Sabtu, 04 Juni 2016

#LagiKangenAja

"Di zaman sekarang ini. janganlah sibuk mencari-cari keteladanan. 
Tapi jadikan keteladanan itu ada dalam diri kita. 
Maka poros pertama adalah pembinaan diri” 

pulang mengisi GMT (great muslimah training/dauroh kemuslimahan ) tingkat II eksak di biologi, saya termenung cukup lama. memikirkan tentang regenerasi kampus, tentang kewajiban berdakwah, tentang kekhususan dakwah muslimah, juga tentang amanah saya selama dikampus.
suasana itu, suasana yang sejujurnya sangat saya rindukan. 
entah kapan terakhir kali saya berkumpul dengan perempuan-perempuan hebat seperti mereka.
yang jelas, ada kebahagiaan tersendiri ketika bisa kumpul dengan sesama perempuan, berbagi cerita, apa saja, tertawa sebebasnya, menggali hal yang acap kali tak biasa.

saya kembali termenung, mungkin jiwa saya memang bukan di siyasi, mau dipaksakan sekeras apa pun, tetap saja tak ada nyaman yang sama. tak ada rasa ingin berlama-lama. walau saya masih bersetia bertahan disana, semata-mata hanya karena ingin menuruti perintah-Nya, walau bisa dikatakan saya cinta, hanya saja porsinya benar-benar berbeda.

Tentang regenerasi kampus, dakwah akan digilirkan dan terus digulirkan. hari ini adalah masa nya adik-adik angkatan. 
saya? sudah habis masanya. sudah saatnya beralih mengisi pos-pos yang lain. dakwah itu harus dinamis, tidak stagnan. 
kalau saya adalah cetakan mba dan mas kakak angkatan dulu. maka adik-adik yang sekarang adalah hasil cetakan saya dan teman seangkatan.
bagus atau tidak nya kondisi mereka sekarang, sebenarnya tak lepas dari pola didikan kita juga

Tentang dakwah muslimah, ah memang unik. se unik pertanyaan - pertanyaan mereka yang sering terlontar  dalam forum-forum kemuslimahan. 
"mba boleh ngga jabat tangan sama bapak bapak?"
"mba gimana sih cara menjaga hati?" *dueeng
"kalo aku lagi haidh boleh gunting kuku gak?"
"mba mencintai dalam diam itu emangnya boleh?" *Zzzz

Akhirnya saya sampai pada sebuah kesimpulan. 
kita tak bisa memilih dengan siapa dan dimana kita akan memegang amanah dakwah, namun kita bisa memilih apakah ingin menjalaninya dengan sepenuh cinta  atau meninggalkannya begitu saja

kalau aku, pilih yang pertama :)
***

*rindu forsil adk 2011
ekspedisi dakwah kampus 2015, instruktur tekad 3, mabit, jaulah, rihlah, syuro, dinner akhwat, hujan-hujanan, riweuh ala ibu-ibu, rumpi berkualitas :p, 
kalo boleh sombong B) forsil adk '11 udah kompak bgt. mirip-mirip angkatan 2009. mau anak dakwiy, siyasi, ilmi, terkenal atau jarang keliatan eksak atau sosial, sibuk engga sibuk, kalo disuruh A mereka ikut, diminta B, mau bantuin. diajak C mau dateng. karena dakwah bukan milik segelintir orang saja, tapi menjadi kewajiban bersama
tuh kan kangen :')
maafkan kalo akhir-akhir ini lagi super melankolis. *SindromDipamitinMulu
----------------
Purwokerto, 4 Juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...