Selasa, 25 Oktober 2016

Di Permukaan

she waited for the train to pass. then she said. "i sometimes think that people's heart are like deep wells. Nobody knows what's at the bottom. All you can do is imagine by what comes floating to the surface every once in a while"

-Haruki Murakami

Sedikitpun, tidak ada yang tahu isi hati manusia. Apa yang kamu lihat selama ini mungkin hanya setitik di permukaannya saja. Seperti lautan. 
Kamu hanya bisa melihat ombak dan buih yang mengalir perlahan-lahan. Tanpa tau ada apa dikedalaman. Bisa jadi tersimpan mutiara mahal, atau mungkin hewan-hewan menakutkan. Selebihnya entahlah.
Tak ada yang bisa menduga-duga.

Begitupun manusia. Pagi hari menangis sesenggukan, siang nya bisa tertawa riang. atau tertawa riang padahal menyimpan kesedihan yang mendalam. Tak ada satu pun yang tau..
Maka takperlu ribut soal perasaan seseorang. Cukup yakini saja, apa yang ia tampilkan adalah apa yang ingin dilihat orang. Maka ketika ada seseorang memberi usaha terbaiknya untuk membuatmu tertawa, setidaknya berikan usaha terbaikmu untuk tidak membuatnya bersedih.
begitu kira-kira..

---------------
kantor, 25 oktober 2016

Sabtu, 15 Oktober 2016

Biarlah Doa..

sore kemarin, kulihat senja yang muram, dan wajah-wajah letih yang merindukan pulang.

Setiap sore rutinitas sepulang kerja adalah menempuh perjalanan yang sama, dengan angkutan kota yang sama, dan penumpang yang sama. yap aku hampir tertawa setiap kali memasuki angkutan kota dan mendapati wajah-wajah letih yang sama seperti hari sebelumnya. seperti film pendek yang diputar berulang-ulang dengan momen yang itu-itu saja.
Baru kusadari, menjemput rezeki memang takmudah. semua sama tantangannya. sama ujiannya. bekerja di kantor full ac, atau mengais rezeki di pinggir jalan. Menjadi direktur, atau menjadi pedagang asongan ; Sama. 
yang membedakan hanya kadar syukur dan sabar yang menyertai langkah kita.
seluas apa samudera hati yang dimiliki, 
setegar apa bahu kita kala harus menerpa hujan, menerpa angin dingin. atau berjalan sendirian,

Jadi, biarlah doa menyertai setiap usaha kita untuk selalu bekerja karena-Nya, sebagai ikhtiar menjemput rezeki dan menjemput takdir-Nya.
Biarlah doa menjadi penghubung kita dengan Dia, yang takpernah alpa dalam mengatur urusan hambanya.
--------------
rumah, 15 Oktober 2016
selepas hujan.

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...