Rabu, 26 Maret 2014


“tiada yang lebih indah
selain fajar pertemuan mentari dan bintang
bak ombak menari bergulung di batas pantaimu
membasahi kaki dengan warna mimpi
merajut pasir dan hanyutkan sepi” 

― charismatic


Saya mau jadi kakak yang baik :)

Jadi seorang kakak. Sekarang saya baru bener-bener ngerti arti kalimat itu. Karena amanah sekarang menuntut saya untuk selalu ada untuk adik-adik di organisasi. Berat banget banget banget. Ditambah sekarang saya adalah angkatan tertua di organisasi itu. 
Tua? Denger kata itu jadi pengen ketawa sendiri. 
Soalnya dulu pas jadi maba saya juga suka ngejek kakak tingkat  dengan bilang “angkatan tua” dan sekarang baru tau rasanya dipanggil dengan kalimat itu. Hiks,, dan  jadi mikir bahwa sekarang tanggung jawab yang dipikul lebih berat lagi yaitu gimana menjaga adik-adik tercinta *halah* supaya aman, nyaman, dan bahagia dirumah baru ini. 

Waaaaa.... pengen teriak yang keras.

*gaya cool* Baiklah saatnya berubah *powerrangerkaliiii*

Maksudnya... ya sudah saatnya memposisikan diri sebaik mungkin.


Kaderisasi.
Berarti siap jadi kakak, teman, ibu, dan saudara bagi mereka

Berarti siap menjadi pendengar, pengamat, pemberi nasihat, dan tongsampah tempat mereka berkeluh kesah

Berarti siap selalu bergerak, stabil, dewasa, dan semakin dekaaaaat padaNya.

Ya... bismillah. Semoga Allah mudahkan amanah ini, tetap istiqomah, selalu ceria, semangat dan senyuuuuuum :)



tulisan lama. 16 februari 2014



Hujan sudah pulang, senja...

Sabtu, 22 Maret 2014

mengartikan senja

Aku selalu berpikir apa yang dipikirkan Tuhan ketika menciptakan senja.
Ia hadir sejenak membawa keindahan, untuk kemudian pergi menyisakan ketiadaan.
Apakah senja ada, untuk sekadar menjadi metafora—bahwa di muka bumi ini segala bentuk keindahan yang kita kagumi selalu fana? Bahwa dalam setiap kata hadir selalu terkandung janin perpisahan yang bisa lahir kapan saja tanpa pernah kita tahu persis waktunya?
Adakah yang tahu apa yang dimaksudkan Tuhan ketika menciptakan senja?
Kita menantinya, menikmati pesonanya, tapi pada akhirnya kita selalu terperangkap oleh gelap yang mengikutinya.
Aku tak pernah tahu pasti apa yang dipikirkan Tuhan ketika menciptakan senja.

Satu hal yang aku tahu, darinya aku belajar bahwa perpisahan—sedramatis apapun ia berlangsung—tak selamanya getir. Kadang ia berjalan begitu manis. Tapi perpisahan, semanis apapun ia berlangsung, selapang apapun hati kita menerimanya, tetap saja menyisakan kehampaan.
Sebab itu barangkali Jalaluddin Rumi menghibur mereka yang mengalami tragedi keterpisahan lewat potongan sajaknya. Keterpisahan ini, kata Rumi, hanyalah tipu daya waktu.

-------------------

by :azhar nurun ala

Kamis, 20 Maret 2014

hape (?)

rasanya lebih baik tidak punya hape saja deeh jika tiap jam selalu ada sms masuk. semua orang menuntut perhatian yang sama. sama rata. sama besar. sama tinggi. sama kaki *eh  ( segitiga kaliii)
dari membuka mata dipagi hari, bahkan tengah malam pun tak hentinya si benda mungil yang sering jatuh itu berdering
padahal saya bukan customer service yang siaga didepan telepon dua puluh empat jam. ah itupun mereka ada kerja shift. mungkin hanya delapan jam bekerja di depan telepon. lah saya? kenapa ini hape berdering terus??

itulah yang namanya pelayan ummat, sora. 
kamu seharusnya tahu itu. sejak pertama kali kau mengazzamkan dirimu di jalan ini..
kenapa masih mengeluh?

iya, aku mengeluh. maafkan. maafkan.. kali ini saja. hanya pada dinding bisu ini. tidak pada manusia.

------------------
sudahmalam. masih nugas. matatigawatt. #nikmati saja

Jumat, 14 Maret 2014

Blank

Mana yang kau pilih..
berada di tempat yang baru bersama seorang teman,
atau tetap di tempat yang lama namun sendiri?

ah. perasaan tersisih itu, pernahkah kau mengalaminya?

Kamis, 13 Maret 2014

putri senja

Putri senja merenung. terduduk di tepian pantai. menatapi ombak membiru. gaun coklatnya basah. ia tak peduli. matanya kosong menatap laut tanpa batas.
Didepan sana, burung-burung terbang rendah membentuk sebuah formasi terbang yang indah. seolah ingin menghibur gadis bermata kelabu
Namun putri senja tak bergeming. kini bukan hanya gaun coklatnya yang basah. hatinya ikut basah. matanya gerimis.sebentar lagi badai akan datang di pelataran mata itu. putri senja terpekur.kedua tangannya memeluk lutut.ia mendongakkan kepala. berharap gerimis itu tak membasahi bajunya. 
namun ia terlambat...butiran bening luruh dari kedua matanya yang sayu.
luruh menetes hingga dagu kemudian ke leher dan gaun coklatnya. 
putri senja tak mengeluh.tak bersuara. hanya airmata yang menetes perlahan. tak ada isak.padahal dadanya bergemuruh. sakit tak terkira. seperti tertusuk ribuan jarum. tak ada suara. semua gemuruh itu tertelan suara ombak

Pwt. wisma NR. kamar cinta

sumber gambar : google.com

Rabu, 12 Maret 2014

Aku Pernah

a k u  p e r n a h  d i a m - d i a m   m e n a n g i s.
a k u  p e r n a h  m e n a n g i s  d i a m - d i a m..
h a n y a  s e n j a  y a n g  p u c a t  t e r g u g u
i k u t  m e n a n g i s
k a r e n a  i a  m e m b e n c i  h a t i  y a n g  t e r s e d u...


purwokerto
wisma NR. kamar cinta

monolog sepotong hati

"kenapa tatapan matamu selalu kosong, sora?"
"ah, kau bercanda saja.."
"serius. aku selalu mendapatimu tengah melihat sesuatu namun sebenarnya kau sedang tidak memperhatikan itu. pikiranmu kosong.."
"tidak.. aku hanya sedang sering berfikir"
"haha.. berfikir? aku menyangsikan itu. hei  jujur sajalah. ada masalah apa?"
"kau ini, aku memang sedang sering berfikir. tapi entah kenapa tiba -tiba pikiran itu menghilang,lantas aku merasa sangat kosong. kau tau?  seperti gelas penuh berisi air yang tiba-tiba semua isinya  dituangkan keluar . tidak ada yang tersisa. dan aku.. kadang pikiranku terbang kesana-kemari."
"lucu sekali.. bagaimana mungkin pikiran bisa terbang kemana-mana. kecuali ia berimajinasi"
"aku tidak berimajinasi. aku hanya sering kehilangan kontrol atas pikiranku sendiri. "
"hmm.. kenapa bisa? kau sehat saja kan?"
"absolutley yes.. ada sesuatu yang aku tidak tahu.. sesuatu itu membuat satu sudut di kepalaku menjadi kosong. "
"sejujurnya, mengapa kamu memiliki tatapan kosong aku sudah bisa mencerna. tapi tentang pikiranmu yang tiba-tiba hilang? well hmmm aku tidak yakin dengan asumsiku :)"
"kadang ketika tiba-tiba aku merasa pikiranku hilang, secepat mungkin aku berusaha menepuk diriku sendirii untuk tetap sadar. seperti orang yang berusaha membangunkan seseorang yang pingsan.."
"mungkin kau perlu berlibur... sepertinya kau terlalu banyak berfikir"
"tidak.. justru aku merasa otakku ini baru aku gunakan nol koma sekian persen,"
"ah sudahlah aku tidak paham. lebih baik kau tanya hatimu. disana bermuara segala"
"hati.....?"

apa hatiku masih berfungsi?
apa hatiku masih mampu kutanyai ?
hati? mungkinkah ia telah rapuh atau bahkan sekarat. karena tak pernah ku rawat?
hati? ..


purwokerto
wisma nurrahmah.kamar cinta

Beranilah!

memang begitu lazimnya bukan? kau harus berpayah-payah atas apa yang kau inginkan. tidak ada yang instan, sayang. semua butuh perjuangan. pun dengan hidup, dengan kuliahmu, dengan impian-impianmu. orang yang selalu memperoleh sesuatu dengan instan itu tidak mengerti nikmat dari perjuangan. mereka tidak paham perasaan yang bernama kepuasan itu. dan mereka akan selalu dengan mudah melupakan apa yang telah mereka dapat.

maka, usahlah kau mengeluh dan merengek seperti anak kecil minta dibelikan permen. kau sudah dewasa, berdirilah dengan tegak, tatap cakrawala didepan sana dan kuatkan azzam mu. jadilah setegar karang, sayang..
karena hidup hanya sekali, beranilah...


*ditengah kecamuk segala tanya, masihkah aku mengingatNya? astaghfirullah..

----------------
wisma nurrahmah.kamar cinta

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...