindu dipeluk cintaMu. 
Izinkan aku melukis rindu,
hingga membawaku menujuMu


Purwokerto,suatu ketika

Selasa, 04 Februari 2014

Semoga Hujan Datang (Lagi)


semoga hujan datang lagi di langitku
agar ku mampu membasuh kerontangnya jiwa 
menumpulkan berbutir ego 
memunguti ceceran resah
biar hujan membasuhnya dengan mesra
dengan belaian terhangat seirama detak
sambil lantunkan melodi rindu
pada debu ditepian waktu.
dengar...
usang tak memenjarakan
lebam tak menjatuhkan
selalu ada alasan untuk menyapa fajar
sebab hujan pun tak pernah lelah berbagi rahmatNya bukan?



: hujan lama tak bertandang dilangitku
Purwokerto, 4 februari 2014
kamar cinta, Wisma NR

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...