Selasa, 30 Oktober 2012

Mengemas Rindu


Biasanya, para pencinta selalu mengemas rindu mereka. Pencinta untuk apa dan siapa saja, rindu yang bagaimana saja. Kerinduan, adalah sebuah harta milik kita yang sederhana, namun artinya tak lebih sempit dari luas samudera. Kerap membawa keinginan tak sekadar beredar di khayalan. Namun kekuatan tekad untuk menjadikannya nyata. Mengemas rindu, menjaga cinta.
Kerinduanku, adalah akan hadirnya cinta. Seperti milik nabi Ibrahim, saat akan menyembelih anaknya. Seperti milik Ismail, yang mempersembahkannya hanya untuk Tuhannya. Seperti milik Yusuf, yang tak tergoyahkan oleh Zulaikha. Seperti milik mereka, dan mereka yang lain yang juga pencinta.
Kerinduanku, adalah akan kekalnya cinta. Tak seperti mereka yang menjualnya lantas mengatakan bahwa itu adalah pengorbanan. Tak seperti mereka yang menjadikannya harta namun diam-diam merusaknya. Tak seperti mereka yang menginginkannya hadir namun tak peduli lantas meninggalkannya.
Biasanya, para pencinta tak pernah lupa mengemas rindu mereka. Sebab pintu hati selalu terbuka kapan saja tanpa bisa dipegang kuncinya. Karena kita tak kuasa. Sebab bila tidak, ia akan mudah tergantikan begitu saja. Tanpa tahu alasannya.
***
Sebagai manusia, seringkali kita korbankan waktu dan tenaga sia-sia, untuk mengemas rindu yang tak ketahuan adanya, yang bukan rindu sebenarnya. Kerinduan itu disimpan baik-baik dalam hati, tak ingin ia lekas pergi. Sebab bila kerinduan itu hilang, maka cinta yang selalu diharap itu tak pula datang.
Kerinduan akan tahta, mengantarkan kita untuk menghamba pada dunia. Tak pernah puas, walau sudah melibas semua yang tertindas.
Kerinduan akan harta, menyebabkan kita buta. Tak peduli mengambil punya siapa, yang penting diri tak menderita.
Kerinduan akan cinta manusia, membawakan sengsara. Sebab yang ada hanya kecewa, kalau cinta tak dibalas cinta.
Bagaimana dengan milik kita?
Kalau setiap harinya selalu kita memuja yang fana. Tanpa menyadari bahwa Ia ada, melihat apa yang tak kita lihat, mengetahui apa yang tersembunyi, menguasai seluruh isi hati.
Kalau setiap saat kita tak pernah lalai mempersembahkan cinta, bukan untuk-Nya, melainkan untuk sesuatu yang tak bisa memberikan apa-apa. Juga tak punya kuasa.
Kalau hidup ini kita persembahkan untuk melayani mereka yang tak bisa memberi. Kalau rindu itu kita persembahkan untuk sesuatu yang hanya bisa menyakiti.
Lalu, untuk siapa kita mengemas rindu? Pernahkah kita mengemas rindu ini untuk-Nya? Apakah kita selalu menjaga cinta ini agar selalu berlabuh pada-Nya? Sedangkan hati ini selalu penuh akan sesuatu, entah apa itu.
Lantas, rindu itu untuk siapa?
DH Devita

(eramuslim.com)

Tentang Tiket


Mungkin pagi itu saya menjadi pembeli yang paling menyebalkan.haha..
ah ya, bagaimana tidak, pagi itu saya sedikit tergesa berlari menuju loket pemesanan tiket kereta. antrian cukup panjang. 
sepagi itu angkot yang saya naiki tidak mau bekerjasama. jalannya super lelet, sering berhenti-berhenti. saya kebas, mengusap wajah. dalam hati berbisik " coba ada mobil polisi atau mobil ambulance, mau nebeng biar cepet sampe"
sayangnya sama sekali tidak ada mobil ambulance apalagi mobil polisi. kota itu damai-damai saja :)

setelah tiba di stasiun, saya sibuk mondar-mandir. melihat jadwal kereta (yang sebenernya sudah hafal). melihat kalender di hp. melihat jadwal lagi. melihat kalender lagi. Lantas saya menuju meja khusus untuk mengambil kertas pemesanan. setelah memastikan tanggal dan merk eh jenis kereta yang akan saya naiki, saya mantap menulis di kertas formulir itu. kemudian menuju antrian yang lumayan panjang.

30 menit berlalu tanpa terasa, saya "tiba" juga di depan mbak mbak penjaga loket. dia sedikit jutek.
kemudian saya memasukkan formulir lewat bolongan kecil di bawah kaca
mbak dengan make up tebal itu membaca sekilas lalu mengetik-ngetik di komputer yang ada di hadapannya,
"mbak tiket kereta XXX  buat tanggal segini udah abis"
"yah mba, kok bisa? (pertanyaan aneh,mana tau lah mba nya)
" ya gak tau saya mba"
"kalo kereta ZZZ masih ada yang kosong gak mba?"
"sebentar, (mengetik-ngetik lagi) gak ada mba abis juga .. (dengan tampang yang hampir nyebelin.)
mba nya mending cek dulu di customer service sana nanti antri, kesini lagi"

waa semena-mena banget. gak terima saya udah antri hampir setengah jam tanpa hasil. sayangnya lgi saya gak bawa temen buat bantu "berdiri" jagain tempat saya selagi saya ke CS.
"Maaf mba, minggir dulu, saya layani yang lain dulu" kemudian mba itu tersenyum ke pembeli tiket di belakang saya bapak-bapak  berusia sekitar 40an.
(looh, tadi pas saya dateng perasaan gak di senyumin)
baiklah saya menyingkir, berlari ke ruangan CS . memanggil mbak-mbaknya yang pas saya masuk lagi gak duduk di tempat. bertanya ini itu.  setengah panik. takut gak bisa pulang (saat itu 7 hari menjalang hari raya) lantas tersenyum saat mbak nya bilang kalo masih ada tiket kereta YYY dan MMM yang tersedia. mengucap terimakasih, menyambar brosur jadwal perjalanan kereta. berlari lagi menuju antrian yang terlihat semakin memanjang.

pagi itu kasabaran saya di uji.

kembali bergabung dengan antrian yang panjang. memijiy-mijit kaki. memeriksa dompet. memastikan uangnya cukup. buka hp. memastikan tak ada sms atau panggilan. memeriksa tas. mengambil pulpen. persiapan kalau di formulir nanti ada yang diganti. melipat formulir kosong buat cadangan. melihat kanan kiri. diam.
stelah hampir empat puluh lima menit, saya kembali ada di depan mba-mba penjaga loket itu lagi.
"nih mba" menyodorkan formulir.
mba itu mengetik-ngetik.
" mba barusan aja kereta ini juga udah abis "
"yah mba, gak ada yang ngebatalin gitu, atau kereta MMM coba liat mba"
mengetik-ngetik lagi
" abis mba " (oke sekarang mba nya terlihat menyebalkan)
"yah, kalo kereta MMM yang buat sehari setelah tanggal di formulir ini gimana mba?"
(setengah cemberut) mengetik-ngetik " abis juga mba. mba udah udah ke CS belum sih, tanya dulu disana. disini cuma buat pesen, kalo mau tanya-tanya disana"

(sekarang mba nya terlihat sangat sangat menyebalkan)
"saya juga mau pesan mba.bukan cuma nanya nanya. kalo saya kesana lgi, saya antri lagi 45 menit. saya buru-buru mba.mau kuliah"
"ya udah kesini lagi besok aja."kata mbaknya.

ya ampuun. sabar sabar. lantas saya pergi dari hadapan mba yang super duper jutek itu, kembali ke ruang CS. bertanya banyak hal. panik lagi. tersenyum lagi.

ternyata masih ada tiket yang tersisa, tapi tiket kereta yang harganya 'agak maha' l.beda kelas.
baiklah. demi apapun. demi pulang kerumah. demi ketemu keluarga. demi menyambut hari raya di rumah. dengan sangat terpaksa saya membeli tiket 'agak mahal' itu.

kembali antri di loket yang berbeda. hanya lima menit. tiket sudah ditangan. mas - mas yang melayani nya tersenyum ramah. menjelaskan panjang lebar. dan mengucap terimakasih. saya yang diperlakukan sopan seperti itu mau tak mau ikut tersenyum dan berterimaksih.
akhirnya tiket pulang sudah ditangan.

sepanjang perjalanan pulang saya melamunkan banyak hal. apakah gender mempengaruhi tingkat 'kejutekan' seseorang? apakah mbak-mbaknya hanya "tersenyum" saat melayani laki-laki dan orang yang lebih tua? apakah mbak-mbaknya selalu jutek saat melayani 'remaja perempuan' seperti saya?
apakah mas-masnya hanya tersenyum saat melayani 'remaja perempuan' seperti saya? apakah mas-mas lebih profesional saat bekerja di banding mbak-mbak itu?
apakah mbak-mbaknya lagi ada masalah? apakah mas-masnya lagi gak ada masalah?

haha pertanyaan gak penting sedunia. bukan urusan saya lagi. yang penting saya bisa pulang. dengan tiket kereta ditangan. tiket yang akan membawa saya melihat senyum dua malaikat saya di rumah :) :)
membayangkan senyum mereka, kesal saya hilang seketika


Senin, 15 Oktober 2012

pagi yang melankoli

pagi yang melankoli. airmata ini tak habis berurai. entah apa pasalnya. semua terasa kosong. datar. hampa.

sebuah tulisan pagi ini yang membuatku menangis. menangis saja. tanpa bisa tertahan lagi. tangisan yang tersimpan beberapa minggu terakhir. keputusasaan, keraguan, ketersendirian. mungkin?
entahlah.
 
 
mba chat: "semoga militansi dan semangat kita tidak hanya berpendar pada apa-apa yang kita sukai dan mudah melakukannya,
tapi juga pada apa-apa yang kita sukai namun sulit,
dan bahkan pada apa-apa yang kita tidak sukai serta perlu berpeluh melakukannya
selama kita yakin pada setiap ujungnya ada kebaikan yang Allah simpan, bertahanlah!"
 
 
  • karna, menjadi hamba kecintaan-Nya

    yang dirindu surga

    tak perlu membuatmu harus menjadi matahari

  • mba chat
     kondensasi uap air tak selalu berakhir dengan hujan,
    namun tetesan air yang terus-menerus mungkin saja melubangi batuan


  • sora-ayano :  makasih mba chat

  • mba chat:   buat apa de?

  • sora - ayano :  tulisan ini. #menyeka airmata (betulan)

  • mba chat :  “Tangan Allah berada di atas jamaah."
    “Berjamaah itu adalah rahmat, dan berpecah-belah adalah azab"
    “Hendaklah kamu hidup berjamaah, dan janganlah kamu hidup berpecah-belah, karena sesungguhnya setan akan bersama orang yang sendirian, dan dia akan berada lebihjauh dari dua orang. Barangsiapa yang ingin merasakanhembusan angin surga, maka hendaklah dia melazimkan hidup berjamaah.”

  • mba chat :  de sora-ayano ..sini bergenggaman eraat :')

  •  mba chat : berbeda dengan komputer yang akan hang ketika kelebihan beban, manusia justru akan semakin berkembang dengan setumpuk persoalan yang dihadapinya. tentu, dengan syukur dan berprasangka baik sebagai kuncinya.. 
    percaya, tidak ada beban yang melampaui kapasitas pundakmu!


  • sora-ayano :  te-ri-ma-ka-sih-ba-nyak. tulisan ini, pagi ini, sangat membantu. pemahaman baru.

  • mba chat :  Seekor kupu-kupu bertanya pada ilalang
    :apa makna hidup bagimu?
    ilalang menjawab dengan lugu
    hidup bagiku adalah
    tetap kokoh di atas keringnya tanah#

  • sora-ayano : sayang mba Chat dan mba is  selalu karna Allah

  • mba chat :  Allah, tolong jaga tiap jengkalnya..tolong jauhkan apapun yang membuatku semakin berjarak dengannya.. dekatkan apapun yang membuatku semakin sayang padanya.. 
    buat aku selalu jatuh cinta..karena mencintainya sepenuh jiwa, berarti mencintai-Mu di atas segalanya.. 
    menjadikan Al Qur'an kawan dekat sepernafasan

Minggu, 14 Oktober 2012

(....)

jangan pernah menyalahkan senja ketika ia tak punya pilihan : tetap disana atau pergi!

Kamis, 11 Oktober 2012

Minggu, 07 Oktober 2012

apa kabar hidupmu?

Tahukah kau mengapa tuhan menciptakan langit dan bumi?
semata agar kita tahu, dalam perbedaan,
ada batas yang membuat mereka indah dipandang

aku melihat langit di atas Laut Lovina.
kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita.
apa kabar hidupmu?

kita memang berbeda.aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadi mu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. Namun, bukankah kita tak bisa memilih dengan warna apa kita lahir?
kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. menyatukan cerita bersama. Menjumputi mimpi bersama.

apa kabar hidupmu?

(based on novel : rumah di seribu ombak)

aku selalu yakin, suatu hari nanti, saat aku kembali, kau akan menyambutku dengan senyum terbaik yang pernah kau miliki.
i just prayed to Allah ,may Allah always keep you on the right side,and someday we will find the same way.
percaya saja pada-Nya. Rencana Allah selalu indah bukan?

Sabtu, 06 Oktober 2012

...

pagi ini kebetulan ada agenda, dan lagi pengen pakai baju hijau, and then dari jam setengah delapan pagi udah berangkat dari kosan menuju suatu tempat. jam 12 siang, pulang ke kosan bareng seorang teman namanya risa

someone asked to me
she : cie cerah banget zai, dari jilbab sampe rok warna hijau semua,
me : iya dong, secerah hatiku :)
she : btw, kamu ijo, trus risa pake biru. maksudnya apa tuh?
me : (jawab dengan asal-asalan) ooh, kan AKU POHON, Risa LANGIT nya.hehe


Kamis, 04 Oktober 2012

kicauan pagi hari :)

Remek nih badan, tepar juga akhirnya. setelah hari-hari panjang yang melelahkan sekaligus menyenangkan itu terlewati, sekarang cuma bisa terkapar di kasur. gak bisa bangun, lemes sejadi-jadinya.padahal esok lusa masih banyak yang harus ku kerjakan.
yah, kalau bisa... zainab nya di foto copy aja deh, biar gak ada yang merasa di kecewain
biar ga ada yang merasa diabaikan
biar zainab bisa dateng di semua syuro dan pleno
biar semua bisa zainab kerjain. hehe tapi gak bisa lah..
Allah kan kasih kita akal pikiran, nah, itu supaya kita bikin skala prioritas.
ada yang bisa didahulukan, ada yang bisa nanti setelahnya
ada yang bisa di wakilkan, ada yang harus dikerjakan sendiri
yap yap.. semoga kalian memahami keadaan ku ya
bismillah, semangat buat panitia ibe untuk talkshow nya, semangat panitia musang uki nya, semangat panitia DM 1 KAMMI nya, semangat panitia kpr nya.

*menatap langit-langit kamar, menghela nafas, lantas tersenyum*
semoga Allah senantiasa menguatkan pundak-pundak kita untuk memikul amanah-amanah cinta dari langit ini ya..
 
“Bekerja saja, maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga” (salim A.fillah)


Tentang mimpi.

Aku tak pernah tau apa yang mereka inginkan. 
Aku diam, bukan berarti aku menerima semua itu dengan baik. Aku selalu mencoba memahami jalan pikiran mereka tapi aku gagal dan selalu menyerah. memahami  sesuatu bukanlah pekerjaan mudah, butuh kedewasaan berfikir dan bersikap. Beberapa hal mungkin bisa aku maklumi, bertemu sesaat, menyapa, lantas pergi. Menghilang. Padahal di awal kita saling tersenyum dan mengumbar tawa, berpegangan tangan sambil berteriak lantang pada langit, “inilah kita. Mimpi-mimpi ini, harapan ini, semua akan terwujud.kami yakin.”

Saat itu, Kami begitu optimis mengepalkan tangan bersama dan berdiri dengan rasa bangga yang menyala-nyala. Ah, itu dulu.

Aku kembali, berlari sebentar mencoba menyejajarkan langkah dengan mereka. Entah aku yang terlalu lama berjalan,atau mereka yang terlalu cepat. Ingin rasanya meneriakkan pada langit “hei, pergi kemanakah mimpi-mimpi itu?, terjebak di jalan manakah harapan-harapan itu?”

Sesaat lalu mereka menoleh padaku, namun tak seorangpun yang mengulurkan tangan tuk menyambutku yang terseok-seok mengejar mereka. Tak ada senyum. Tak ada sapa.
Lantas aku kembali tertinggal dari barisan mereka. berjalan sendiri dengan kepala tertunduk.
Percuma.
Percuma aku berusaha menggapai lengan-lengan mereka. tak ada lagi yang tersisa.
Aku sendiri.
Berhenti tuk mencoba memahami, karena dunia mereka sama sekali tak ingin ku selami.
Semua mimpi kami mungkin hanya tinggal kenangan yang tertinggal dimasa lalu.



Cahayalangit-senja
 Pwt- 22 september 2012

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...