Sabtu, 23 April 2016

"Keimanan dan ketakwaan itu diuji dengan kecintaan, melepaskan kecintaan pada hal-hal yang melemahkan keimanan dan ketakwaan adalah ujian paling berat bagi orang-orang yang jatuh cinta."


-Kurniawan Gunadi

mungkin seperti melepaskan hape yang dipegang hampir 24 jam dan drama korea serta film-film animasi untuk kemudian beralih kepada Al-Qur'an ya :')
berat, tapi begitulah ujiannya.
semangat menghafal Al-Qur'an, menghafal itu proyek hidup!

Selasa, 12 April 2016

:') titik terendah

Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang. Lorong di sepanjang ruang jurusan sudah sepi, padahal dua jam lalu masih riuh dengan anak-anak 2012 yang sedang antri menunggu wawancara outline.
tadi saya datang jam sembilan pagi, sudah dua hari berturut-turut saya  ditolak untuk bimbingan, hari ini adalah hari yang dijanjikan ibu dosen untuk datang. sebelum berangkat saya kumpulkan segenap keberanian, saya buang segala ketakutan, tak lupa menggenggam sebait do'a. toh ini hanya tugas akhir, tugas yang terakhir.
jam setengah sebelas saya dipanggil masuk, saya tak salah dengar ketika lima hari yang lalu ibu bilang "udahlah mba, ini terakhir ya"
tentu saya sangat senang mendengar kelimat kepasrahan ibu tersebut, artinya menurut hitunganku setelah aku rapikan beberapa tulisan yang typo, draft skripsi ini akan segera di acc. 
sekitar dua menit ibu membolak-balik halaman skripsiku, "looh kok gini mba, emang saya bilang suruh gini ya? coba saya liat revisi yang lalu mana, kok berantakan gini mba?"
what?
saya lemes.. kebetulan saat itu saya lupa bawa draft revisian yang lalu.
"yaudah kamu betulin dulu, ntar siang ke saya lagi"
"ntar siang ibu masih ada?"
"iya ada"
setengah berlari saya melangkah pulang, tadinya niat mau ngeprint di foto copyan aja yang dekat, ternyata flashdisk pun lupa dibawa. alhasil saya mau tidak mau harus pulang.
saya mempercepat langkah, sambil menahan tangis agar tidak tumpah. tatapan aneh orang-orang taklagi saya pedulikan, saya ingin cepat sampai rumah.

***
sampai di depan pintu kamar, saya tak kuasa menahan tangis, sesak yang mengendap sejak hari jumat ketika saya menunggu ibu sampe sore namun ia tak datang., kini luruh semua. laptop saya nyalakan, flasdisk saya colokkan, tergesa, masih sambil menangis sesenggukan. untung penghuni kamar di depan saya masih belum pulang.
saya kesal sekesal kesalnya
saya marah se marah marahnya
saya sedih se sedih sedihnya.

***
jam setengah dua belas draft revisian selesai, saya kembali berjalan cepat menuju kampus. hari mulai mendung, ah kumohon jangan hujan dulu.
tepat ketika saya masuk ruang ibu, beliau sedang bersiap-siap pergi. beliau menyuruh saya meletakkan saja draft nya di ruangan, lantas beliau pergi dengan teman-teman dosen lain.
saya cuma termangu...

***
adzan dzuhur berkumandang, saya memutuskan untuk shalat di masjid kampus, masjid Nu. kali ini saya sedang menghindari mbm, karena saya menghindari banyak pertanyaan yang akan muncul dari adik - adik kelas.
masjid kampus sepi, saya tertinggal shalat berjamaah karena mampir dulu ke atm, mengambil sejumlah uang, entah kenapa shalat kali ini airmata kembali menggenang, tak hentinya merembes dari mata. setelah shalat, saya keluarkan susu kotak dan roti yang baru saja dibeli di swalayan kampus, lumayan menahan perihnya asam lambung karena belum ada makanan apapun yang masuk sejak pagi.

saya mempertanyakan keadilan tuhan..
saya mempertanyakan kasih sayang tuhan..
saya mempertanyakan keberadaan tuhan buat saya..

mengapa begitu sulit untukku?
mengapa adik-adik yang belakangan maju malah di acc duluan?
mengapa mereka sudah ujian skripsi, sudah pendadaran?

ah begitu lemah, manusia.. hanya bisa merencanakan, namun pada akhirnya tuhan lah yang menentukan.
padahal lepas shalat dhuha tadi, sudah ku dawamkan dalam hati bahwa "ku terima semua keputusanmu atas masa depanku ya Allah"
padahal telah ku ulang-ulang kalimat bahwa pasrahkan hidup dan matiku hanya pada-Nya
padahal telah ku ulang-ulang dzikir pagi dan petang untuk-Nya
padahal.. telah ku katakan aku mencintai-Nya

***
jam dua siang, ibu dosen datang, ku biarkan beliau shalat dulu, sampai akhirnya saya dipanggil masuk.
"ya udah, nih ke dosen 1 dulu ya, nanti kalau oke, langsung daftar ujian"

***
keluar ruangan, kembali mrebes mili, sembari tak hentinya saya mengucap syukur.

"Allah, sebenernya saya udah muak sama skripsi saya ini, kalau saya tidak mengingat pengorbanan kedua orang tua yang telah mengantar saya sampai bengku kuliah, kalau saya tidak ingat bahwa skripsi ini adalah salah satu bentuk jalan juang saya sebagai orang beriman, kalau saya tidak ingat bahwa menahan kebodohan lebih pahit daripada menahan susahnya belajar, tentu sudah sejak lama saya tinggalkan lembaran-lembaran skripsi ini, saya buang, saya campakkan semua kertas nya."
Allah, maafkan saya yang mudah menyerah, maafkan saya yang baper, maafkan saya yang mempertanyakan kuasa-Mu, maafkan saya yang lemah ini..

***
hari mulai mendung, langit makin gelap.
saya masih sangat-sangat lemas untuk bisa pulang jalan kaki,
tapi, saya tak ingin kehujanan lagi hari ini, baiklah saya pulang.
kali ini.... benar-benar akan kupasrahkan semua padamu, Rabbi

--------------
*gak ada waktu buat istirahat, sakit jangan dimanjain!*

Senin, 11 April 2016

Mencari Pembuluh Darah



Putih-putih di tangan ini hasil kreasi mas-mas perawat di Rs.Ananda.
Awalnya ada 2 orang perawat laki-laki yang datang mau ambil darah buat cek lab. Sasarannya lengan tangan kanan. Sekali, dua kali disuntik tapi gak keliatan pembuluh darahnya, lalu pindah ke deket pergelangan tangan, ternyata ga dapet juga. Mungkin mas-mas nya frustasi haha akhirnya tangan kiri jadi korban. Sekali suntik gak keliatan juga si pembuluh darah, kemudian datanglah dua orang perawat laki-laki lain karena merasa lama banget padahal Cuma ambil darah doang.

Dua perawat yang datang awal, Cuma ketawa sambil berdiri dipojokan.\
1 perawat yang baru dateng ngajak saya ngobrol, beliau menanyakan saya sekolah dimana dan kelas berapa. Da saya mah Cuma bisa senyum aja karena masih dikira anak SMP -_-
Perawat yang 1 lagi mulai berjuang mencari pembuluh darah di tangan saya. finally, mungkin karena beliau lebih senior, gak butuh waktu lama sampai akhirnya jadi lah saya diambil darahnya di punggung tangan ini.
Well, setelah 4 perawat itu pergi, saya Cuma bisa meringis kesakita, haha
Ternyata udah setengah jam dan lima kali suntik Cuma buat nyari pembuluh darah doang.
Alhamdulillah ‘ala kullihal.
Akhirnya selesai jugaa~


-------------
Sabtu,9 April 2016

*Saat semua makanan rasanya sama :pahit

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...