Kamis, 23 Juni 2016

Bahagia itu sederhana

hujan, ba'da shubuh.. 
disaat yang lain memilih kembali naik ke atas kasur dan merapatkan selimut, aku lebih memilih menepi bersama sebuah buku. sambil menyalakan laptop, dan menyetel murottal.
padahal tadi saat al-ma'tsurat an bareng mata ini terasa berat sekali, tapi setelah selesai entah kenapa kantuk itu tetiba menghilang. 
memang akhir-akhir ini jam tidur ku sungguh kacau, lagi-lagi tidur  hanya 3 jam, bangun jam setengah dua, mendengarkan hujan yang turun cukup deras. lalu bercerita panjang lebar pada-Nya. lantas menyiapkan santap sahur. hari ini adalah waktu piket masak untuk ku. kalau dihitung-hitung, sudah piket masak yang ke-4 kali jika dihitung dari awal ramadhan. lucu sekali, dulu aku mengatakan pada semua orang kalau tahun ini aku ingin ramadhan full dirumah, setelah beberapa tahun yang lalu selalu merasakan ramadhan di kampus. tapi Allah memang maha perencana, nyatanya sampai hari ke delapan belas ramadhan aku masih di kota perantauan ini, menunggu jadwal yudisium yang jatuh pada hari jumat nanti.
btw, ada kejadian lucu pas shalat tarawih tadi malam. lagi-lagi kedapatan imam yang bacaan nya super cepet. anak kosan ber-7 lagi-lagi gak bisa menahan tawa.
if yang selalu ketinggalan gerakan shalat, batal terus gegara gak bisa nahan tawa "duh ga kuat," dia terkikik sambil memegangi perutnya.
sel, dan syah  yang berdiri berjajar juga kuat-kuat menutup mulutnya setelah salam
chi bilang "ih capek mba, kaya lagi senam" lantas ia tertawa
nul, malah keluar shaf dan berdiri di paling belakang, ketinggalan shalat juga
aku dan ern shalat tapi sama sekali gak fokus.
kita celingak-celinguk tapi ibu-ibu lain pada biasa aja. ah akhirnya daripada dosa karna main-main dalam shalat, aku,nul dan syah memilih pulang dan shalat tarawih berjamaah di kosan, mengulang dari awal. sedangkan yang lain masih bersetia di mushola.
pukul delapan mereka pulang dan lagi-lagi meledak lah tawa mereka.
"mba, bayangin aja masa cuma baca yaasiin langsung takbir rukuk"
"iya mba, trus di rakaat yang lain, cuma baca alif laam miim. setelah itu rukuk"
kita ketawa barengan deh, haha.

bahagia itu sederhana
sesederhana menertawai hal-hal absurd dalam hidup.

btw lagi, bahagia itu kalau makanan yang kita masak habis tak bersisa. tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu ada makanan tersisa diatas meja, alhamdulillah.. pagi ini, satu panci sayur dan satu mangkuk lauk yang aku buat ludes. aku jadi tau perasaan semua ibu di dunia, ketika melihat makanan yang mereka masak habis. rasanya bahagia sekali. satu jam berkutat di dapur, mengetuk satu persatu pintu kamar membangunkan untuk sahur, terbayar lunas dengan hanya melihat panci dan mangkuk yang kosong setelah isi nya dilahap penghuni kosan.

bahagia itu sederhana..
sesederhana melihat makanan yang kita masak, habis dimakan orang lain.

dan kamu, teman.. berbahagialah dalam setiap jejak yang terentang dihadapan. berbahagialah atas hal-hal kecil yang kelak mencipta sebuah kenangan.

--------------
Purwokerto, 23 Juni 2016

Senin, 13 Juni 2016

Alhamdulillah :')

alhamdulillah :')
hanya kata itu yang bisa terucap ketika dosen memanggil ke ruangan dan mengumumkan kelulusan ujian pendadaranku. 
selebihnya.. seperti ada ribuan beban yang terlepas dari pundak. ada haru yang menyeruak. bahagia mah pasti. tapi..mau peluk siapa? mau berurai airmata di pundak siapa? haha ;') :')

kalo kata tere liye :
percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita lagi sedih banget tapi nggak ada satupun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi bahagia banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut.”

iya. bener banget. saat keluar ruangan, gak ada satupun yang bisa aku ceritain tentang kebahagiaan yang meletup-letup, tentang perasaan was-was saat dikatakan tidak akan lulus. saat berkali-kali disuruh keluar untuk mencari jawaban ke adik kelas. saat sekuat tenaga menahan tangis di depan banyak orang. Seperti ada sesuatu yang hilang~
ah sudahlah akhirnya langsung telpon umi saja, mengabarkannya sampai tercekat menahan tangis. nun jauh disana, ku dengar lirih ucapan alhamdulillah, setelah itu ada jeda sebentar. aku tau.. kita sama-sama sedang menguasai perasaan masing masing.
lantas pertanyaan itu terucap lagi "jadi mau pulang kapan?"  ah umiiiii.. ingin peluk umi saat itu juga.

alhamdulillah :')
terimakasih ya Allah, dan orang-orang yang sudah berbaik hati menyebut namaku dalam doa-doa mereka.

kalo kamu bilang aku ini terlalu perasa atau terlalu mengobral airmata.. yah kamu juga nanti akan merasakannya sendiri. ini perjuanganku. lima belas bulan berurusan dengan tugas akhir. lima belas bulan menahan-nahan diri untuk gak naik gunung :'). lima belas bulan menahan-nahan diri untuk bersabar dan terus berusaha. lima belas bulan menahan-nahan perasaan saat melihat upacara wisuda tanpa ada aku disana. lima belas bulan menahan-nahan perasaan saat satu persatu berpamitan dan menjinjing koper ke kota asalnya.
nanti kamu akan merasakannya sendiri. betapa buah dari perjuangan itu amat manis.
seperti hari ini...
dan semoga nanti,
perjuangan untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala, semoga berbuah manisnya surga :') 
.
Kangen kalian teman-teman. Aku sendirian nih, ga ada yang nyambut aku setelah keluar ruang pendadaran huhu. Kalian kangen aku gak sih? :')

---------------
Purwokerto, 13 Juni 2016

Rabu, 08 Juni 2016

Tarawih Kejar Tayang

Ramadhan day #1

Kali ini saya mau cerita tentang shalat tarawih yang dilaksanakan di mushola belakang kosan. Ramadhan hari pertama, berarti shalat tarawih yang kedua. Awalnya saya sama anak kosan udah planning tempat shalatnya. untuk pekan pertama, kita mau shalat isya sekaligus tarawih di masjid besar dekat kampus belakang, pekan kedua di masjid kampus, dan pekan ketiga di mushola belakang kosan. Tapi berhubung ada banyak hal, anak kosan akhirnya lebih milih shalat di mushola belakang kosan dengan alasan lebih dekat. Tarawih pertama saya tidak ikut karena tetiba sakit. Entah kenapa akhir-akhir ini sering banget sakit, padahal udah ga sibuk organisasi lagi. Saya pun melewatkan tarawih pertama di ramadhan kali ini. Esoknya, alhamdulillah sudah sehat, dan bisa ikutan shaum di hari pertama. dengan semangat, kali ini saya tidak ingin melewatkan shalat tarawih bareng anak kosan. Selepas maghrib berjamaah di kosan, kita siap-siap dan berangkat bareng ke mushola belakang.
Shalat isya, berlangsung seperti biasa. Hanya saja tidak diberi waktu untuk shalat sunnah ba’da isya. Tetiba langsung aja imam berdiri buat memulai tarawih.
Baru juga imam takbiratul ihram, saya yang lagi betulin bawahan mukena kaget banget..
Hah, alfatihah nya udah selesai? 
Saya pun langsung takbiratul ihram, baru mau baca alfatihah, eeh udah takbir mau ruku’
Baru mau ruku, eh udah i’tidal
Baru mau i’tidal, eh udah sujud
Baru mau sujud, eh udah duduk diantara dua sujud
Begitu seterusnya.. saya SHOCK....
Sampai salam, saya masih percaya gak percaya. seriusan udah selesai? Tadi shalat apa ada kereta lewat? Ckck
Dua rakaat selanjutnya, saya mencoba untuk ber adaptasi. Dengan cara ya kalo imam takbiratul ihram, saya buru-buru ikut. Gak lagi pake acara betulin mukena atau yang lainnya.
Tapi, teteeep aja ketinggalan.

Haha, bayangin aja, shalat 23 rakaat Cuma berlangsung dalam waktu 30 menit. Jam 8 malem udah selesai. Bacaan surat nya dibaca SEKALI NAFAS. Bacaan surat pilihan di rakaat pertama selalu surat pendek juz 30. Bacaan surat di rakaat kedua selalu surat al-ikhlas. Bacaannya super ga jelas, baru mau mencerna : ini sih imam baca surat apa ya.. eh tau tau udah takbir. Begitu terus.
Kalo saya yang denger bacaan nya jadi gini : bismillahirrahmaanirrahim. Alhamduzxbnshdjkslksjlsllskiwoqp waladhdhoolinxxxmxnxzqwlpfgh waladhdhooliin. . aamiin.
Bismillahirrahmaanirrahim, innaa a’thoina mmxcsbnxznbdhbzvzcx hual abthar

Ya allah tarawih kejar tayang. Super kejar tayang. Ini bener-bener pengalaman pertama saya ikutan shalat kaya gitu. Otak saya otomatis jadi keingetan sebuah video yang pernah beredar dimana ada jamaah shalat yang super cepet bin kilat. Kalo inget itu saya jadi pengen ketawa sendiri. Dulu saya cuma bisa liat video itu doang, seh ekarang bener-bener mengalaminya.
Sungguh, shalat gak ada khusyu nya sama sekali. Ada rasa kesal karena gak bisa menikmati shalat, (ya allah maaf..) ada rasa lucu juga karena inget bacaan imamnya yg kaya lagi baca mantra dan gerakan super cepetnya yg kaya lagi senam.

Sampe pulang ke kosan, masuk gerbang, meledak lah tawa kita semua. 
“ya allah mba, absurd banget. Aku gamau shalat disitu lagi”
“ane yang penting baca alfatihah loh tadi”
“aku gak nyangka..”
“ih kemaren imamnya gak kaya gitu tau..”
"aku mah takbisa berkata kata hahay"
Dan kita cuma bisa ketawa miris. Ah tarawih kejar tayang. Apa sih yang kamu kejar, mam? (imam)
Besok tetep puasa kok. Ramadhan tetep sebulan kok. Lebaran gak akan pindah jadi bulan depan kok.
Mushola juga gak akan tetiba bergeser ke baturraden kan kalo sholatnya lama? Jamaah juga gak akan kabur kalo bacaan shalatnya pelan-pelan.

Apa sih yang kamu kejar, mam? 
-------------- 
Ramadhan ceria, 6 juni 2016

Sabtu, 04 Juni 2016

#LagiKangenAja

"Di zaman sekarang ini. janganlah sibuk mencari-cari keteladanan. 
Tapi jadikan keteladanan itu ada dalam diri kita. 
Maka poros pertama adalah pembinaan diri” 

pulang mengisi GMT (great muslimah training/dauroh kemuslimahan ) tingkat II eksak di biologi, saya termenung cukup lama. memikirkan tentang regenerasi kampus, tentang kewajiban berdakwah, tentang kekhususan dakwah muslimah, juga tentang amanah saya selama dikampus.
suasana itu, suasana yang sejujurnya sangat saya rindukan. 
entah kapan terakhir kali saya berkumpul dengan perempuan-perempuan hebat seperti mereka.
yang jelas, ada kebahagiaan tersendiri ketika bisa kumpul dengan sesama perempuan, berbagi cerita, apa saja, tertawa sebebasnya, menggali hal yang acap kali tak biasa.

saya kembali termenung, mungkin jiwa saya memang bukan di siyasi, mau dipaksakan sekeras apa pun, tetap saja tak ada nyaman yang sama. tak ada rasa ingin berlama-lama. walau saya masih bersetia bertahan disana, semata-mata hanya karena ingin menuruti perintah-Nya, walau bisa dikatakan saya cinta, hanya saja porsinya benar-benar berbeda.

Tentang regenerasi kampus, dakwah akan digilirkan dan terus digulirkan. hari ini adalah masa nya adik-adik angkatan. 
saya? sudah habis masanya. sudah saatnya beralih mengisi pos-pos yang lain. dakwah itu harus dinamis, tidak stagnan. 
kalau saya adalah cetakan mba dan mas kakak angkatan dulu. maka adik-adik yang sekarang adalah hasil cetakan saya dan teman seangkatan.
bagus atau tidak nya kondisi mereka sekarang, sebenarnya tak lepas dari pola didikan kita juga

Tentang dakwah muslimah, ah memang unik. se unik pertanyaan - pertanyaan mereka yang sering terlontar  dalam forum-forum kemuslimahan. 
"mba boleh ngga jabat tangan sama bapak bapak?"
"mba gimana sih cara menjaga hati?" *dueeng
"kalo aku lagi haidh boleh gunting kuku gak?"
"mba mencintai dalam diam itu emangnya boleh?" *Zzzz

Akhirnya saya sampai pada sebuah kesimpulan. 
kita tak bisa memilih dengan siapa dan dimana kita akan memegang amanah dakwah, namun kita bisa memilih apakah ingin menjalaninya dengan sepenuh cinta  atau meninggalkannya begitu saja

kalau aku, pilih yang pertama :)
***

*rindu forsil adk 2011
ekspedisi dakwah kampus 2015, instruktur tekad 3, mabit, jaulah, rihlah, syuro, dinner akhwat, hujan-hujanan, riweuh ala ibu-ibu, rumpi berkualitas :p, 
kalo boleh sombong B) forsil adk '11 udah kompak bgt. mirip-mirip angkatan 2009. mau anak dakwiy, siyasi, ilmi, terkenal atau jarang keliatan eksak atau sosial, sibuk engga sibuk, kalo disuruh A mereka ikut, diminta B, mau bantuin. diajak C mau dateng. karena dakwah bukan milik segelintir orang saja, tapi menjadi kewajiban bersama
tuh kan kangen :')
maafkan kalo akhir-akhir ini lagi super melankolis. *SindromDipamitinMulu
----------------
Purwokerto, 4 Juni 2016

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...