22 Desember 2016
Tak ada puisi, tak ada hadiah, tak ada ucapan selamat hari ibu seperti yang biasa ku berikan, mungkin lebih tepatnya tak sempat terpikirkan.
Pekan ini pekan yang melelahkan, menguras tenaga, uang dan pikiran.
Pekan ini aku dua kali masuk ugd, empat kali singgah di dua rumah sakit yang berbeda
Kalau sudah begini, aku benar-benar tidak suka frasa rumah-dan-sakit.
Rumah untuk orang sakit. Ah~
Wara wiri rumah sakit sudah pasti yang paling repot ya umi sama abi.
Abi adalah ayah siaga yang sigap mengantar ku ke ugd rumah sakit terdekat, dan umi? Jangan ditanya seberapa besar rasa sayangnya, ia yang rela mengantarku kemana-mana, jua memastikan keadaanku berulang kali.
Hari ibu?
Ia jadi saksi ketangguhan umi, kasih sayang yang mengalir tanpa putus, ia jadi momen dimana pena ku semakin sulit merangkai bait aksara untuknya.
Cukuplah tanggal dua puluh dua di tahun ini menjadi pengingat bagiku bahwa ada sosok bidadari yang telah Allah kirimkan untuk membersamai hari-hari
Semoga ia selalu sehat, bahagia, cukup rezeki, berlimpah kasih sayang dan terus mencintai kami tanpa batas.
Aku ingin sehat,umi :')
Aku sayang umi karena Allah
Sabtu, 24 Desember 2016
Selasa, 25 Oktober 2016
Di Permukaan
she waited for the train to pass. then she said. "i sometimes think that people's heart are like deep wells. Nobody knows what's at the bottom. All you can do is imagine by what comes floating to the surface every once in a while"
-Haruki Murakami
Sedikitpun, tidak ada yang tahu isi hati manusia. Apa yang kamu lihat selama ini mungkin hanya setitik di permukaannya saja. Seperti lautan.
Kamu hanya bisa melihat ombak dan buih yang mengalir perlahan-lahan. Tanpa tau ada apa dikedalaman. Bisa jadi tersimpan mutiara mahal, atau mungkin hewan-hewan menakutkan. Selebihnya entahlah.
Tak ada yang bisa menduga-duga.
Begitupun manusia. Pagi hari menangis sesenggukan, siang nya bisa tertawa riang. atau tertawa riang padahal menyimpan kesedihan yang mendalam. Tak ada satu pun yang tau..
Maka takperlu ribut soal perasaan seseorang. Cukup yakini saja, apa yang ia tampilkan adalah apa yang ingin dilihat orang. Maka ketika ada seseorang memberi usaha terbaiknya untuk membuatmu tertawa, setidaknya berikan usaha terbaikmu untuk tidak membuatnya bersedih.
begitu kira-kira..
---------------
kantor, 25 oktober 2016
Sabtu, 15 Oktober 2016
Biarlah Doa..
sore kemarin, kulihat senja yang muram, dan wajah-wajah letih yang merindukan pulang.
Setiap sore rutinitas sepulang kerja adalah menempuh perjalanan yang sama, dengan angkutan kota yang sama, dan penumpang yang sama. yap aku hampir tertawa setiap kali memasuki angkutan kota dan mendapati wajah-wajah letih yang sama seperti hari sebelumnya. seperti film pendek yang diputar berulang-ulang dengan momen yang itu-itu saja.
Baru kusadari, menjemput rezeki memang takmudah. semua sama tantangannya. sama ujiannya. bekerja di kantor full ac, atau mengais rezeki di pinggir jalan. Menjadi direktur, atau menjadi pedagang asongan ; Sama.
yang membedakan hanya kadar syukur dan sabar yang menyertai langkah kita.
seluas apa samudera hati yang dimiliki,
setegar apa bahu kita kala harus menerpa hujan, menerpa angin dingin. atau berjalan sendirian,
Jadi, biarlah doa menyertai setiap usaha kita untuk selalu bekerja karena-Nya, sebagai ikhtiar menjemput rezeki dan menjemput takdir-Nya.
Biarlah doa menjadi penghubung kita dengan Dia, yang takpernah alpa dalam mengatur urusan hambanya.
--------------
rumah, 15 Oktober 2016
selepas hujan.
Jumat, 02 September 2016
Menjaga Diri
Di kota yang gemerlap ini, amat terasa beratnya menjaga iffah, izzah dan idealisme yang sedari dulu kudekap erat.
Sayang nya, seringkali mereka -lelaki- yang datang sekedar memanggil-manggil nama, mengajak bercanda atau menggoda adalah orang-orang yang paham agama, yang ku yakini betul selalu menjaga lingkaran kecil mereka.
Jika mereka hanyalah laki-laki biasa, tentu aku mafhum, dan bersikap biasa menghadapinya.
Sayangnya, mereka yang (harusnya) ku kenal sbg orang yang tawadhu, pandai menjaga lisan dan akhlaq, justru kalah dengan dua pria bule yang tadi sore berpapasan denganku di jalan kompleks perumahan, yang tersenyum ramah menyapa, "sore" dan aku pun membalas sapaannya dengan baik pula. Setelah itu, selesai. Tak ada basa basi yang menyertainya.
Ada ketakutan yang hinggap dan selalu menghantui hari hari disana. Jam delapan pagi sampai lima sore, ber titel anak magang, apa lagi yang bisa kulakukan selain mengharap padaNya?
Agar selalu istiqomah menjaga ketaatan padaNya.
Agar tak tunduk pada nafsu dunia.
Agar punya tekad sekeras baja, dan hati seluas samudera.
Untuk menjagaku agar kokoh, tak goyah.
Untuk mengajariku menyediakan ruang penerimaan yang lapang
"Aku hanya ingin menjadi diriku yang selalu terjaga diantara duri-duri. Seperti mawar : Indah, namun taksemua orang mampu memetiknya."
--------------------
Pulang kerja~
Agar selalu istiqomah menjaga ketaatan padaNya.
Agar tak tunduk pada nafsu dunia.
Agar punya tekad sekeras baja, dan hati seluas samudera.
Untuk menjagaku agar kokoh, tak goyah.
Untuk mengajariku menyediakan ruang penerimaan yang lapang
"Aku hanya ingin menjadi diriku yang selalu terjaga diantara duri-duri. Seperti mawar : Indah, namun taksemua orang mampu memetiknya."
--------------------
Pulang kerja~
Kamis, 23 Juni 2016
Bahagia itu sederhana
hujan, ba'da shubuh..
disaat yang lain memilih kembali naik ke atas kasur dan merapatkan selimut, aku lebih memilih menepi bersama sebuah buku. sambil menyalakan laptop, dan menyetel murottal.
padahal tadi saat al-ma'tsurat an bareng mata ini terasa berat sekali, tapi setelah selesai entah kenapa kantuk itu tetiba menghilang.
memang akhir-akhir ini jam tidur ku sungguh kacau, lagi-lagi tidur hanya 3 jam, bangun jam setengah dua, mendengarkan hujan yang turun cukup deras. lalu bercerita panjang lebar pada-Nya. lantas menyiapkan santap sahur. hari ini adalah waktu piket masak untuk ku. kalau dihitung-hitung, sudah piket masak yang ke-4 kali jika dihitung dari awal ramadhan. lucu sekali, dulu aku mengatakan pada semua orang kalau tahun ini aku ingin ramadhan full dirumah, setelah beberapa tahun yang lalu selalu merasakan ramadhan di kampus. tapi Allah memang maha perencana, nyatanya sampai hari ke delapan belas ramadhan aku masih di kota perantauan ini, menunggu jadwal yudisium yang jatuh pada hari jumat nanti.
btw, ada kejadian lucu pas shalat tarawih tadi malam. lagi-lagi kedapatan imam yang bacaan nya super cepet. anak kosan ber-7 lagi-lagi gak bisa menahan tawa.
if yang selalu ketinggalan gerakan shalat, batal terus gegara gak bisa nahan tawa "duh ga kuat," dia terkikik sambil memegangi perutnya.
sel, dan syah yang berdiri berjajar juga kuat-kuat menutup mulutnya setelah salam
chi bilang "ih capek mba, kaya lagi senam" lantas ia tertawa
nul, malah keluar shaf dan berdiri di paling belakang, ketinggalan shalat juga
aku dan ern shalat tapi sama sekali gak fokus.
kita celingak-celinguk tapi ibu-ibu lain pada biasa aja. ah akhirnya daripada dosa karna main-main dalam shalat, aku,nul dan syah memilih pulang dan shalat tarawih berjamaah di kosan, mengulang dari awal. sedangkan yang lain masih bersetia di mushola.
pukul delapan mereka pulang dan lagi-lagi meledak lah tawa mereka.
"mba, bayangin aja masa cuma baca yaasiin langsung takbir rukuk"
"iya mba, trus di rakaat yang lain, cuma baca alif laam miim. setelah itu rukuk"
kita ketawa barengan deh, haha.
bahagia itu sederhana
sesederhana menertawai hal-hal absurd dalam hidup.
btw, ada kejadian lucu pas shalat tarawih tadi malam. lagi-lagi kedapatan imam yang bacaan nya super cepet. anak kosan ber-7 lagi-lagi gak bisa menahan tawa.
if yang selalu ketinggalan gerakan shalat, batal terus gegara gak bisa nahan tawa "duh ga kuat," dia terkikik sambil memegangi perutnya.
sel, dan syah yang berdiri berjajar juga kuat-kuat menutup mulutnya setelah salam
chi bilang "ih capek mba, kaya lagi senam" lantas ia tertawa
nul, malah keluar shaf dan berdiri di paling belakang, ketinggalan shalat juga
aku dan ern shalat tapi sama sekali gak fokus.
kita celingak-celinguk tapi ibu-ibu lain pada biasa aja. ah akhirnya daripada dosa karna main-main dalam shalat, aku,nul dan syah memilih pulang dan shalat tarawih berjamaah di kosan, mengulang dari awal. sedangkan yang lain masih bersetia di mushola.
pukul delapan mereka pulang dan lagi-lagi meledak lah tawa mereka.
"mba, bayangin aja masa cuma baca yaasiin langsung takbir rukuk"
"iya mba, trus di rakaat yang lain, cuma baca alif laam miim. setelah itu rukuk"
kita ketawa barengan deh, haha.
bahagia itu sederhana
sesederhana menertawai hal-hal absurd dalam hidup.
btw lagi, bahagia itu kalau makanan yang kita masak habis tak bersisa. tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu ada makanan tersisa diatas meja, alhamdulillah.. pagi ini, satu panci sayur dan satu mangkuk lauk yang aku buat ludes. aku jadi tau perasaan semua ibu di dunia, ketika melihat makanan yang mereka masak habis. rasanya bahagia sekali. satu jam berkutat di dapur, mengetuk satu persatu pintu kamar membangunkan untuk sahur, terbayar lunas dengan hanya melihat panci dan mangkuk yang kosong setelah isi nya dilahap penghuni kosan.
bahagia itu sederhana..
sesederhana melihat makanan yang kita masak, habis dimakan orang lain.
dan kamu, teman.. berbahagialah dalam setiap jejak yang terentang dihadapan. berbahagialah atas hal-hal kecil yang kelak mencipta sebuah kenangan.
--------------
Purwokerto, 23 Juni 2016
Senin, 13 Juni 2016
Alhamdulillah :')
alhamdulillah :')
hanya kata itu yang bisa terucap ketika dosen memanggil ke ruangan dan mengumumkan kelulusan ujian pendadaranku.
selebihnya.. seperti ada ribuan beban yang terlepas dari pundak. ada haru yang menyeruak. bahagia mah pasti. tapi..mau peluk siapa? mau berurai airmata di pundak siapa? haha ;') :')
kalo kata tere liye :
percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita lagi sedih banget tapi nggak ada satupun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi bahagia banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut.”
iya. bener banget. saat keluar ruangan, gak ada satupun yang bisa aku ceritain tentang kebahagiaan yang meletup-letup, tentang perasaan was-was saat dikatakan tidak akan lulus. saat berkali-kali disuruh keluar untuk mencari jawaban ke adik kelas. saat sekuat tenaga menahan tangis di depan banyak orang. Seperti ada sesuatu yang hilang~
ah sudahlah akhirnya langsung telpon umi saja, mengabarkannya sampai tercekat menahan tangis. nun jauh disana, ku dengar lirih ucapan alhamdulillah, setelah itu ada jeda sebentar. aku tau.. kita sama-sama sedang menguasai perasaan masing masing.
lantas pertanyaan itu terucap lagi "jadi mau pulang kapan?" ah umiiiii.. ingin peluk umi saat itu juga.
alhamdulillah :')
terimakasih ya Allah, dan orang-orang yang sudah berbaik hati menyebut namaku dalam doa-doa mereka.
kalo kamu bilang aku ini terlalu perasa atau terlalu mengobral airmata.. yah kamu juga nanti akan merasakannya sendiri. ini perjuanganku. lima belas bulan berurusan dengan tugas akhir. lima belas bulan menahan-nahan diri untuk gak naik gunung :'). lima belas bulan menahan-nahan diri untuk bersabar dan terus berusaha. lima belas bulan menahan-nahan perasaan saat melihat upacara wisuda tanpa ada aku disana. lima belas bulan menahan-nahan perasaan saat satu persatu berpamitan dan menjinjing koper ke kota asalnya.
nanti kamu akan merasakannya sendiri. betapa buah dari perjuangan itu amat manis.
seperti hari ini...
dan semoga nanti,
perjuangan untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala, semoga berbuah manisnya surga :')
.
Kangen kalian teman-teman. Aku sendirian nih, ga ada yang nyambut aku setelah keluar ruang pendadaran huhu. Kalian kangen aku gak sih? :')
---------------
Purwokerto, 13 Juni 2016
Rabu, 08 Juni 2016
Tarawih Kejar Tayang
Ramadhan day #1
Kali ini saya mau cerita tentang shalat tarawih yang dilaksanakan di mushola belakang kosan. Ramadhan hari pertama, berarti shalat tarawih yang kedua. Awalnya saya sama anak kosan udah planning tempat shalatnya. untuk pekan pertama, kita mau shalat isya sekaligus tarawih di masjid besar dekat kampus belakang, pekan kedua di masjid kampus, dan pekan ketiga di mushola belakang kosan. Tapi berhubung ada banyak hal, anak kosan akhirnya lebih milih shalat di mushola belakang kosan dengan alasan lebih dekat. Tarawih pertama saya tidak ikut karena tetiba sakit. Entah kenapa akhir-akhir ini sering banget sakit, padahal udah ga sibuk organisasi lagi. Saya pun melewatkan tarawih pertama di ramadhan kali ini. Esoknya, alhamdulillah sudah sehat, dan bisa ikutan shaum di hari pertama. dengan semangat, kali ini saya tidak ingin melewatkan shalat tarawih bareng anak kosan. Selepas maghrib berjamaah di kosan, kita siap-siap dan berangkat bareng ke mushola belakang.
Shalat isya, berlangsung seperti biasa. Hanya saja tidak diberi waktu untuk shalat sunnah ba’da isya. Tetiba langsung aja imam berdiri buat memulai tarawih.
Baru juga imam takbiratul ihram, saya yang lagi betulin bawahan mukena kaget banget..
Hah, alfatihah nya udah selesai?
Saya pun langsung takbiratul ihram, baru mau baca alfatihah, eeh udah takbir mau ruku’
Baru mau ruku, eh udah i’tidal
Baru mau i’tidal, eh udah sujud
Baru mau sujud, eh udah duduk diantara dua sujud
Begitu seterusnya.. saya SHOCK....
Sampai salam, saya masih percaya gak percaya. seriusan udah selesai? Tadi shalat apa ada kereta lewat? Ckck
Dua rakaat selanjutnya, saya mencoba untuk ber adaptasi. Dengan cara ya kalo imam takbiratul ihram, saya buru-buru ikut. Gak lagi pake acara betulin mukena atau yang lainnya.
Tapi, teteeep aja ketinggalan.
Haha, bayangin aja, shalat 23 rakaat Cuma berlangsung dalam waktu 30 menit. Jam 8 malem udah selesai. Bacaan surat nya dibaca SEKALI NAFAS. Bacaan surat pilihan di rakaat pertama selalu surat pendek juz 30. Bacaan surat di rakaat kedua selalu surat al-ikhlas. Bacaannya super ga jelas, baru mau mencerna : ini sih imam baca surat apa ya.. eh tau tau udah takbir. Begitu terus.
Kalo saya yang denger bacaan nya jadi gini : bismillahirrahmaanirrahim. Alhamduzxbnshdjkslksjlsllskiwoqp waladhdhoolinxxxmxnxzqwlpfgh waladhdhooliin. . aamiin.
Bismillahirrahmaanirrahim, innaa a’thoina mmxcsbnxznbdhbzvzcx hual abthar
Ya allah tarawih kejar tayang. Super kejar tayang. Ini bener-bener pengalaman pertama saya ikutan shalat kaya gitu. Otak saya otomatis jadi keingetan sebuah video yang pernah beredar dimana ada jamaah shalat yang super cepet bin kilat. Kalo inget itu saya jadi pengen ketawa sendiri. Dulu saya cuma bisa liat video itu doang, seh ekarang bener-bener mengalaminya.
Sungguh, shalat gak ada khusyu nya sama sekali. Ada rasa kesal karena gak bisa menikmati shalat, (ya allah maaf..) ada rasa lucu juga karena inget bacaan imamnya yg kaya lagi baca mantra dan gerakan super cepetnya yg kaya lagi senam.
Sampe pulang ke kosan, masuk gerbang, meledak lah tawa kita semua.
“ya allah mba, absurd banget. Aku gamau shalat disitu lagi”
“ane yang penting baca alfatihah loh tadi”
“aku gak nyangka..”
“ih kemaren imamnya gak kaya gitu tau..”
"aku mah takbisa berkata kata hahay"
Dan kita cuma bisa ketawa miris. Ah tarawih kejar tayang. Apa sih yang kamu kejar, mam? (imam)
Besok tetep puasa kok. Ramadhan tetep sebulan kok. Lebaran gak akan pindah jadi bulan depan kok.
Mushola juga gak akan tetiba bergeser ke baturraden kan kalo sholatnya lama? Jamaah juga gak akan kabur kalo bacaan shalatnya pelan-pelan.
Apa sih yang kamu kejar, mam?
--------------
Ramadhan ceria, 6 juni 2016
Sabtu, 04 Juni 2016
#LagiKangenAja
"Di zaman sekarang
ini. janganlah sibuk mencari-cari keteladanan.
Tapi jadikan keteladanan itu ada dalam diri kita.
Maka
poros pertama adalah pembinaan diri”
pulang mengisi GMT (great muslimah training/dauroh kemuslimahan ) tingkat II eksak di biologi, saya termenung cukup lama. memikirkan tentang regenerasi kampus, tentang kewajiban berdakwah, tentang kekhususan dakwah muslimah, juga tentang amanah saya selama dikampus.
suasana itu, suasana yang sejujurnya sangat saya rindukan.
entah kapan terakhir kali saya berkumpul dengan perempuan-perempuan hebat seperti mereka.
yang jelas, ada kebahagiaan tersendiri ketika bisa kumpul dengan sesama perempuan, berbagi cerita, apa saja, tertawa sebebasnya, menggali hal yang acap kali tak biasa.
saya kembali termenung, mungkin jiwa saya memang bukan di siyasi, mau dipaksakan sekeras apa pun, tetap saja tak ada nyaman yang sama. tak ada rasa ingin berlama-lama. walau saya masih bersetia bertahan disana, semata-mata hanya karena ingin menuruti perintah-Nya, walau bisa dikatakan saya cinta, hanya saja porsinya benar-benar berbeda.
Tentang regenerasi kampus, dakwah akan digilirkan dan terus digulirkan. hari ini adalah masa nya adik-adik angkatan.
saya? sudah habis masanya. sudah saatnya beralih mengisi pos-pos yang lain. dakwah itu harus dinamis, tidak stagnan.
kalau saya adalah cetakan mba dan mas kakak angkatan dulu. maka adik-adik yang sekarang adalah hasil cetakan saya dan teman seangkatan.
bagus atau tidak nya kondisi mereka sekarang, sebenarnya tak lepas dari pola didikan kita juga
Tentang dakwah muslimah, ah memang unik. se unik pertanyaan - pertanyaan mereka yang sering terlontar dalam forum-forum kemuslimahan.
"mba boleh ngga jabat tangan sama bapak bapak?"
"mba gimana sih cara menjaga hati?" *dueeng
"kalo aku lagi haidh boleh gunting kuku gak?"
"mba mencintai dalam diam itu emangnya boleh?" *Zzzz
Akhirnya saya sampai pada sebuah kesimpulan.
kita tak bisa memilih dengan siapa dan dimana kita akan memegang amanah dakwah, namun kita bisa memilih apakah ingin menjalaninya dengan sepenuh cinta atau meninggalkannya begitu saja
kalau aku, pilih yang pertama :)
***
*rindu forsil adk 2011
ekspedisi dakwah kampus 2015, instruktur tekad 3, mabit, jaulah, rihlah, syuro, dinner akhwat, hujan-hujanan, riweuh ala ibu-ibu, rumpi berkualitas :p,
kalo boleh sombong B) forsil adk '11 udah kompak bgt. mirip-mirip angkatan 2009. mau anak dakwiy, siyasi, ilmi, terkenal atau jarang keliatan eksak atau sosial, sibuk engga sibuk, kalo disuruh A mereka ikut, diminta B, mau bantuin. diajak C mau dateng. karena dakwah bukan milik segelintir orang saja, tapi menjadi kewajiban bersama
tuh kan kangen :')
maafkan kalo akhir-akhir ini lagi super melankolis. *SindromDipamitinMulu
----------------
Purwokerto, 4 Juni 2016
Senin, 16 Mei 2016
Bawa Aku (kembali) Padamu
Hatiku mulai risau ditampar kerinduan yang mendalam
Jiwaku mulai kehilangan keberanian yang seharusnya kokoh menghujam
Jiwaku mulai kehilangan keberanian yang seharusnya kokoh menghujam
Ragaku mencari kemana bisa temukan pelepas dahaga akan nyanyian binatang malam
Jua kerlip lampu kota yang berpjar dalam kegelapan
Jua kerlip lampu kota yang berpjar dalam kegelapan
Aku merindukan menghidu udara sejuk tanpa debu
Aku merindukan nafas yang tersengal berderu
Aku merindukan hawa dingin membeku
Aku merindukan derasnya aliran darahku
ketika menggapai kabutdini hari
lalu menjejakkan kaki ini ke tepian tebing dan jurang
menerobos pepohonan,rerumputan dan alang-alang
merasakan angin yang bertiup kencang,
menghadirkan gigil dipenghujung petang
jua kebersamaan dalam pendakian
slamet, sindoro, papandayan, lawu, prau,merbabu
aku rindu rebah di pelukan puncak-puncakmu
atau gede pangrango dengan mandalawangi yang merekah mewangi
atau semeru dengan ranukumbolo yang tersohor di penjuru negeri
atau argopuro dengan kisah rengganis yang manis namun mistis
Aku merindukan nafas yang tersengal berderu
Aku merindukan hawa dingin membeku
Aku merindukan derasnya aliran darahku
ketika menggapai kabutdini hari
lalu menjejakkan kaki ini ke tepian tebing dan jurang
menerobos pepohonan,rerumputan dan alang-alang
merasakan angin yang bertiup kencang,
menghadirkan gigil dipenghujung petang
jua kebersamaan dalam pendakian
slamet, sindoro, papandayan, lawu, prau,merbabu
aku rindu rebah di pelukan puncak-puncakmu
atau gede pangrango dengan mandalawangi yang merekah mewangi
atau semeru dengan ranukumbolo yang tersohor di penjuru negeri
atau argopuro dengan kisah rengganis yang manis namun mistis
aku ingin bertandang menjejak keabadianmu
maukah suatu hari, bawa aku padamu?
Pada dingin petang dan hangat siang mu
maukah suatu hari, bawa aku padamu?
Pada dingin petang dan hangat siang mu
Yang selalu aku rindu sepanjang waktu
-------------------
Purwokerto, Awal malam, 14 mei 2015
-------------------
Purwokerto, Awal malam, 14 mei 2015
Jumat, 13 Mei 2016
Smartphone, hidup dengan atau tanpa (dia)
Tadaaaa....
Ini adalah hasil rangkuman materi perpajakan yang saya buat
selama sehari penuh. Alhamdulillah sudah selesai. Belajar versi saya ya begini,
merangkum pake spidol warna warni. Sesekali ada gambar-gambar iseng didalamnya,
dan sambil dengerin radio atau murottal dari hp biasa. Hp biasa loh yaa yang
bunyinya ctek ctek kalo lagi ngetik. Seru. Gak bosen. Betah duduk lama, bareng teman
setia saya : kalkulator, spidol dan kertas kosong (sebenernya kertas
revisian.anti mainstream dikit :p )
Kalau lelah, istirahat sebentar main sudoku. Game bawaan
satu-satu nya yang ada di hp. Gak istirahat sih, kan itu juga memeras pikiran
haha. Padahal dulu bener-bener males main sudoku eh tapi sekarang malah ketagihan.
Lanjut, yang lebih menyenangkan lagi adalah... tidak diganggu oleh smartphone yang kadang membuat
kita jadi stupid people :p
Alhamdulillah banyak hikmah nya gegara hape saya rusak
menjelang ujian skripsi beberapa pekan lalu, walau gak ada whatssap, instagram,
facebook, twitter, atau bbm tapi hidup jadi berasa lebih tenang. Bisa
ngerangkum banyak materi kuliah, bisa lebih banyak bikin tulisan, bisa lebih sering “berusaha” menghafal,
intinya mah jadi lebih produktif.
Kalo ditanya “emang kamu gak butuh smartphone?” jawaban saya
“iya butuh, kadang kangen juga sih baca-baca diskusi di grup wa, atau sekedar
berbagi emot senyum sama temen kuliah, tapi untuk saat ini belum butuh. Nanti kalo udah bener-bener butuh, insyaa allah akan
diusahakan untuk menghadirkan kembali si smartphone itu kok, sekarang masih
ingin menikmati waktu – waktu ini sendiri, tanpa diganggu (si)apa pun" :)
Nah.. Selalu ada hikmah yang tersembunyi dari setiap
kejadian. Allah sudah mengaturnya dengan sangat hebat,bukan?
Next project : materi akuntansi keuangan, akuntansi
manajemen, dan auditting.
S.E.M.A.N.G.A.T
L.U.L.U.S
#MahasiswaAkuntansi #Pendadaran #BelajarSambilMain #Seru
#TanpaSmartphone
Sabtu, 23 April 2016
"Keimanan dan ketakwaan itu diuji dengan kecintaan, melepaskan kecintaan pada hal-hal yang melemahkan keimanan dan ketakwaan adalah ujian paling berat bagi orang-orang yang jatuh cinta."
-Kurniawan Gunadi
mungkin seperti melepaskan hape yang dipegang hampir 24 jam dan drama korea serta film-film animasi untuk kemudian beralih kepada Al-Qur'an ya :')
berat, tapi begitulah ujiannya.
semangat menghafal Al-Qur'an, menghafal itu proyek hidup!
Selasa, 12 April 2016
:') titik terendah
Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang. Lorong di sepanjang ruang jurusan sudah sepi, padahal dua jam lalu masih riuh dengan anak-anak 2012 yang sedang antri menunggu wawancara outline.
tadi saya datang jam sembilan pagi, sudah dua hari berturut-turut saya ditolak untuk bimbingan, hari ini adalah hari yang dijanjikan ibu dosen untuk datang. sebelum berangkat saya kumpulkan segenap keberanian, saya buang segala ketakutan, tak lupa menggenggam sebait do'a. toh ini hanya tugas akhir, tugas yang terakhir.
jam setengah sebelas saya dipanggil masuk, saya tak salah dengar ketika lima hari yang lalu ibu bilang "udahlah mba, ini terakhir ya"
tentu saya sangat senang mendengar kelimat kepasrahan ibu tersebut, artinya menurut hitunganku setelah aku rapikan beberapa tulisan yang typo, draft skripsi ini akan segera di acc.
sekitar dua menit ibu membolak-balik halaman skripsiku, "looh kok gini mba, emang saya bilang suruh gini ya? coba saya liat revisi yang lalu mana, kok berantakan gini mba?"
what?
saya lemes.. kebetulan saat itu saya lupa bawa draft revisian yang lalu.
"yaudah kamu betulin dulu, ntar siang ke saya lagi"
"ntar siang ibu masih ada?"
"iya ada"
setengah berlari saya melangkah pulang, tadinya niat mau ngeprint di foto copyan aja yang dekat, ternyata flashdisk pun lupa dibawa. alhasil saya mau tidak mau harus pulang.
setengah berlari saya melangkah pulang, tadinya niat mau ngeprint di foto copyan aja yang dekat, ternyata flashdisk pun lupa dibawa. alhasil saya mau tidak mau harus pulang.
saya mempercepat langkah, sambil menahan tangis agar tidak tumpah. tatapan aneh orang-orang taklagi saya pedulikan, saya ingin cepat sampai rumah.
***
sampai di depan pintu kamar, saya tak kuasa menahan tangis, sesak yang mengendap sejak hari jumat ketika saya menunggu ibu sampe sore namun ia tak datang., kini luruh semua. laptop saya nyalakan, flasdisk saya colokkan, tergesa, masih sambil menangis sesenggukan. untung penghuni kamar di depan saya masih belum pulang.
saya kesal sekesal kesalnya
saya marah se marah marahnya
saya sedih se sedih sedihnya.
***
jam setengah dua belas draft revisian selesai, saya kembali berjalan cepat menuju kampus. hari mulai mendung, ah kumohon jangan hujan dulu.
tepat ketika saya masuk ruang ibu, beliau sedang bersiap-siap pergi. beliau menyuruh saya meletakkan saja draft nya di ruangan, lantas beliau pergi dengan teman-teman dosen lain.
saya cuma termangu...
***
adzan dzuhur berkumandang, saya memutuskan untuk shalat di masjid kampus, masjid Nu. kali ini saya sedang menghindari mbm, karena saya menghindari banyak pertanyaan yang akan muncul dari adik - adik kelas.
masjid kampus sepi, saya tertinggal shalat berjamaah karena mampir dulu ke atm, mengambil sejumlah uang, entah kenapa shalat kali ini airmata kembali menggenang, tak hentinya merembes dari mata. setelah shalat, saya keluarkan susu kotak dan roti yang baru saja dibeli di swalayan kampus, lumayan menahan perihnya asam lambung karena belum ada makanan apapun yang masuk sejak pagi.
saya mempertanyakan keadilan tuhan..
saya mempertanyakan kasih sayang tuhan..
saya mempertanyakan keberadaan tuhan buat saya..
mengapa begitu sulit untukku?
mengapa adik-adik yang belakangan maju malah di acc duluan?
mengapa mereka sudah ujian skripsi, sudah pendadaran?
ah begitu lemah, manusia.. hanya bisa merencanakan, namun pada akhirnya tuhan lah yang menentukan.
padahal lepas shalat dhuha tadi, sudah ku dawamkan dalam hati bahwa "ku terima semua keputusanmu atas masa depanku ya Allah"
padahal telah ku ulang-ulang kalimat bahwa pasrahkan hidup dan matiku hanya pada-Nya
padahal telah ku ulang-ulang dzikir pagi dan petang untuk-Nya
padahal.. telah ku katakan aku mencintai-Nya
***
jam dua siang, ibu dosen datang, ku biarkan beliau shalat dulu, sampai akhirnya saya dipanggil masuk.
"ya udah, nih ke dosen 1 dulu ya, nanti kalau oke, langsung daftar ujian"
***
keluar ruangan, kembali mrebes mili, sembari tak hentinya saya mengucap syukur.
"Allah, sebenernya saya udah muak sama skripsi saya ini, kalau saya tidak mengingat pengorbanan kedua orang tua yang telah mengantar saya sampai bengku kuliah, kalau saya tidak ingat bahwa skripsi ini adalah salah satu bentuk jalan juang saya sebagai orang beriman, kalau saya tidak ingat bahwa menahan kebodohan lebih pahit daripada menahan susahnya belajar, tentu sudah sejak lama saya tinggalkan lembaran-lembaran skripsi ini, saya buang, saya campakkan semua kertas nya."
Allah, maafkan saya yang mudah menyerah, maafkan saya yang baper, maafkan saya yang mempertanyakan kuasa-Mu, maafkan saya yang lemah ini..
***
hari mulai mendung, langit makin gelap.
saya masih sangat-sangat lemas untuk bisa pulang jalan kaki,
tapi, saya tak ingin kehujanan lagi hari ini, baiklah saya pulang.
kali ini.... benar-benar akan kupasrahkan semua padamu, Rabbi
--------------
*gak ada waktu buat istirahat, sakit jangan dimanjain!*
Senin, 11 April 2016
Mencari Pembuluh Darah
Putih-putih di tangan ini hasil kreasi mas-mas perawat di Rs.Ananda.
Awalnya ada 2 orang perawat laki-laki yang datang mau ambil darah buat cek lab. Sasarannya lengan tangan kanan. Sekali, dua kali disuntik tapi gak keliatan pembuluh darahnya, lalu pindah ke deket pergelangan tangan, ternyata ga dapet juga. Mungkin mas-mas nya frustasi haha akhirnya tangan kiri jadi korban. Sekali suntik gak keliatan juga si pembuluh darah, kemudian datanglah dua orang perawat laki-laki lain karena merasa lama banget padahal Cuma ambil darah doang.
Dua perawat yang datang awal, Cuma ketawa sambil berdiri dipojokan.\
1 perawat yang baru dateng ngajak saya ngobrol, beliau menanyakan saya sekolah dimana dan kelas berapa. Da saya mah Cuma bisa senyum aja karena masih dikira anak SMP -_-
Perawat yang 1 lagi mulai berjuang mencari pembuluh darah di tangan saya. finally, mungkin karena beliau lebih senior, gak butuh waktu lama sampai akhirnya jadi lah saya diambil darahnya di punggung tangan ini.
Well, setelah 4 perawat itu pergi, saya Cuma bisa meringis kesakita, haha
Ternyata udah setengah jam dan lima kali suntik Cuma buat nyari pembuluh darah doang.
Alhamdulillah ‘ala kullihal.
Akhirnya selesai jugaa~
-------------
Sabtu,9 April 2016
*Saat semua makanan rasanya sama :pahit
Jumat, 18 Maret 2016
When my precious man asked me about love
catatan awal maret, pulang, berbincang..
***
Malam ini, abi ngajak gue keluar. Belanja ke supermarket besar
deket rumah. Kesempatan dong buat gue haha. Kalo biasanya di pwt sana gue
belanja kebutuhan bulanan sendiri, kerasa banget gitu jomblo nya, mau beli yang
macem-macem juga selalu inget jumlah rupiah di dalem dompet, nah sekarang gue
ada temen jalannya. Ada yang bilang “ambil aja yang kamu suka dan kamu butuhin”
seneng kan tuh? Seneng banget. Tapi tenang.. gue tau diri lah ya. Seenggaknya
gue bisa ambil 2 batang coklat kesukaan gue.
Selepas itu, abi ngajak makan di sebuah tempat makan favorit abi. Gue
sih iya in aja. Ketika makan, abi
foto-fotoin gue, ngevideo in gue. Aish si abi kaya nya segitu kangennya kali ya
sama gue sampe lagi makan aja di foto-foto segala. wajar sih.. soalnya jarang-jarang bisa jalan berdua kaya gini. Di moment makan bareng
itu lah terjadi obrolan maha penting. Kenapa gue bilang maha penting? Soalnya abi
bahas hal-hal tentang masa depan. Obrolan selayaknya ayah dan anak perempuannya.
tetiba, abi langsung nembak gue dengan pertanyaan retoris
“jadi mau di pilihin
atau pilih sendiri? Dicariin atau cari sendiri?” abi ketawa
Dor. Untung gue bisa mengontrol diri sehingga makanan di
dalem mulut gue gak keluar berhamburan saking kagetnya *lebay dikit*
“ah apaan bi?” gue
pura-pura lugu. Padahal gue tau arah pembicaraan abi.
“ya itu, pengganti abi
buat kamu.” Abi senyum-senyum
“ooh itu. terserah abi
aja deh. Hehe “ gue tersipu malu. Pertanyaan yang selama ini jadi momok,
tetiba ditanyakan abi dengan santai. (atau mungkin abi juga malu nanya nya?)
“emang kamu gak ada
kriteria apa gitu? Seenggaknya ya zai, kita punya beberapa kriteria, biar nanti
gampang mencarinya”
“kriteria yang gimana
bi? Maksudnya gimana?” lagi-lagi gue sok polos
“misal kita tetapkan 5
kriteria, nah ketika proses mencari itu, minimal ya orang tersebut masuk 3 dari
5 kriteria. Kalau cuma 2 ya agak susah nanti ga nyambung”
“maksudnya gimana bi?”
lagi-lagi gue sok polos
“kalo boleh abi buat
nih kriteria versi abi. Satu, dia harus tarbiyah. Agak susah kalo pemahamannya
udah beda, nanti gak nyambung dong. Kedua, kalo bisa hafidz qur’an atau sedang
menghafal qur’an. Ketiga, punya penghasilan, maksudnya ekonominya stabil. Tidak
lagi terikat dengan orang tua. Karena kalo masih bergantung sama orang tua
nanti jadi susah juga zai, gaenak karena masih ada campur tangan orangtua.
Keempat kelima ya menyesuaikan. Nah minimal 3 dari 5 kriteria yang dibuat itu
terpenuhi”
“oh gitu ya, iya sih
bi kalo gak tarbiyah ya ga nyambung dong nanti”
“betul zai. Nah kamu
udah ada belum? Di purwokerto sana emang ga ada?”
Duh abi nanya apa nih? “maksudnya
bi?” gue tersipu malu. Senyum-senyum ga jelas gitu.
“ya yang sesuai
kriteria itu misalnya”
“emm emang boleh ya bi
perempuan yang milih, bukannya biasanya laki-laki yang milih?”
“ya bukan orangnya,
tapi yang sesuai kriteria itu. nanti kan menyesuaikan”
Jujur sampe sini gue belum ngerti maksud abi apa. Terus gue
mikir lagi. Oh mungkin maksudnya yang sesuai kriteria. Bukan orang yang gue
suka gitu *dih emang ada?*
Gue senyum-senyum malu. Ah pertanyaan maha penting dari
seorang ayah kepada anak perempuannya.
Lantas obrolan seputar jodoh itu menggantung begitu saja, kemudian abi bercerita tentang pentingnya jamaah, pentingnya kesamaan visi membangun peradaban. Pentingnya hal baik dimulai dari cara yang baik dan sebagainya.
“zai, kalo nabi kan punya keistimewaan berupa mukjizat. Kalo
orang-orang shalih apa coba?”
“apa ya bi, lupa euy
hehe”
“namanya karomah. Kamu
pernah denger cerita zainab al-ghazali? Beliau dijebloskan ke penjara berisi
anjing-anjing lapar yang siap menerkam. Tapi dengan rahmat allah, zainab
al-ghazali selamat. Atau cerita tentang
anak kecil palestina yang dilindas tank namun masih hidup dan masih bisa melempar
batu? juga kisah-kisah pejuang palestina yang mendapat syahid?
Semua itu karena mereka adalah pribadi-pribadi yang selalu
dekat dengan Allah. Coba bayangin deh. Individu terbaik, tentu berada dalam
jamaah yang baik pula. Abi gak bilang jamaah “terbaik” karena bukan kapasitas
kita untuk menjudge. Tapi jika dilihat, mudah-mudahan jamaah tarbiyah ini adalah jamaah yang diridhoi dan
diberkahi sama Allah.”
Lalu abi bercerita tentang ust.lh* yang dijebloskan ke
penjara padahal terbukti tidak bersalah, dan didalam sana beliau yang awalnya
di pandang sinis berubah menjadi di hormati karena semua orang tau kapasitas
beliau dan kebenaran dibaliknya. Gue Cuma bisa mendengarkan dengan seksama petuah-petuah
singkatnya. Quality time banget pokoknya mah. Gue jadi tau apa yang ada
dipikiran abi, gue jadi sedikit paham apa yang abi inginkan untuk masa depan
gue. Gue jadi paham bagaimana menyikapi masa depan. Sekarang waktunya
mempersiapkan, dibanding memantaskan, gue lebih suka kata ‘mempersiapkan’.
Persiapan yang baik, akan memudahkan perjalanan. Seperti
ketika mau naik gunung. Pendaki yang hanya berbekal sandal gunung dan sebotol
air akan merasa tidak nyaman selama proses pendakian. Berbeda dengan pendaki
yang membawa carrier penuh bekal. Dia akan melewati pendakian dengan bahagia.
Sebab semua sudah dipersiapkan dengan baik dari jauh sebelum hari pendakiannya.
Begitupula dengan jodoh, dengan pasangan hidup. Seseorang yang mempersiapkan dirinya dengan
baik, tidak akan gagap dengan yang akan terjadi sesudah hari pernikahan. Ia
akan mudah beradaptasi dan membiasakan diri. Tahu apa yang harus dilakukannya,
terampil mengelola diri dan memposisikan diri didepan pasangannya.
Ya sekarang waktunya untuk mempersiapkan. Ada dua hal yang
sesungguhnya sedang ditunggu oleh manusia. Pasangan hidup dan kematian. Tinggal
mana yang akan datang duluan. Maka sudah saatnya Mempersiapkan diri., untuk
dipinang oleh lelaki idaman atau oleh kematian.
Makasih abi. Lelaki nomor satu sedunia
----------
Baiti jannati, Bekasi 1 maret 2016
Selasa, 26 Januari 2016
Jelajah Pantai -edisi bolang bersama rok rider-
Ahad, 24 Januari 2016
perjalanan pagi itu diawali dari keinginan 'menjenguk' si pantai yang udah lama gak saya liat. gayung pun bersambut ketika dewi update di grup wa kalo dia kecewa dengan menganti yang tak seindah di foto-foto gugel.
walhasil saya ingin menghapus kekecewaan dewi dengan menjanjikan akan ngasihtau pantai-pantai kece yang belum pernah dia liat. jadilah empat-eh lebih tepatnya tiga rok rider tangguh (yang satu mah masih boncengers) merencanakan piknik ke beberapa pantai di susur karst gombong selatan.
well, excited, seperti biasa.
perjalanan dari pwt ke pantai 1 cuma 2 jam
dilanjut ke pantai 2 yang sempat ada insiden motor jatuh krn gak kuat nanjak, lalu ke pantai 3 yang ada pelelangan ikannya dan pantai 4 yang udah rame pisan euyyy.
overall saya seperti kembali ke masa itu, masa-masa yang penuh kenangan. setiap senti dan belokan jalan memiliki ceritanya sendiri. bersama mereka, teman-teman 35 hari haha.
sebelum pulang, saya cuma bisa bilang "see you, gatau kapan bisa kesini lagi. dadaaaah pantaiii"
makasih ya rok-rider tangguh.
jangan kapok diajak ngebolang lagi :)
*nama pantai dirahasiakan, takut anak (maaf) alay pada ngerusak pantai nya :p
perjalanan pagi itu diawali dari keinginan 'menjenguk' si pantai yang udah lama gak saya liat. gayung pun bersambut ketika dewi update di grup wa kalo dia kecewa dengan menganti yang tak seindah di foto-foto gugel.
walhasil saya ingin menghapus kekecewaan dewi dengan menjanjikan akan ngasihtau pantai-pantai kece yang belum pernah dia liat. jadilah empat-eh lebih tepatnya tiga rok rider tangguh (yang satu mah masih boncengers) merencanakan piknik ke beberapa pantai di susur karst gombong selatan.
well, excited, seperti biasa.
perjalanan dari pwt ke pantai 1 cuma 2 jam
dilanjut ke pantai 2 yang sempat ada insiden motor jatuh krn gak kuat nanjak, lalu ke pantai 3 yang ada pelelangan ikannya dan pantai 4 yang udah rame pisan euyyy.
overall saya seperti kembali ke masa itu, masa-masa yang penuh kenangan. setiap senti dan belokan jalan memiliki ceritanya sendiri. bersama mereka, teman-teman 35 hari haha.
sebelum pulang, saya cuma bisa bilang "see you, gatau kapan bisa kesini lagi. dadaaaah pantaiii"
makasih ya rok-rider tangguh.
jangan kapok diajak ngebolang lagi :)
*nama pantai dirahasiakan, takut anak (maaf) alay pada ngerusak pantai nya :p
Langganan:
Komentar (Atom)
Featured post
Sandal
Akhirnya aku punya sandal. Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu. Setahun di pulau seberang, kemana...
-
memang begitu lazimnya bukan? kau harus berpayah-payah atas apa yang kau inginkan. tidak ada yang instan, sayang. semua butuh perjuangan. pu...
-
Cinta tak pernah terdefinisikan dengan benar. Apapun itu, bagiku mencintai adalah seperti matahari yang berpulang pada senja.menjelma d...
-
Saya sering menganalogikan kisah-kisah hidup saya sebagai sebuah perjalanan. Mulai pemberangkatan dari satu titik, lalu berpindah ke tit...




