2013
Slamet ; disepanjang jalan yang kutapak, turun kabut pekat memikat. Ia memangkas jarak pandang. Katamu Ini hanya permulaan, nanti juga ada saatnya menjemput kenangan yang tertinggal pada pohon takbernama diujung persimpangan.
Sindoro ; babi hutan yang kita sangka beruang, barangkali hal terkonyol yg sempat terlontar. Kita ditertawakan, dan malam tetiba mjd amat panjang karena perburuan sang binatang berkulit hitam.
Lawu ; ada percakapan sunyi disela pepohonan pinus. Tentang malam, kerlip lampu kota dan sepi yang menemani. Lantas kita tertawa dalam gigil yang menyala
2014
Papandayan ; hembus angin meniupkan gigil di basah jendela tenda. Senyap larut diujung katakata. Setangkai edelweis luruh di dada cakrawala.
2015
Merbabu ; Padanya aku rindu. Tentang rentang kebersamaan. Jua fajar yang menawarkan ketenangan.
Prau ; perjalanan lima perempuan. Mencari sesuatu yang kelak akan dirindukan. Barangkali bernama ke(te)nangan.
2016
Ciremai ; sebuah pagi, sepuluh desember. Langit berpendar cahaya. Juga doa doa melangit di semesta. Ada sebentuk lukisan pagi, yang ku namai puisi.
2017
akankah perjalanan dan pendakian ini terhenti? atau ia justru menawarkan teman perjalanan dengan sekeranjang mimpi?
#bersyukur
#30harizainabbercerita
#Threeweektogetmarried
Tidak ada komentar:
Posting Komentar