Selasa, 28 Januari 2014

Edelweis

Amara, 
aku dan batangbatang edelweis sepanjang jalan yang terpilih
menyimpan doa yang terinjak tangis ranting kering
menghitung kata di setiap kelopak kecil edelweis yang putih
tanggalkan lukisan kertas tiga warna di kecipak air danau dalam hening



----------------
sumber : http://riniintama.wordpress.com/2012/08/07/edelweiss/

Kamis, 23 Januari 2014

essay? noooooo

kalo bikin puisi atau cerpen berlembar lembar mah hayu ajaaaa, dengan senang hati :)
tapi kalo  bikin makalah and essay tentang pergerakan, politik, analisis wilayah, dan teman-temannya itu?
aaaaaaaaaak mau muntah. bukan aku bangeeeet.
hiks,berhari-hari belum kelar juga.
tolooong, demi dm 2. demi dm2.
*tariknapas*


padahal aku belum pantes naik kelas
ilmu masih cetek gini
gak ada apa-apanya dibanding kader lain
*lah trus kenapa tetep nekat ikutan?*
ehm ini disuruh  tauuu

Bagaimanalah Aku Membahasakan rindu ini?

bagaimanalah aku  membahasakan rindu ini, ummi?
jika disetiap sujudmu, namaku tak pernah luput kau sebut
jika disetiap letih mu selalu berharap aku dalam keadaan baik 
jika disetiap makanan yang kau buat selalu kau selipkan doa

bagaimanalah aku membahasakan rindu ini, abi ?
jika disetiap jalan yang kau lalui untuk mencari nafkah, kau selalu berfikir hadiah kecil yang akan kau persembahkan untukku ketika pulang nanti
jika disetiap diam mu selalu ada cemas saat aku belum pulang kerumah 
jika disetiap uang yang kau kirimkan melalui mesin baja itu mimpi-mimpi dan doa melangit untukku.

agar aku sehat..
agar aku bahagia..
agar aku istiqomah dalam ketaatan..
agar aku selalu berada dalam jama'ah..

tidak, kalian tidak memintaku untuk lulus dengan cepat, 
atau segera menikah,
atau ikut dalam kerja  dakwah dengan cinta dan harmoni seperti mereka, 
tapi aku tahu, harapan itu diam-diam mereka rangkai, dan dipupuk..
hanya tak pernah terucap saja.. 

jadi, bagaimanalah aku membahasakan rindu ini?
Ratusan kilometer. Jarak dua pintu ini. Sekian bulan tak berteduh sejenak dipintu itu
Ah, ada rindu yang menusuk-nusuk
Perih..hampir tiap detik terbayang wajah hangat dua malaikat, yang bersinggasana di balik pintu itu
Rindu..
Aku rindu rumah
bagaimanalah aku membahasakan rindu ini,Ummi..abi..



5 jan 2013
aku segera pulang. segera. setelah ujian kenaikan marhalah
setelah naik gunung,
setelah beres nyusun proker
setelah kota itu tidak ada"genangan air lagi"
aku segera pulang :)

Mencintai

Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...

"MencintaiMu harus menjadi aku” 

--------------
by : Sapardi Djoko Damono

Selasa, 21 Januari 2014

jepaaaang bismillah

ya Allah
dalam tiap derai doaku, mimpi yang ini tak pernah lepas ku pinta..
bismillah,semoga engkau memudahkan ku untuk mewujudkan mimpi ini.
mudahkan,mudahkan,mudahkan ya Allah...
JEPANG.. wait me yaa.. Allahuakbar
*berkaca-kaca*

ya,siapin berkas-berkas, doa, infaq, QL, dhuha, dzikir ditambah lagi sampe tak terhitung jumlahnya. Allah hanya kepadamu hamba meminta dan berharap . Engkau kan maha baik ^_^



Senin, 20 Januari 2014

Kenangan

kau tau? Malam itu, dalam sebuah perjalanan ttg pengabdian pada sang maha kuasa, yg paling kuingat adalah ketika Berbaring diatas tanah kering dan berdebu, menyimak bintang juga dzikirnya binatang malam, merasakan titik embun yg menetes diujung rerumputan. Lantas menghirup dalam-dalam aroma kebebasan, kesunyian, dan melupakan sejenak semua tanya yg mendera. rebah, melepas lelah.
Pada satu titik sempat menyerah kalah, tapi bisik kecil menuntunku utk terus maju, "ayo harus sampai puncak" katanya.
Dan,itulah..
ketika kaki-kaki itu menjejak disana. Kenangan itu tetap tumbuh, selamanya.

-temanggung, mount sindoro dalam kenangan.. (12 oktoer 2013)


Cinta #4

yang ini spesial..
namanya : "cinta,kerja, harmoni"
semoga Allah memudahkan cinta yang keempat ini untuk membangun negara. #ayokitaperbaiki
:)

Cinta #3

tenang saja,, 
puncak akan selalu dekat dihati para pendaki yang selalu menundukkan kepala menyadari betapa kecil dirinya dibanding kuasa sang pencipta jagad raya.. (AY)



Puncak MOUNT LAWU   3265 mdpl

Cinta #2


Pantai. Ah sedari malam sebelum berangkat senyumku sudah mengembang begitusaja tanpa bisa ku cegah. Mendengar kata itu, aku seolah diterbangkan ke langit setinggi-tingginya. Wusssssh.. mengejutkan sekaligus menyenangkan.

Pantai. Hatiku terpaut disana. Aku mampu duduk berjam-jam tanpa melakukan aktivitas apapun disana. Hanya duduk, menikmati garis putih yang membentang. Jangan heran ya..
Pantai.. tempat dimana terdengar orkestra alam paling merdu yaitu nyanyian ombak,
 tempat sejuta tanya lebur menjadi tawa,
tempat sejuta penat terbang ke awan-awan
tempat sejuta harapan menggantung pada karang –karang
tempat sejuta sesak melesap jauh kedalam laut,
tempat yang mengizinkanku untuk jadi diriku sendiri. Tertawa, tersenyum, pun menangis..
tak ada yang mempermasalahkan bagaimana aku mengekspresikan perasaan disana.
Karena aku dan pantai berteman baik J

teluk penyu
11 januari 2014
With kathoza


Cinta #1


Aku mencintai laut, 
mencintai pantai, 
mencintai setiap desir angin yang menjelma debur ombak , 
mencintai karang-karang yang gagah, 
mencintai pasir ditepian, 
mencintai garis cakrawala yang tercipta diujung laut, 
mencintai hening yang menentramkan dari nyanyian ombak, 
mencintai cara ombak yang begitu sabar menuju pantai,
mencintai setiap senti kehidupan disana.
Aku mencintai laut..
Aku mencintai laut..

12 januari 2014

Minggu, 19 Januari 2014

pulang


Sebelum senja benar-benar berpulang
Aku memintamu datang
Akan kuceritakan tentang sebuah perjalanan
Awal dan akhir adalah kepastian
Pertengahan adalah keniscayaan
Jadi, mari bergenggaman
Ikutlah dalam perjalanan menuju akhir dibatas cakrawala
Kita pulang ke negeri cahaya




purwokerto, 1 januari 2014

kepada senja,  selamat berpulang semoga esok masih mampu membersamaimu

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...