hujan, ba'da shubuh..
disaat yang lain memilih kembali naik ke atas kasur dan merapatkan selimut, aku lebih memilih menepi bersama sebuah buku. sambil menyalakan laptop, dan menyetel murottal.
padahal tadi saat al-ma'tsurat an bareng mata ini terasa berat sekali, tapi setelah selesai entah kenapa kantuk itu tetiba menghilang.
memang akhir-akhir ini jam tidur ku sungguh kacau, lagi-lagi tidur hanya 3 jam, bangun jam setengah dua, mendengarkan hujan yang turun cukup deras. lalu bercerita panjang lebar pada-Nya. lantas menyiapkan santap sahur. hari ini adalah waktu piket masak untuk ku. kalau dihitung-hitung, sudah piket masak yang ke-4 kali jika dihitung dari awal ramadhan. lucu sekali, dulu aku mengatakan pada semua orang kalau tahun ini aku ingin ramadhan full dirumah, setelah beberapa tahun yang lalu selalu merasakan ramadhan di kampus. tapi Allah memang maha perencana, nyatanya sampai hari ke delapan belas ramadhan aku masih di kota perantauan ini, menunggu jadwal yudisium yang jatuh pada hari jumat nanti.
btw, ada kejadian lucu pas shalat tarawih tadi malam. lagi-lagi kedapatan imam yang bacaan nya super cepet. anak kosan ber-7 lagi-lagi gak bisa menahan tawa.
if yang selalu ketinggalan gerakan shalat, batal terus gegara gak bisa nahan tawa "duh ga kuat," dia terkikik sambil memegangi perutnya.
sel, dan syah yang berdiri berjajar juga kuat-kuat menutup mulutnya setelah salam
chi bilang "ih capek mba, kaya lagi senam" lantas ia tertawa
nul, malah keluar shaf dan berdiri di paling belakang, ketinggalan shalat juga
aku dan ern shalat tapi sama sekali gak fokus.
kita celingak-celinguk tapi ibu-ibu lain pada biasa aja. ah akhirnya daripada dosa karna main-main dalam shalat, aku,nul dan syah memilih pulang dan shalat tarawih berjamaah di kosan, mengulang dari awal. sedangkan yang lain masih bersetia di mushola.
pukul delapan mereka pulang dan lagi-lagi meledak lah tawa mereka.
"mba, bayangin aja masa cuma baca yaasiin langsung takbir rukuk"
"iya mba, trus di rakaat yang lain, cuma baca alif laam miim. setelah itu rukuk"
kita ketawa barengan deh, haha.
bahagia itu sederhana
sesederhana menertawai hal-hal absurd dalam hidup.
btw, ada kejadian lucu pas shalat tarawih tadi malam. lagi-lagi kedapatan imam yang bacaan nya super cepet. anak kosan ber-7 lagi-lagi gak bisa menahan tawa.
if yang selalu ketinggalan gerakan shalat, batal terus gegara gak bisa nahan tawa "duh ga kuat," dia terkikik sambil memegangi perutnya.
sel, dan syah yang berdiri berjajar juga kuat-kuat menutup mulutnya setelah salam
chi bilang "ih capek mba, kaya lagi senam" lantas ia tertawa
nul, malah keluar shaf dan berdiri di paling belakang, ketinggalan shalat juga
aku dan ern shalat tapi sama sekali gak fokus.
kita celingak-celinguk tapi ibu-ibu lain pada biasa aja. ah akhirnya daripada dosa karna main-main dalam shalat, aku,nul dan syah memilih pulang dan shalat tarawih berjamaah di kosan, mengulang dari awal. sedangkan yang lain masih bersetia di mushola.
pukul delapan mereka pulang dan lagi-lagi meledak lah tawa mereka.
"mba, bayangin aja masa cuma baca yaasiin langsung takbir rukuk"
"iya mba, trus di rakaat yang lain, cuma baca alif laam miim. setelah itu rukuk"
kita ketawa barengan deh, haha.
bahagia itu sederhana
sesederhana menertawai hal-hal absurd dalam hidup.
btw lagi, bahagia itu kalau makanan yang kita masak habis tak bersisa. tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu ada makanan tersisa diatas meja, alhamdulillah.. pagi ini, satu panci sayur dan satu mangkuk lauk yang aku buat ludes. aku jadi tau perasaan semua ibu di dunia, ketika melihat makanan yang mereka masak habis. rasanya bahagia sekali. satu jam berkutat di dapur, mengetuk satu persatu pintu kamar membangunkan untuk sahur, terbayar lunas dengan hanya melihat panci dan mangkuk yang kosong setelah isi nya dilahap penghuni kosan.
bahagia itu sederhana..
sesederhana melihat makanan yang kita masak, habis dimakan orang lain.
dan kamu, teman.. berbahagialah dalam setiap jejak yang terentang dihadapan. berbahagialah atas hal-hal kecil yang kelak mencipta sebuah kenangan.
--------------
Purwokerto, 23 Juni 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar