Kamis, 13 Maret 2014

putri senja

Putri senja merenung. terduduk di tepian pantai. menatapi ombak membiru. gaun coklatnya basah. ia tak peduli. matanya kosong menatap laut tanpa batas.
Didepan sana, burung-burung terbang rendah membentuk sebuah formasi terbang yang indah. seolah ingin menghibur gadis bermata kelabu
Namun putri senja tak bergeming. kini bukan hanya gaun coklatnya yang basah. hatinya ikut basah. matanya gerimis.sebentar lagi badai akan datang di pelataran mata itu. putri senja terpekur.kedua tangannya memeluk lutut.ia mendongakkan kepala. berharap gerimis itu tak membasahi bajunya. 
namun ia terlambat...butiran bening luruh dari kedua matanya yang sayu.
luruh menetes hingga dagu kemudian ke leher dan gaun coklatnya. 
putri senja tak mengeluh.tak bersuara. hanya airmata yang menetes perlahan. tak ada isak.padahal dadanya bergemuruh. sakit tak terkira. seperti tertusuk ribuan jarum. tak ada suara. semua gemuruh itu tertelan suara ombak

Pwt. wisma NR. kamar cinta

sumber gambar : google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...