Sabtu, 24 Desember 2016

Aku sayang ummi karena Allah

22 Desember 2016
Tak ada puisi, tak ada hadiah, tak ada ucapan selamat hari ibu seperti yang biasa ku berikan, mungkin lebih tepatnya tak sempat terpikirkan.
Pekan ini pekan yang melelahkan, menguras tenaga, uang dan pikiran.
Pekan ini aku dua kali masuk ugd, empat kali singgah di dua rumah sakit yang berbeda
Kalau sudah begini, aku benar-benar tidak suka frasa rumah-dan-sakit.
Rumah untuk orang sakit. Ah~

Wara wiri rumah sakit sudah pasti yang paling repot ya umi sama abi.
Abi adalah ayah siaga yang sigap mengantar ku ke ugd rumah sakit terdekat, dan umi? Jangan ditanya seberapa besar rasa sayangnya, ia yang rela mengantarku kemana-mana, jua memastikan keadaanku berulang kali.

Hari ibu?
Ia jadi saksi ketangguhan umi, kasih sayang yang mengalir tanpa putus, ia jadi momen dimana pena ku semakin sulit merangkai bait aksara untuknya.

Cukuplah tanggal dua puluh dua di tahun ini menjadi pengingat bagiku bahwa ada sosok bidadari yang telah Allah kirimkan untuk membersamai hari-hari

Semoga ia selalu sehat, bahagia, cukup rezeki, berlimpah kasih sayang dan terus mencintai kami tanpa batas.

Aku ingin sehat,umi :')
Aku sayang umi karena Allah

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...