Sabtu, 15 Februari 2014

Puisi Pendaki

Pengembaraan yang tak terputus oleh waktu
jejak kaki yang menempel pada jarum jam
jarum yang tak menusuk namun tajam...

Pengembaraan hanyalah penggalan nyanyian sunyi
sayup bisikannya terbungkus kafan dedaunan
lepaskan semua igauan-igauan yang tersangkut di pepohonan

Barangkali daunpun hanya meratap... tanpa menatap
sebelum dipeluk dinginnya angin...
detik-detik jam membatasi usia...
meninggalkan getar bisik sang matahari

Pengembaraan kian mengabur di tengah hutan
yang dilepas oleh doa-doa perjumpaan...
syair-syair yang diucapkan oleh gulita malam
senantiasa menyajikan mimpi yang maha panjang

Dan.. kebersamaan yang hanya sepenggal
bukan berarti akhir persimpangan...
karena petualangan masih lagi panjang
meski usia kian usang termakan waktu...

Selama hutan masih bisa dijelajahi...
selama jejak kaki masih terukir di pegunungan
selama itu pula pengembaraan kita tetap ada
sahabat... kutunggu kau di tengah rimba...!





dari sebuah blog :goresanpenatinta. blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...