H-7
Kata bahagia itu menjelma menjadi titik-titik cemas. Sebab semakin terbuka tabir yang menyekat diantara kita.
Aku perempuan dengan dominasi perasaan dan kamu laki-laki dengan dominasi logika. Dapatkah titik perbedaan itu saling melaju dengan tujuan yang sama?
Haruskah kita menanggalkan satu demi satu ego yang tersemat dalam dada, agar kita mampu berjalan seirama?
Aku belajar.
Bahwa keputusan untuk menggenap dengan seseorang yang baru, yang benar-benar baru, yang begitu asing, dan baru sekali bertemu adalah tentang bagaimana kita mampu saling bertoleransi terhadap berbagai perbedaan. Menggenap berarti belajar untuk saling menerima kekurangan sebagaimana kita mendapat banyak kebaikan dari pasangan.
Menggenap berarti saling bergenggaman, berjalan bersisian, menyempurnakan langkah yang goyah, tanpa saling meninggalkan.
Menggenap berarti siap berjuang dan memperjuangkan, shalih/ah dan menshalih/ah kan.
Menggenap itu butuh dua pasang kaki yang melangkah sama jauhnya, sama tujuannya.
Butuh dua pasang tangan yang saling menguatkan kala perjalanan belum sampai pada titik pemberhentian.
Butuh dua pasang hati yang selalu berdoa agar dimampukan, menghadapi segala rintangan dalam perjalanan.
Aku belajar.
Menggenap adalah menemukan apa dan siapa yang membuat kita merasa cukup. Tak harus yang sempurna, tapi dengan apapun yang disuguhkan, mampu membuat kita bahagia
Menggenap adalah jika kita hidup bersama, maka itulah ruang pembelajaran selamanya.
H-7
- Ya Allah, mampukan, mampukan, mampukan 😢
#bersyukur
#30harizainabbercerita
#Aweektogetmarried
Tidak ada komentar:
Posting Komentar