Kamis, 23 Januari 2014

Bagaimanalah Aku Membahasakan rindu ini?

bagaimanalah aku  membahasakan rindu ini, ummi?
jika disetiap sujudmu, namaku tak pernah luput kau sebut
jika disetiap letih mu selalu berharap aku dalam keadaan baik 
jika disetiap makanan yang kau buat selalu kau selipkan doa

bagaimanalah aku membahasakan rindu ini, abi ?
jika disetiap jalan yang kau lalui untuk mencari nafkah, kau selalu berfikir hadiah kecil yang akan kau persembahkan untukku ketika pulang nanti
jika disetiap diam mu selalu ada cemas saat aku belum pulang kerumah 
jika disetiap uang yang kau kirimkan melalui mesin baja itu mimpi-mimpi dan doa melangit untukku.

agar aku sehat..
agar aku bahagia..
agar aku istiqomah dalam ketaatan..
agar aku selalu berada dalam jama'ah..

tidak, kalian tidak memintaku untuk lulus dengan cepat, 
atau segera menikah,
atau ikut dalam kerja  dakwah dengan cinta dan harmoni seperti mereka, 
tapi aku tahu, harapan itu diam-diam mereka rangkai, dan dipupuk..
hanya tak pernah terucap saja.. 

jadi, bagaimanalah aku membahasakan rindu ini?
Ratusan kilometer. Jarak dua pintu ini. Sekian bulan tak berteduh sejenak dipintu itu
Ah, ada rindu yang menusuk-nusuk
Perih..hampir tiap detik terbayang wajah hangat dua malaikat, yang bersinggasana di balik pintu itu
Rindu..
Aku rindu rumah
bagaimanalah aku membahasakan rindu ini,Ummi..abi..



5 jan 2013
aku segera pulang. segera. setelah ujian kenaikan marhalah
setelah naik gunung,
setelah beres nyusun proker
setelah kota itu tidak ada"genangan air lagi"
aku segera pulang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...