Selasa, 25 Desember 2012

Buku, Buku, Buku..

Sore tadi menyempatkan diri mampir di toko buku besar di kota ini. Alhamdulillah hujannya tidak deras.hanya rintik-rintik kecil *sukaaa*
Ketika masuk pintu toko, woooow... rasanya seperti masuk ke sebuah dunia yang cuma boleh ada aku dan buku didalamnya. hahah *lebay
Rak demi rak aku susuri, menimbang ini itu, memilih, mengamati. subhanallah. untuk memutuskan mau beli satu buku saja rasanya "sesuatu". beneran loh, semua karena dana yang terbatas. maklum namanya juga mahasiswa perantauan.
Hampir dua jam di toko itu, akhirnya satu buku beruntung sudah ada di genggaman.

selamat yah buku, gak di php in di toko itu lagi hehe..
oke, pulang dengan hati riang dan buku itu beristirahat dengan nyaman di pojokan tasku.
aku senang, buku senang *apadeh* -_-

sepanjang perjalanan aku merangkai satu mimpi lagi : aku mau punya sebuah rumah yang besaaar banget berisi buku-buku, ada rak kayu dengan ukiran bunga di pinggirnya. ada mainan anak-anak juga di halaman depan rumah, ada pohon sakura yang setia menggugurkan daunnya di pojok dekat halaman. nanti di rumahku anak-anak kecil boleh bermain sesukanya, sambil mendengarkan dongeng yang kubacakan setiap sore. kemudian buku-buku milikku boleh dipinjam oleh siapapun secara gratis. Dan aku rutin membeli 10 buku dalam sebulan untuk kupinjamkan di perpustakaan ku.

buku,buku,buku.. kita jadi teman baik yah :)

Senin, 24 Desember 2012

Gravitasi

 Aku pernah
berlari, jatuh, melayang. 
mengejar, berhenti, dan mundur
Hatiku
pernah jatuh dan pecah
pernah jatuh dan tetap utuh
Jiwaku
Pernah terbang dan melayang 
Pernah mengawang dan terombang-ambing kedamaian
Degupku
Sering mendengar detakmu.
Mereka berbicara dengan bahasa yang tak dipahami kepalaku
Rinduku
Pernah mengusap air matamu
Memeluk kosong yang bertengger di detikmu
Hingga gema perpisahan meledak di telingaku
Dan ketidakkuasaan menyelimut kaki dan tanganku

Gravitasi 
Membuatku jatuh. Membuatku jauh.

Darimu. 

--R. Putri

Kamis, 20 Desember 2012

Sayap patah


Ada sayap patah satu-satu

Kepingan-kepingan berdarah jatuh di kamarku

Ada apa dengan si malaikat jatuh?

Ada air matanya di telapak tanganku
--Pelukis Hujan

Selasa, 11 Desember 2012

Sebuah sapa

Orang itu -laki-laki- sama sekali tidak sora kenal. Sekedar melihat saja sih pernah, tapi itu pun lupa entah dimana dan kapan.
lantas dengan catatan itu, baru beberapa menit tadi, sora bertemu dengannya, lebih tepatnya berpapasan di jalan  tidak jauh dari rumah.
Sora pura-pura tidak melihat, sok sibuk melihat ke atap jendela sebuah rumah yang baru dibangun sambil mempercepat langkah, tanda ia tak suka pertemuan itu terjadi.
tanpa di duga-duga orang itu dengan langkah dan tampang santainya  malah menyapa
"baru pulang ukh?"
sepersekian detik, otak sora mencerna kata-kata barusan. dia fikir, itu hanya khayalan yang muncul dari kepalanya yang memang sedang pusing. atau orang itu menyapa orang di belakang sora. sepersekian detik kemudian sora sadar bahwa sapaan itu ditujukan untuknya.
jelas-jelas dibelakang sora tak ada orang. jelas-jelas orang itu nyata berlalu dihadapan, bukan khayalan, jelas-jelas hanya sora seorang yang berpapasan dengan orang itu.
sepersekian detik kemudian, akhirnya sora menjawab dengan suara yang sedang. tidak pelan, tidak keras
"iya"
hanya tiga kata. dan sora berlalu meninggalkan orang itu.
pertemuan aneh.
orang itu, -yang sora tau kemudian- sepertinya penghuni kampus belakang, sepertinya satu organisasi eksternal, sepertinya aktivis di fakultasnya. dan sepertinya yang lain.
entahlah, sora berasumsi bahwa orang itu salah mengenali orang.
semoga saja.

Rindu yang menyatu

Dalam rinai hujan, 
rindu ku tersenyum, 
menjalin tiap rintiknya, 
lantas dihembuskan pada rindu mu. 
Dan kedua rindu menyatu

Purwokerto,6 desember 2012

Rabu, 05 Desember 2012

hujan..

 Bukankah wajah hujan seperti kota tua yang lesu? Seperti seseorang yang telah jenuh menghadapi dunia? Seseorang yang terlampau lama menelan berbutir-butir kenangan yang sama sekali tak diinginkan? Seseorang yang terlampau ingin menghanyutkan dirinya dalam ribuan tetes yang ingin pergi ke suatu waktu, jauh di suatu tempat yang tak berujung?

-----------
dari pelukis hujan

Kamis, 29 November 2012

Dia bernama Ukhuwah



Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali: "jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara".

Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji..


Dalam dekapan ukhuwah, jadilah orang yang mau berubah, mampu menerima kegagalan, bersedia membahas persoalan, bisa belajar dari orang lain, dan siap melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah.

Dalam dekapan ukhuwah, hindarkan diri dari kepengecutan dan mengeluhlah hanya pada Allah..

-dalam dekapan ukhuwah --salim A.fillah

 ukhuwah itu ada disini *di hati*

Rabu, 28 November 2012

apa ya judulnya?

terimakasih untuk mereka yang berhasil membuat semangat ini menyala lagi.
semangat mereka..
senyuman mereka..
wajah-wajah penasaran mereka..
celotehan riang mereka..
curhatan mereka..

"kakak lagi dimana? "
"mba lagi dimana?kita udah kumpul nih. jadi kan mentoringnya?"

"iya maaf de, mba otw nih.tunggu yaa"
kasak-kusuk, benerin jilbab, ambil tas, bergegas..
"kakak, kita tunggu di mbm yaaa TTDJ :)"


Dan saya tak bisa menyembunyikan senyum lebar ini dihadapan mereka.
tangan saling berjabat. senyum bertebar. celoteh menyeruak.

"mba bawa makanan ga?"
"mba aku mau curhaat"
"kakak punya waktu kosong kapan? mau ngobrol deh"


dan di dalam lingkaran itu, sesekali ada isak yang tertahan, ada suara yang tercekat, ada airmata yang nyaris mengalir. ah, mereka datang dengan gumpalan perasaan yang berbeda satu sama lain. dan masing-masing ingin meluapkannya pada saya.
kakak kalian yang bukan siapa-siapa
mbak yang bahkan kadang lupa nama kalian *ckckck*#piss de, sekarang mah udah inget  hehe


istiqomah ya de, doakan mba,kakak, atau apalah namanya bisa istiqomah juga. karena untuk istiqomah itu 
GAK Mudah


Rabu, 21 November 2012

aku rinduu sekali..

aku rindu mereka yang selalu membersamaiku
aku rindu masa kecilku, belasan tahun silam,
aku rindu berlari-lari mengejar capung jarum
aku rindu bisa tertawa lepas
aku rindu senyuman bangga ummi saat aku pulang membawa piala
aku rindu nasihat-nasihat abi
aku rindu bocah kecilku yang beranjak dewasa
aku rindu adik jagoanku yang sensitif
aku rindu kakak yang dulu

aku rindu makan siang di gedung lantai 4 beratapkan langit
aku rindu sahabat-sahabat kecil
aku rindu bermain kemping-kempingan
aku rindu curhat semalaman
aku rindu lomba lari menuju sekolah
aku rindu mengikuti kakakku main kesana kemari
aku rindu mereka
aku rindu masa kecil
aku rindu..

aku rindu mereka yang selalu membersamai.. selalu ada..
aku rindu warna-warni itu, aku rindu..

Senin, 12 November 2012

aku ikut bahagia

42 hari lagi sahabat kecilku akan melepas masa sendirinya. ah, bahagia itu membuncah menjadi haru. sebelumnya bahkan ku dengar satu persatu teman ku mulai menjejak dunia baru itu.
aku bahagia untuk mereka. beneran deh, bahagia banget. Meskipun didalamnya terselip perasaan gundah, rabb kapan ya aku bisa seperti mereka, menyempurnakan setengah dien nya dimasa muda, dalam rangka menjaga izzah dan iffah sebagai seorang muslimah.~

nah loh otak ku jadi berdebat nih:
Q : nikah muda? hmm, masih banyak targetan yang belum ku capai, masih banyak prestasi yang belum ku peroleh, masih banyak amanah yang belum sempurna, masa udah mikir kesana sih?
 A : hallo zai, semua itu bisa di capai juga kok walupun kamu udah masuk dunia baru itu.malah lebih nyaman karena kamu sekarang lebih terjaga

Q : temenku  bilang "heh ngapain sih nikah muda? bikin hidup lo terkekang tau"
atau " yaelah, masih jaman nikah muda? nyantai aja kali"
dan " gw mah pacaran dulu sampe ngerasa cocok, trus gw minta dia ngelamar gw deh"
A : haloo,kalau seperti itu alasannya aku sih gak setuju, nikah kan bukan main-main. bukan cocok atau gak cocok. bukan coba-coba pula. emangnya permen di coba-coba? kalo gitu mah mending disegerakan daripada jadi fitnah

Q: emang udah ada calonnya?
A: udah tuh. Lagi di simpan sama Allah sampai tiba waktunya

Q : Oke, sekarang mau kamu apa? bilang ke ummi sama abi gitu? atau diem aja? atau nanti ajalah gak ada planning, atau kuliah dulu selesaiin?

A: gatau. yang jelas sekarang mikirin kuliah AKM besok. dosennya kayanya galak, oya, besok pagi ada syuro. mending siapin materi yang mau disampaikan.
oke, pembahasan ditutup!!


"barakallahulakuma wabarakah 'alaikumaa wajama'aa bainakuma fii khoiir"
sahabat kecil, selamat ya udah menemukan seseorang itu. semoga dimudahkan prosesnya. semoga menjadi keluarga samara, semoga kita tetep bisa hangout bareng lagi yaa.
aku ikut bahagia. 
do'akan aku bisa sepertimu pada waktu, proses, dan saat yang tepat
entah kapan, ALLAH kan maha mengatur, Percaya saja pada-Nya :')


Jumat, 09 November 2012

Sahabat

aku punya tiga sahabat.
semuanya suka makan. semuanya suka jajan. semuanya suka wisata kuliner.
dan lambat laun aku pun terbawa mereka. alhasil pas idul fitri kemarin, teman ummi ku berkomentar gini
"aduh kamu sekarang gemukan ya? disana enak ya nak? pasti seneng ya disana?"
dan aku cuma bisa tersenyum simpul.
ini semua sedikit banyak karena kalian sahabat,
jangan kemana-mana ya, bersama kalian hariku jadi warna-warni :)

 they are : dinda, nisa, firdha 

Jejak

aku ingin memiliki jejak ku sendiri.
jejak yang kelak akan dikenang oleh orang-orang.
tentunya jejak kebaikan,
aku ingin ada yang bisa ku tinggalkan.
ketika aku sudah tiada nanti.
tentunya jejak yang menyenangkan.
aku ingin jejak-jejak itu terus ada
dan menjadi jejak penuh hikmah,
semoga.


Kamis, 08 November 2012

lirik nasyid Antara Dua Cinta

di playlist saya yang pertama pasti teman-teman akan mendengar sebuah nasyid jadul tapi easy listening banget. bukan nasyid yang paling saya sukai siih. tapi nasyid ini banyak kenangan nya, pas jaman-jaman SD . hehe mau tau lirik nya?
check it out!

Album : Kembara Cinta
Munsyid : Saujana

Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap barukan terasa
Bila hilang di dalam genggaman

Apa yang diburu timbul rasa jemu
Bila sudah di dalam genggaman

Dunia ibarat air laut
Diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan fatamorgana
Indah di mata namun tiada

Panas yang membahang disangka air
Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
Dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Kerana di situ tidak ku mampu
Mengumpul dua cinta

Hanya cinta-Mu
Ku harap tumbuh
Dibajai bangkai nafsu yang kubunuh

Rabu, 07 November 2012

Masih Tentang Hujan #1


Rai, disini Hujan lagi..
Main air lagi. 
Tertawa lagi.
Sudah berapa lamakah aku menantikan kehadirannya?
Hujan, ah menyenangkan sekali bermain-main dibawah rinai nya. Berlarian memeluk angkasa. Menadahi gemericiknya yang menyala.
Biru,, terang..
Ada satu damai yang hinggap. Menjalari sekujur jiwa ini.
Ada kerinduan yang menyalang. Merontokkan sendi-sendi yang mati
Hujan lagi. Main air lagi. Tertawa lagi.
Menatap butiran – butiran kecilnya. Menetes satu-satu membasahi jilbab putihku.
Rasanya tak ingin beranjak dari sini.
Damai itu menaungi kepalaku.
Lihat, bahkan aku menangis. Menangis dibawah hujan
Bukan menangisi hidup, bukan menangisi gertakan seseorang tadi sore
Tangisan ini, untuk kerinduan pada hujan,
Kerinduan yang layu bahkan mengering dan berguguran
Kerinduan yang terobati kala hujan datang.
Lihat, air mata ini bahkan tak ingin berhenti mengalir.
Biar sajalah. Biarkan ia luruh membersamai rintiknya yang semakin menderas
Luruh hingga bumi menangkapnya, menempatkannya bersama cinta
Hujan dan  Cinta.
aku cinta hujan.

----------------
Purwokerto 4 november 2012

Selasa, 06 November 2012

Ya Allah, maafkan kami..

Ya Allah, maafkan kami
Maafkan kami ketika hati-hati kami belum saling terpaut karena-Mu
Maafkan karena kami terlalu egois dan acuh pada saudara-saudara kami, saudara yang Kau persatukan dalam iman dan islam.

Ya Allah maafkan kami
Jika mata ini masih sibuk mengawasi hal-hal yang tak penting, sedangkan di suatu sudut, saudara kami tengah menitikkan airmata karena amanah cinta dari-Mu
Dan mata kami, tak jeli menangkap gurat sedih mereka.

Ya Allah maafkan kami
Jika tangan ini sering digunakan untuk melakukan hal yang sia-sia, padahal di sisi lain saudara kami sebenarnya tengah membutuhkan uluran kami dalam kerja dakwah ini.

Ya Allah maafkan kami
Maafkan kami yang tak kenal budi. Selalu memikirkan diri sendiri. merasa memikul amanah paling berat sedunia. Padahal masih belum ada apa-apanya dibanding amanah yang diterima oleh suri tauladan sepanjang masa. Rasulullah tercinta.

Ya Allah sungguh maafkan kami
Jika kami masih sering merasa iri, pada saudara-saudari kami yang Engkau beri kelebihan pada satu sisi.
Maafkan kami jika kami belum sempurna untuk berikhtiar menebarkan ‘cinta-cinta’Mu di bumi

Ya Allah maafkan kami
Jika kami masih merasa besar hati, merasa melakukan banyak hal di jalan ini. Padahal kami tahu, kami hanyalah seperti butiran pasir di lautan yang Maha Luas. Sesungguhnya Kami ini kerdil ya Allah.
Maafkan kami. Maafkan kami..
Ya Allah, jangan biarkan kaki kami berjalan menuju arah yang salah. Jangan biarkan tangan kami lemah untuk membantu saudara kami. Jangan biarkan mata kami buta terhadap permasalahan ummat. Jangan biarkan telinga kami tuli mendengar ajakan menyeru kepadaMu. Jangan biarkan  mulut kami diam dari menyebut namaMu. Jangan biarkan akal kami kosong dari mengingatMu. Jangan biarkan masa lalu yang tak baik menyergap masa depan kami. Jangan biarkan angan-angan menutup jalan menuju masa depan.
Ya Allah hanya kepadamu kami meminta dan menghiba..

----------------
Purwokerto, ahad 4 november 2012. 
37hari menjelang revolusi itu lagi

Selasa, 30 Oktober 2012

Mengemas Rindu


Biasanya, para pencinta selalu mengemas rindu mereka. Pencinta untuk apa dan siapa saja, rindu yang bagaimana saja. Kerinduan, adalah sebuah harta milik kita yang sederhana, namun artinya tak lebih sempit dari luas samudera. Kerap membawa keinginan tak sekadar beredar di khayalan. Namun kekuatan tekad untuk menjadikannya nyata. Mengemas rindu, menjaga cinta.
Kerinduanku, adalah akan hadirnya cinta. Seperti milik nabi Ibrahim, saat akan menyembelih anaknya. Seperti milik Ismail, yang mempersembahkannya hanya untuk Tuhannya. Seperti milik Yusuf, yang tak tergoyahkan oleh Zulaikha. Seperti milik mereka, dan mereka yang lain yang juga pencinta.
Kerinduanku, adalah akan kekalnya cinta. Tak seperti mereka yang menjualnya lantas mengatakan bahwa itu adalah pengorbanan. Tak seperti mereka yang menjadikannya harta namun diam-diam merusaknya. Tak seperti mereka yang menginginkannya hadir namun tak peduli lantas meninggalkannya.
Biasanya, para pencinta tak pernah lupa mengemas rindu mereka. Sebab pintu hati selalu terbuka kapan saja tanpa bisa dipegang kuncinya. Karena kita tak kuasa. Sebab bila tidak, ia akan mudah tergantikan begitu saja. Tanpa tahu alasannya.
***
Sebagai manusia, seringkali kita korbankan waktu dan tenaga sia-sia, untuk mengemas rindu yang tak ketahuan adanya, yang bukan rindu sebenarnya. Kerinduan itu disimpan baik-baik dalam hati, tak ingin ia lekas pergi. Sebab bila kerinduan itu hilang, maka cinta yang selalu diharap itu tak pula datang.
Kerinduan akan tahta, mengantarkan kita untuk menghamba pada dunia. Tak pernah puas, walau sudah melibas semua yang tertindas.
Kerinduan akan harta, menyebabkan kita buta. Tak peduli mengambil punya siapa, yang penting diri tak menderita.
Kerinduan akan cinta manusia, membawakan sengsara. Sebab yang ada hanya kecewa, kalau cinta tak dibalas cinta.
Bagaimana dengan milik kita?
Kalau setiap harinya selalu kita memuja yang fana. Tanpa menyadari bahwa Ia ada, melihat apa yang tak kita lihat, mengetahui apa yang tersembunyi, menguasai seluruh isi hati.
Kalau setiap saat kita tak pernah lalai mempersembahkan cinta, bukan untuk-Nya, melainkan untuk sesuatu yang tak bisa memberikan apa-apa. Juga tak punya kuasa.
Kalau hidup ini kita persembahkan untuk melayani mereka yang tak bisa memberi. Kalau rindu itu kita persembahkan untuk sesuatu yang hanya bisa menyakiti.
Lalu, untuk siapa kita mengemas rindu? Pernahkah kita mengemas rindu ini untuk-Nya? Apakah kita selalu menjaga cinta ini agar selalu berlabuh pada-Nya? Sedangkan hati ini selalu penuh akan sesuatu, entah apa itu.
Lantas, rindu itu untuk siapa?
DH Devita

(eramuslim.com)

Tentang Tiket


Mungkin pagi itu saya menjadi pembeli yang paling menyebalkan.haha..
ah ya, bagaimana tidak, pagi itu saya sedikit tergesa berlari menuju loket pemesanan tiket kereta. antrian cukup panjang. 
sepagi itu angkot yang saya naiki tidak mau bekerjasama. jalannya super lelet, sering berhenti-berhenti. saya kebas, mengusap wajah. dalam hati berbisik " coba ada mobil polisi atau mobil ambulance, mau nebeng biar cepet sampe"
sayangnya sama sekali tidak ada mobil ambulance apalagi mobil polisi. kota itu damai-damai saja :)

setelah tiba di stasiun, saya sibuk mondar-mandir. melihat jadwal kereta (yang sebenernya sudah hafal). melihat kalender di hp. melihat jadwal lagi. melihat kalender lagi. Lantas saya menuju meja khusus untuk mengambil kertas pemesanan. setelah memastikan tanggal dan merk eh jenis kereta yang akan saya naiki, saya mantap menulis di kertas formulir itu. kemudian menuju antrian yang lumayan panjang.

30 menit berlalu tanpa terasa, saya "tiba" juga di depan mbak mbak penjaga loket. dia sedikit jutek.
kemudian saya memasukkan formulir lewat bolongan kecil di bawah kaca
mbak dengan make up tebal itu membaca sekilas lalu mengetik-ngetik di komputer yang ada di hadapannya,
"mbak tiket kereta XXX  buat tanggal segini udah abis"
"yah mba, kok bisa? (pertanyaan aneh,mana tau lah mba nya)
" ya gak tau saya mba"
"kalo kereta ZZZ masih ada yang kosong gak mba?"
"sebentar, (mengetik-ngetik lagi) gak ada mba abis juga .. (dengan tampang yang hampir nyebelin.)
mba nya mending cek dulu di customer service sana nanti antri, kesini lagi"

waa semena-mena banget. gak terima saya udah antri hampir setengah jam tanpa hasil. sayangnya lgi saya gak bawa temen buat bantu "berdiri" jagain tempat saya selagi saya ke CS.
"Maaf mba, minggir dulu, saya layani yang lain dulu" kemudian mba itu tersenyum ke pembeli tiket di belakang saya bapak-bapak  berusia sekitar 40an.
(looh, tadi pas saya dateng perasaan gak di senyumin)
baiklah saya menyingkir, berlari ke ruangan CS . memanggil mbak-mbaknya yang pas saya masuk lagi gak duduk di tempat. bertanya ini itu.  setengah panik. takut gak bisa pulang (saat itu 7 hari menjalang hari raya) lantas tersenyum saat mbak nya bilang kalo masih ada tiket kereta YYY dan MMM yang tersedia. mengucap terimakasih, menyambar brosur jadwal perjalanan kereta. berlari lagi menuju antrian yang terlihat semakin memanjang.

pagi itu kasabaran saya di uji.

kembali bergabung dengan antrian yang panjang. memijiy-mijit kaki. memeriksa dompet. memastikan uangnya cukup. buka hp. memastikan tak ada sms atau panggilan. memeriksa tas. mengambil pulpen. persiapan kalau di formulir nanti ada yang diganti. melipat formulir kosong buat cadangan. melihat kanan kiri. diam.
stelah hampir empat puluh lima menit, saya kembali ada di depan mba-mba penjaga loket itu lagi.
"nih mba" menyodorkan formulir.
mba itu mengetik-ngetik.
" mba barusan aja kereta ini juga udah abis "
"yah mba, gak ada yang ngebatalin gitu, atau kereta MMM coba liat mba"
mengetik-ngetik lagi
" abis mba " (oke sekarang mba nya terlihat menyebalkan)
"yah, kalo kereta MMM yang buat sehari setelah tanggal di formulir ini gimana mba?"
(setengah cemberut) mengetik-ngetik " abis juga mba. mba udah udah ke CS belum sih, tanya dulu disana. disini cuma buat pesen, kalo mau tanya-tanya disana"

(sekarang mba nya terlihat sangat sangat menyebalkan)
"saya juga mau pesan mba.bukan cuma nanya nanya. kalo saya kesana lgi, saya antri lagi 45 menit. saya buru-buru mba.mau kuliah"
"ya udah kesini lagi besok aja."kata mbaknya.

ya ampuun. sabar sabar. lantas saya pergi dari hadapan mba yang super duper jutek itu, kembali ke ruang CS. bertanya banyak hal. panik lagi. tersenyum lagi.

ternyata masih ada tiket yang tersisa, tapi tiket kereta yang harganya 'agak maha' l.beda kelas.
baiklah. demi apapun. demi pulang kerumah. demi ketemu keluarga. demi menyambut hari raya di rumah. dengan sangat terpaksa saya membeli tiket 'agak mahal' itu.

kembali antri di loket yang berbeda. hanya lima menit. tiket sudah ditangan. mas - mas yang melayani nya tersenyum ramah. menjelaskan panjang lebar. dan mengucap terimakasih. saya yang diperlakukan sopan seperti itu mau tak mau ikut tersenyum dan berterimaksih.
akhirnya tiket pulang sudah ditangan.

sepanjang perjalanan pulang saya melamunkan banyak hal. apakah gender mempengaruhi tingkat 'kejutekan' seseorang? apakah mbak-mbaknya hanya "tersenyum" saat melayani laki-laki dan orang yang lebih tua? apakah mbak-mbaknya selalu jutek saat melayani 'remaja perempuan' seperti saya?
apakah mas-masnya hanya tersenyum saat melayani 'remaja perempuan' seperti saya? apakah mas-mas lebih profesional saat bekerja di banding mbak-mbak itu?
apakah mbak-mbaknya lagi ada masalah? apakah mas-masnya lagi gak ada masalah?

haha pertanyaan gak penting sedunia. bukan urusan saya lagi. yang penting saya bisa pulang. dengan tiket kereta ditangan. tiket yang akan membawa saya melihat senyum dua malaikat saya di rumah :) :)
membayangkan senyum mereka, kesal saya hilang seketika


Senin, 15 Oktober 2012

pagi yang melankoli

pagi yang melankoli. airmata ini tak habis berurai. entah apa pasalnya. semua terasa kosong. datar. hampa.

sebuah tulisan pagi ini yang membuatku menangis. menangis saja. tanpa bisa tertahan lagi. tangisan yang tersimpan beberapa minggu terakhir. keputusasaan, keraguan, ketersendirian. mungkin?
entahlah.
 
 
mba chat: "semoga militansi dan semangat kita tidak hanya berpendar pada apa-apa yang kita sukai dan mudah melakukannya,
tapi juga pada apa-apa yang kita sukai namun sulit,
dan bahkan pada apa-apa yang kita tidak sukai serta perlu berpeluh melakukannya
selama kita yakin pada setiap ujungnya ada kebaikan yang Allah simpan, bertahanlah!"
 
 
  • karna, menjadi hamba kecintaan-Nya

    yang dirindu surga

    tak perlu membuatmu harus menjadi matahari

  • mba chat
     kondensasi uap air tak selalu berakhir dengan hujan,
    namun tetesan air yang terus-menerus mungkin saja melubangi batuan


  • sora-ayano :  makasih mba chat

  • mba chat:   buat apa de?

  • sora - ayano :  tulisan ini. #menyeka airmata (betulan)

  • mba chat :  “Tangan Allah berada di atas jamaah."
    “Berjamaah itu adalah rahmat, dan berpecah-belah adalah azab"
    “Hendaklah kamu hidup berjamaah, dan janganlah kamu hidup berpecah-belah, karena sesungguhnya setan akan bersama orang yang sendirian, dan dia akan berada lebihjauh dari dua orang. Barangsiapa yang ingin merasakanhembusan angin surga, maka hendaklah dia melazimkan hidup berjamaah.”

  • mba chat :  de sora-ayano ..sini bergenggaman eraat :')

  •  mba chat : berbeda dengan komputer yang akan hang ketika kelebihan beban, manusia justru akan semakin berkembang dengan setumpuk persoalan yang dihadapinya. tentu, dengan syukur dan berprasangka baik sebagai kuncinya.. 
    percaya, tidak ada beban yang melampaui kapasitas pundakmu!


  • sora-ayano :  te-ri-ma-ka-sih-ba-nyak. tulisan ini, pagi ini, sangat membantu. pemahaman baru.

  • mba chat :  Seekor kupu-kupu bertanya pada ilalang
    :apa makna hidup bagimu?
    ilalang menjawab dengan lugu
    hidup bagiku adalah
    tetap kokoh di atas keringnya tanah#

  • sora-ayano : sayang mba Chat dan mba is  selalu karna Allah

  • mba chat :  Allah, tolong jaga tiap jengkalnya..tolong jauhkan apapun yang membuatku semakin berjarak dengannya.. dekatkan apapun yang membuatku semakin sayang padanya.. 
    buat aku selalu jatuh cinta..karena mencintainya sepenuh jiwa, berarti mencintai-Mu di atas segalanya.. 
    menjadikan Al Qur'an kawan dekat sepernafasan

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...