Senin, 16 Mei 2016

Bawa Aku (kembali) Padamu

Hatiku mulai risau ditampar kerinduan yang mendalam
Jiwaku mulai kehilangan keberanian yang seharusnya kokoh menghujam
Ragaku mencari kemana bisa temukan pelepas dahaga akan nyanyian binatang malam
Jua kerlip lampu kota yang berpjar dalam kegelapan
Aku merindukan menghidu udara sejuk tanpa debu
Aku merindukan nafas yang tersengal berderu
Aku merindukan hawa dingin membeku
Aku merindukan derasnya aliran darahku
ketika menggapai kabutdini hari
lalu menjejakkan kaki ini ke tepian tebing dan jurang
menerobos pepohonan,rerumputan dan alang-alang
merasakan angin yang bertiup kencang,
menghadirkan gigil dipenghujung petang
jua kebersamaan dalam pendakian

slamet, sindoro, papandayan, lawu, prau,merbabu
aku rindu rebah di pelukan puncak-puncakmu
atau gede pangrango dengan mandalawangi yang merekah mewangi
atau semeru dengan ranukumbolo yang tersohor di penjuru negeri
atau argopuro dengan kisah rengganis yang manis namun mistis
aku ingin bertandang menjejak keabadianmu

maukah suatu hari, bawa aku  padamu?
Pada dingin petang dan hangat siang mu
Yang selalu aku rindu sepanjang waktu


-------------------
Purwokerto, Awal malam, 14 mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...