Selasa, 04 November 2014

Leave all your task, forgot your job, enjoy the trip, lets be happy #RC's day out 2

24 oktober 2014
sejarah mencatat bahwa kami adalah orang-orang yang hendak mencari sedikit ruang untuk mengekspresikan rasa, kami adalah orang-orang yang mengharapkan sedikit udara untuk bernafas lebih bebas, kami adalah orang-orang yang sedang mencari ketenangan, dan kedamaian.
maka  kesinilah kami pergi..

pantai menganti, kebumen.

well, perjalanan kali ini memang sudah direncanakan jauh hari, khusus para akhwat 2011 yang merasa kota kecil yang kami tempati sekarang sudah terlalu sesak sekadar untuk menghela nafas saja #apasih

seperti sebuah piknik keluarga, bekal-bekal makanan,tissue, mukena, air minum sudah setia mengisi pojokan tas kami. motor sudah siap, bensin full, masker dan helm terpasang, tak lupa kami awali perjalanan itu dengan do'a.

mantra ajaib kami, khusus hari itu adalah : 
"jangan ngomongin tentang uki,fosei,bem, pansus.. hari ini lupakan itu semua. cuma ada kita dan laut. janji ya.."
 "okeeeee"

perjalanan yang mendebarkan :
naik turun bukit,  berkelok-kelok, memacu adrenalin, hampir mati karena posisi ngebut berada di tengah-tengah antara truk besar dan mobil avanza yang jika bergeser 30 cm lagi pasti sudah tamat riwayatnya, pegal-pegal sekujur badan, dan segala insiden lain selama perjalanan semua terbayar tuntas dengan pemandangan indah dan cantik yang disuguhkan olehNYA.

ah, betapa diri ini kecil dibandingkan segala bentuk penciptaanNYA.
maasya allah..
dan disinilah kami menundukkan hati, mendengar nyanyian ombak, dan melepas tawa bersama buih lautan..
bekal piknik, kayak emak-emak :p



a beautiful panorama


jalan berliku, naik turun ekstrim :)


nelayan menuju pulang


landscape from the 'saung'


go homeeee..


landscape from the top. what a beautiful sea
oke, this place is the most recommended place for your holiday destination.
thanks RC, kalian akhwat tangguh.keren, kece badai se alam semesta jagat raya galaksi bimasakti tambah andromeda -3-
#alay mode on :p

Jumat, 31 Oktober 2014

"Pengorbanan wajib membumi, dan ikhtiar harus melangit. 
hanya Allah lah tempat bersandar"


#Perjalanan, awal agustus
“Apa yang kau tangkap dari suara hujan?
Dari daun-daun bugenvil yang teratur mengetuk jendela.
Apakah yang kau tangkap dari bau tanah?
Dari ricik air yang turun di selokan” 

― Sapardi Djoko Damono

Yang ku tangkap adalah rindu, ya di sudut manapun kalian berada,
selamat merajut mimpi kawan, semoga esok masih bisa membersamai
meski bukan raga, semoga doa-doa mampu menjadi  pengikat jiwa kita

hening, 31 oktober 2014
"Mencintai itu, tidak putus asa"

Rabu, 29 Oktober 2014

"Jika jatuh adalah proses maka bangkit adalah pilihan! "

#Life is journey, from Allah to Allah

"Petualang itu menyadari bahwa perjalanan adalah beradaptasi dengan diri sendiri dan membuang jauh-jauh kenyamanan yang terlalu tinggi"


#Life is journey, from Allah to Allah
kaki-kaki ini akhirnya menjejak diatas sana, ya..
bersama edelweiss yang jelita, kita tertawa bersama :)


---------------
MT.Papandayan 2665 mdpl
25 - 25 oktober 2014


Kamis, 25 September 2014

Mimosa Pudica

Seperti daun mimosa pudica yang menguncup kala ada sentuhan pada bilur-bilur nya, akupun mengerdil disini, ditempat persembunyian yang tak seorangpun tahu. Entah sudah lembar keberapa jemariku menari pada tuts keyboard ini, ia memandangku dengan jengah. Aku tak peduli.

Pada titik nadhir yang paling dalam, pada cekungan jurang yang paling curam, aku menjatuhkan diri. Cadas-cadas tebing melirik angkuh, bebatuan yang lemah dan ikut jatuh kala kupijak pun ikut tersenyum sinis. Aku tak peduli.

Disini. Pada sudut tergelap yang pernah kutemui, aku mencoba berbicara kepada hati. Mengapa ia melukai dirinya sendiri? Menghujamkan ribuan tanda tanya yang tak pernah sampai, hingga menguap dan terlupa seakan tak pernah ada. Menusukkan sebilah kata yang tak pernah terucap, hingga berserakan dan tercecer begitu saja.

Ia diam saja.

Aku terpekur.
lama..
Kembali terngiang prosa yang tertulis di catatanku “pulanglah kepada aksara yang tertulis dalam kidung –kidung do’a, pulanglah kepada senja yang membawamu mengingat tiap karuniaNYA”

Sekejap kemudian, sebuah kesadaran baru menghampiri.
tetiba Terngiang kembali  kata-kata rai padaku suatu senja

“ka
mu tau mimosa pudica kan? kamu tuh mirip seperti tumbuhan itu. pemalu. Disentuh sedikit langsung menutup diri. eh Tapi ingat ya, mimosa pudica selalu kembali tegak. Sekeras apapun hujaman yang menyentuh tubuhnya, ia kembali bangun. Jangan pernah lupakan itu”

benar. Mimosa pudica.. tak selamanya daun itu menguncup, saat ia merasa aman, angin akan membelainya lembut dan menyentuh sisi sadarnya. Lantas ia terbangun dengan nafas yang baru, menikmati terik matahari yang menghangatkan setiap bilurnya, dan ia bersiap akan sentuhan yang bisa menguncupkan daunnya lagi, selalu begitu, seperti siklus hidup yang tak pernah usai berputar.

“bangkitlah, sora. Bangkit..”

Ya, hidup bukan hanya tentang pertanyaan siapa, mengapa, dan bagaimana. Bukan pula tentang pilihan antara ya atau tidak, lebih jauh dari itu, ada kearifan yang perlu dipahami. Kearifan memandang hidup bukan hanya dari satu sisi, tapi bijak melihat dari berbagai sudut yang membingkai nya pada segala sisi. hidup itu tentang pemaknaan pada sebuah kata, tentang tawa riang di gelas-gelas kaca, tentang hati lapang tanpa sekam dan dendam membara. Tentang duka yang wajar disudut jendela.

Hidup itu menerima. Menerima segala takdir yang tergenggam dalam jiwa, meski warna-warni wujudnya.. Kamu boleh jatuh, terluka, pingsan, berdarah-darah, tapi selepas itu,kamu jangan lupa untuk berdiri lagi, dan bersiap untuk “kejutan hidup” selanjutnya, karena Hidup itu bukan Cuma tentang kamu saja.

Ingat mimosa pudica..

*Kristal bening pecah disudut mataku. Lalu semakin menderas


-----------------
tulisan lama : 9 agustus 2014

Sabtu, 20 September 2014

Minggu, 14 September 2014

"Allah saja memaafkan hambanya, seberapa pun banyak dosa yang dia perbuat. Lalu kenapa kita enggak belajar memaafkan dari pencipta kita?"

----------
14 september 2014. noted!

Rabu, 10 September 2014

Cerita Dari IBF Purwokerto

" Jagalah allah, niscaya engkau akan bersamanya. Kenalilah allah di waktu lapang, niscaya ia mengenalimu di waktu susah. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan musibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu, ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagiaan beserta kedukaan dan setiap kesulitan ada kemudahan”

 (Al-Hakim dan Ahmad)

alhamdulillah, telah selesai kerja-kerja di ibf pwt. rasanya nano-nano banget. kadang standby dari jam 9 pagi sampai jam 9 malem. kadang ada pengunjung yang iseng nanya-nanya gak penting di meja kerja saya di front office. kadang ngerasa mulai sakit,panas, demam, flu..  tapi langsung di dopping sama habbatussauda dan kangen water #eh *bukan promosi*
lelah.. tapi nikmat jika selalu diniatkan karenaNYA. 
alhamdulillah.. tangan, kaki, dan tubuh ini masih bisa bermanfaat buat orang lain.
alhamdulillah.. bisa silaturahim sama banyak orang, ketemu sama temen-temen, mba-mba, umi-umi yang udah lama banget tak ada kabar. 
alhamdulillah.. bisa tau cara kerja EO-EO sekelas syakaa. 
alhamdulillah.. bisa latihan banyak ngomong.

ah.. bakalan kangen banget sama momen seminggu kemarin (tgl 2-8 september 2014)

semoga bisa menambah pundi-pundi bekal untuk perjalanan jauh, ke akhirat nanti.
Allah, jemput aku dalam keadaan khusnul khatimah ya. pliss :')

Jumat, 05 September 2014

tanggal 3 september kemarin allah menegurku dengan halus ( lagi)
jatuh dari motor. alhamdulillah cuma luka di dagu sedikit karena nyium aspal, punggung tangan sama dengkul , dan pegel-pegel seluruh badan haha..
sakitnya sih gak seberapa, tapi malu nya :( banyak yang ngeliatin.

semoga bia mengggurkan dosa~
semoga bisa semakin bijak dalam bersikap~

Kamis, 10 Juli 2014

jarak, terimakasih ya..

Aku berterimakasih pada jarak, karena nya aku jadi paham definisi rindu, tanpa perlu bertanya banyak pada orang lain yang belum tentu lebih tau. 
Aku berterimakasih pada jarak, karena nya lunturlah jutaan ego, bersalin rupa menjadi kejujuran yang bersih, putih. Jujur tentang rasa- rasa dalam dada.

Aku berterimakasih pada jarak, karena nya lahirlah berlembar-lembar untaian kalimat indah dalam catatan kecilku, berupa puisi-puisi yang saling mengisi sepi.

Aku berterimakasih pada jarak, karena nya ucapan selamat pagi saja bisa teramat istimewa,

Karena jarak, kita bisa menjadi dua pelangi yang saling mewarnai. Hadir dalam ketertundukkan yang dalam pada pencipta, karena hanya atas izinNYA, jarak menjadi tak berarti lagi.
 

lalu doa-doa hening berpilin naik ke LangitNYA..

---------------------

Purwokerto, 8 juli 2014

Jumat, 04 Juli 2014

Bisa Mengendarai Motor itu... Alhamdulillah :)


Kisah ini bermula dari acara training kader 2 yang tempatnya lumayan jauh dari kota. Aku berangkat nyusul kesana malam sekitar ba’da isya karena ada kuliah pengganti di sore hari. Sekitar pukul delapan malam, aku udah standby di masjid kampus, duduk sambil nungguin peserta yang mau nyusul juga. Satu jam kemudian ternyata motornya kurang satu, dan terpaksa lah pinjam motor ke mba kosan, tapi muncul masalah lagi, yaitu gak ada yang bisa bawa motor itu. Dueeeeng. Maka dengan berat hati, aku sama adik kelas minta tolong panitia yang izin karena ada rapat BEM-U di PKM dan dia sebenarnya besok jam enam pagi mau ke solo. Ya, minta tolong dia ikut ke tempat tekad. Antara perasaan bersalah dan gak enak campur jadi satu, dia nya pun mukanya kaya bete gitu, saat itu juga kita langsung berangkat, tanpa ikhwan. CATET ya, ikhwannya dengan tega ninggalin kita, mereka berangkat duluan karena bete nungguin kita yang gak move-on juga. Ckckc... tega bin tega. 

Kemudian kita sampai di TKP sekitar jam setengah sepuluh malam. Jam malem? Inget sih, tau.. tapi mau gimana lagi. Itupun udah ngebut ala komeng di iklan yamaha hehe..

Jam sepuluh lewat sedikit, dua adik saya di LDF telpon dan bilang kalo mereka udah di depan museum jensud, mereka minta arah ke TKP. Lalu saya jelasin pelan- pelan, dan telpon ditutup. Gaklama kemudian mereka sms dan minta dijemput. Waduh, udah jam segitu, mau minta tolong siapa? Semua panitia lagi sibuk-sibuknya ngurusin peserta dengan ala ‘komdis-komdisan’. Sedangkan “tamu-tamu ikhwan” (yang tak diundang) lagi pada asik makan, ngabisin porsi prasmanan yang disediakan panitia. Kalang-kabut lah aku saat itu. Aku telpon lagi dan jelasin kalo si adek tuh tinggal nyebrang dan luruuuuuuus aja. Gak susah kok sebenernya, dan yang bikin sedih tuh jawaban si adeknya 

“ mba kita tuh udah dua jam disini, aku capek mba nungguinnya, jemput kita dong mba, aku gaktau jalan”

“yaampun dek, tinggal nyebrang dan luruus aja, ntar kalo bingung, sms aku”

“gakmau tau mba. Pokoknya jemput kita disini. Aku tuh capek mba” –dengan nada marah

“ya allah de, nyebrang dulu deh, udaah? Yuk nyebrang dulu ntar ku pandu arahnya lewat telpon”

“mba itu tuh gelap, aku takut. Jemput aja kenapa sih mba. Ah yaudah deh. Kita pulang aja. Udah malem juga. Udah ya mba KITA PULANG !”

“de, sebentar...”

Dan sambungan telpon pun diputus. Gleeek. Ya robbi, antara mau marah, kesal, gregetan, sedih juga campur aduk. Rasanya tuh gak becus jadi kakak. Eh tapi adeknya juga belum dewasa, sedikit manja, udah dijelasin panjang lebar masih gakmau juga, ada rasa khawatir dan was-was takut terjadi apa-apa sama mereka dijalan, karena sudah sekitar jam setengah sebelas waktu itu. Padahal dari sore udah diingetin supaya berangkat bareng aja dari masjid kampus, tapi mereka keukeuh berangkat sendiri.

Yasudah berkali-kali telpon namun gak diangkat, dan sekitar jam sebelas kurang baru deh dibales sama adek yang dibonceng kalo mereka udah sampai rumah dan dia minta maaf atas kelakuan temannya. (si adek yang ini mah pendiem)

Makaaaaa semakin kuatlah azzam aku buat bisa mengendarai motor, ternyata emang harus ada stimulusnya dulu ya, hehe. Esok paginya mba kosan ada yang datang dan aku iseng-iseng pinjem motornya dengan dalih mau belajar parkir motor. Kemudian dengan restu Allah (yaelah -_-) aku kenalan sama gas, rem dan body motor itu.

Alhasil, alhamdulillah bisa bikin tuh motor maju mundur, ngegas-ngerem. Meskipun keringat bercucuran tiada henti ;p yang penting taaruf dulu kan, hehe

Beberapa hari kemudian minta diajarin motor lagi sama mba kosan dan kita muter-muter GOR soeosoe dari jam enam pagi, lumayan udah sampai ta’aruf level atas mungkn hehe.

Besok-besoknya tingkatan ukhuwah aku sama si motor naik lagi jadi tafahum :p soalnya waktu itu mau gakmau harus bawa motor dari kota purbalingga ke purwokerto bolak-balik karena harus melingkar dan jadilah aku jadi lebih dekat sama si motor, dari ngisi bensin, belajar ngebut, pasang riting/lampu sen (meskipun kadang salah, pencet sen kanan, eh kiri, eh kanan lagi, eh kiri lagi) kayanya pengendara dibelakang aku jadi kesel gitu :p

Alhamdulillah sekarang udah agak mahir mengendarainya, gak abal-abal lagi. Taat lalulintas, rajin liat spion, dan gak terlalu tegang. Meskipun tetep sering salah pencet lampu sen.

Alhamdulillah aku ngerasa punya manfaat lebih. Bisa nganterin adik di ldf ke tempat tekad 3, bisa bolak balik ke tempat tekad 3, bisa syuro di PKM sambil tetep handle kajian di kampus, bisa silaturahim ke kosan adek-adek , dan bisa lebih mandiri kalau mau ketempat yang jauh jadi gak perlu diantar lagi.



Alhamdulillah, setiap kejadian ada hikmahnya. Tinggal bagaimana kita mau mencari arti dibalik kejadian itu.
Selamat berkendara dengan si roda dua :) :)


-------------------------
Purwokerto, awal Juli

Rabu, 02 Juli 2014



Telah kutinggalkan larik puisi sebagai teman menanti.

Pagi, Pagi, lalu Pagi



Ketika mentari pagi menyembulkan keningnya. Saat itulah aku mampu memahami kata. Memaknai rasa. Tentang lukisan yang Maha 
semoga kau baik adanya. Dalam senyum yang merekah sempurna. 


Salam dari penikmat senja 
------------------------------
18 april 2014

Sabtu, 28 Juni 2014

Orang - Orang Terpilih

Beruntung Allah masih kirimkan orang orang terbaiknya diantara kami yang lemah ini. orang yang selalu menyertai kami dijalan yang terjal, dan berliku. orang yang menuntun kami kala kami tersesat. orang yang membersamai kami kala kami bersedih ataupun tertawa.
Beruntung Allah masih percayakan orang-orang itu kepada kami.

Alhamdulillah.

----------------------------
Purwokerto, 28 Juni 2014

Rabu, 25 Juni 2014



“betapa tidak pedulinya diriku ketika aku menginginkan orang-orang terbang dengan sayapku dan aku bahkan tidak mampu memberi mereka bulu.”


--------------
*kahlil gibran


Jumat, 20 Juni 2014

Musim

Menceritakan musim : kau tahu apa arti lembayung? Ingatkah kau pada wajah mendung? Lalu masihkah kaki kita bisa menapak di ketinggian dan tangan kita berpegangan erat pada cadas-cadas yang menyembul di dinding tebing?masihkah ada padang suryakencana dan lembah mandalawangi, serta hamparan edelweiss yang mengiangkan sebuah janji diteluk sunyi?


-Tahta mahameru

Jumat, 13 Juni 2014



"Apakah nyanyian laut berakhir di pantai atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya?"

-----------------
*kahlil gibran

Rabu, 11 Juni 2014

hei ..Puncak para dewa,  how could you came even in my dream? 
(begitu terobsesi dan bermimpi bisa kesana)

semoga..

sumber gambar : google.com

"kenapa sih kamu suka banget naik gunung? kan capek nanjak terus, apalagi kalo gak ada air, mesti bawa minum yang banyak, berat, kulit jadi kering, hitam pula,,
eh udah capek-capek naik. harus turun lagi"

"karena disana ada damai.
 hatiku jadi tenang, " :)

Sabtu, 07 Juni 2014

"orang dinilai bukan dr pencapaiannya,tapi dari apa yg ingin mereka capai,apa yang mereka cita-citakan. kamu tidak dinilai dr benda hebat apa saja yg berhasil kamu buat, bukan dr gunung terjal mana yg sudah kamu daki, bukan dr lautan buas mana saja yg sudah kamu arungi. semangat kamu utk meraihnya yg membuat kamu hebat. ketekunan kamu,kerendah-hatian kamu setelah pencapaian itu,serta tujuan dan hikmah yg ingin kamu dapatkan"

-faras (tahta mahameru)

Jumat, 06 Juni 2014


"Sejauh apapun bertualang. Engkau adalah arah jalan lengang bernama kesunyian"
@edelweisbasah
jika saja senja sabar menunggu, rembulan akan dengan senang hati bertamu

Rabu, 04 Juni 2014

#JLEBMOMENT

#JlebMoment adalah ketika temen-temen satu angkatan pada sibuk antri bayar kkn dan kamu malah dikelas lagi belajar tapi pikiranmu kemana-mana

#JlebMoment adalah ketika temen-temen rohis akhwat seangkatanmu pada riweuh cerita kkn, tanya - tanya daerah tujuan, dan bersemangat nunggu waktu kkn dan kamu malah diem aja sambil pura-pura gak dengerin lalu main hape dan nyalain wifi di laptop

#JlebMoment adalah ketika temen-temen rohis akhwat sengkatanmu pada nanyain kamu mau kkn dimana, udah bayar atau belum dan diajak satu daerah dan kamu malah cuman bisa tersenyum tipis, dan bilang “aku kkn januari” lalu seketika mereka terdiam

#JlebMoment adalah ketika mereka tiba-tiba malah ngebujuk kamu untuk kkn sekarang dan ngasih pembelaan bertubi-tubi, padahal kamu dan mereka sama-sama tau urgensi dari ospek, penjaringan, perekrutan kader dan amal khidamy nanti tapi tanpa merasa bersalah malah ngebujuk kamu kkn sekarang dan kamu Cuma bisa nahan sesak di dada sambil bilang “engga aku kkn januari aja “ padahal hati kamu pengen banget teriak “kalian kok gituu.tegaa”

#JlebMoment adalah ketika kamu denger kenyataan bahwa Cuma kamu akhwat rohis 2011 yang tersisa untuk kkn di januari dan terus berfikir apakah mereka gak mikirin regenerasi nanti,? Adik adik siapa yang mengarahkan?

#JlebMoment adalah ketika mereka kemudian mengajukan pertanyaan untukmu, “kalo kamu milih, ikut permintaan orangtua atau amanah ini? Kalo aku gabisa nolak permintaan ortu dan mau gimana lagi kkn sekarang“ dan kamu dengan perasaan yang jadi sensitif Cuma jawab “ hmmm. Gatau ah” sambil dalem hati bilang semoga dia gak marah sama jawaban kamu dan kamu kembali sibuk sama hape kamu

#JlebMoment adalah ketika mereka berangkat ke bank, menunggu antrian yang panjang untuk bayar biaya kkn dan kamu malah memutuskan untuk ikut ke bank dengan alasan mau tau prosedurnya biar gak bingung januari nanti, padahal hati kamu sedang diserang badai besar

#JlebMoment adalah ketika mereka harap-harap cemas pas tau kuota per daerah sudah pada mau habis sedangkan mereka msih nunggu antrian dan kamu malah berdoa semoga mereka gak jadi kkn sekarang (oke, ini doa terjahat yang pernah terucap. Maaf)

#JlebMoment adalah ketika mereka ngumpul dan ribut memutuskan untuk entry kkn di daerah mana dan kamu malah pinjemin laptop kamu buat salah satu dari mereka entry sambil ngasih saran-saran padahal hati kamu sedang hancur setelah diserang badai besar

#JlebMoment adalah ketika mereka mencoba menghiburmu dengan bercanda dan mengatakan “ gpp januari nanti ditemenin sama eko dan yanuar” dan kamu ikutan tertawa padahal airmatamu sudah mengambang dipelupuk mata

#JlebMoment adalah ketika akhirnya mereka selesai dengan segala urusan kkn lalu mereka mencoba membuat analisis – analisis cara izin pas kkn nanti untuk ikut ke registrasi maba dan kamu malah jalan cepet ke mushola lalu menuju tempat wudhu mencoba mengaburkan airmatamu yang hendak menetes dengan air dari keran.

#JlebMoment adalah ketika para manusia terlalu sibuk menanyakan “kamu kkn dimana?” dan kamu Cuma bisa tersenyum “januari” lalu sesegera mungkin berlalu dari segala kerumunan manusia.

#JlebMoment adalah ketika kamu Cuma bisa ngeluarin ung-uneg kamu di blog ini tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaanmu, dengan hatimu, dengan tingkah lakumu.


Sebenernya gak ada tendensi apapun kamu nulis ini, semata-mata karena merasa sedih saja. Padahal ini adalah keputusan yang kamu ambil sendiri, setelah berkonsultasi dengan orangtua dan melibatkan Allah tentu saja.
Orangtuamu pun malah menyarankan kkn januari kan? Katanya “ zai amanah yang kamu sebutin tadi akan dipertanyakan diakhirat, jadi mending januari saja ya, abi gakmau nanti kamu gabisa mempertanggungjawabkannya di akhirat” ah, kalimat paling romantis yang kudengar di tahun ini.

Jadiii.. Jangan pernah menyesali setiap keputusan yang udah kamu ambil.
Kalau berani memulai maka kamu wajib menyelesaikan apa yang telah kamu mulai. Oke?
Kamu bisa kok. Bisa. Bisa. Kkn januari gak menunda lulus juni. Insya allah.
Asal Allah ridho, itu cukup. Begitu kan?


-----------------

Purwokerto, 3 juni 2014

Jumat, 30 Mei 2014

Someday..
kita akan tiba pada suatu hari dimana kenangan menjadi duri dan mati, atau bisa jadi ia berubah menjadi film yang mengabadi dalam genggaman hati

kau pilih yang mana?
kalo aku sih yang kedua :)

-----------------------
purwokerto, penghujung mei
Pagi yang cerah ketika aku masih mampu membuka mata dan berucap hamdalah.
pagi yang cerah ketika nyanyian burung gereja dan kokok ayam saling bersahutan berdzikir kepadaNya.
hari ini, kutemui lagi pagi kesekian di rentang usia dua puluhan.
ada bahagia yang menyembul, semburatkan rona tawa
terimakasih Allah atas hari - hari yang kau titipkan, atas nafas yang masih berhembus, atas cinta dari orang - orang disekitar.

pagi ini cerah, senyum adalah hadiah

------------------
purwokerto, penghujung juni 2014

Rabu, 28 Mei 2014

Catatan setelah perjalanan

Catatan kecil ini kubuat setelah perjalanan panjang dua puluh satu tahun hidup yang mengagumkan, bepergian ke banyak tempat, bertemu orang-orang dengan berbagai bahasa, belajar banyak hal, menyimak setiap senti kehidupan dari berbagai sudut yang berbeda.

Catatan kecil ini kubuat sepulang dari pendakian gunung lawu. Dengan mata yang masih setengah mengantuk, kaki yang masih pegal dan jemari yang sakit karena beberapa kali terpaksa berpegang pada pepohonan di sepanjang jalur pendakian.

Catatan kecil ini kubuat diantara sayup angin lembut yang berhembus didepan perpustakaan kampus, ditemani sekotak susu favorit dan alunan instrumen mozart dan depapepe.

Apa kabar umi,abi?

Melalui catatan kecil ini aku ceritakan pada kalian betapa mengagumkannya hidup ini, betapa luasnya bumi ini, dan betapa beragamnya manusia yang hidup didalamnya.

Melalui catatan kecil ini, aku ingin tunjukkan pada kalian tentang semesta yang membawaku mengunjungi mimpi-mimpi yang aku percayai, pada tujuan besar dalam hidupku.

Melalui catatan kecil ini, aku ingin berterimakasih pada kalian dan padaNYA, karena aku terlahir dari rahim umi, dan besar dengan kasih sayang dan cinta yang tak terhingga dari abi selama dua puluh satu tahun terakhir dan bahkan mungkin selamanya.

Teruntuk umi dan abiku tersayang,

Terimakasih karena membiarkanku pergi, jauh dari rumah. Mengejar semua mimpi dan cita-citaku.

Terimakasih karena membiarkanku berkelana, melakukan perjalananku sendiri, merasakan kebebasan dan menikmati dunia. Meski aku tahu setiap kebebasan tidak pernah berarti benar-benar bebas, ada tanggung jawab dan amanah didalamnya dan aku siap mempertanggungjawabkan segala resikonya.

Terimakasih karena membiarkanku mengemasi barang, memanggul ransel dan berkelana untuk menghayati semua ciptaanNYA , menghayati setiap perjalanannya.. terkantuk-kantuk di gerbong kereta kelas ekonomi, atau terguncang di bis yang sedikit sesak oleh manusia, bercengkrama dengan adik kecil yang menggemaskan, atau pernah hampir mendapat perbuatan tak menyenangkan seseorang,.

Terimakasih karena membiarkanku pergi berburu matahari terbit di puncak gunung, menundukkan hati pada setiap langkah, merengkuh kedamaian dari bibir pantai, menikmati nyanyian ombak, menatap bulir-bulir padi yang menguning, dan menjemput burung gereja yang pulang ke sangkarnya

Terimakasih telah mengizinkanku mendaki... menikmati setiap tarikan nafas yang tersengal, kaki – kaki yang pegal, tangan yang menjadi merah dan penuh goresan, wajah yang berbedak debu dan kepulan tanah, tubuh yang menggigil hebat, dan tetiba limbung terjatuh karena menginjak akar pohon,, kepala yang terantuk ranting pohon menjuntai,

Umi abi.. Aku ingat, pertama kali meminta izin untuk mendaki, kalian langsung mengiyakan tanpa merasa perlu cemas terjadi sesuatu pada anak perempuannya, aku baru tahu kemudian alasannya, ternyata kalian menitipkanku pada Allah, dan tiada yang lebih hebat penjagaannya selain DIA bukan?

Pendakian kedua, ketiga dan keempat pun kalian menyetujuinya seperti biasa hingga aku sempat berfikir tak perlu minta izin saja. Namun urung ku lakukan karena aku tahu ridho Allah bergantung ridho orangtua. Ah.. pernah suatu ketika umi menanyakan apakah jalur pendakiannya pernah dilewati manusia atau buka jalur baru seperti di film-film yang tokohnya harus menebas satu persatu ilalang didepannya. Aku tertawa.. tentu saja tidak seperti itu umi

Perjalanan dan pendakian bagiku adalah salah satu bentuk pengabdian padaNya, seperti dikatakan idhan lubis,teman soe hok gie yang dijemput olehNya dipuncak mahameru.

Terimakasih karena mengantarkanku melihat dunia. Berjalan sejauh yang aku mau, berlari sekencang yang aku bisa, kelak jika tiba waktunya akupun akan membiarkan anakku melakukan itu.

Akan kubiarkan ia memilih jalan hidupnya sendiri, melintasi setiap sudut tempat indah nan eksotis di bumi, akan kubiarkan ia tersesat di antara orang dengan berbagai bahasa, atau sendiri dalam peron stasiun, terminal bus dan ruang tunggu bandara yang sepi. Seperti kalian yang mengizinkanku melakukannya.

Umi abi..

Perjalananku belum usai, masih banyak tempat dalam peta yang belum ku datangi, kaki ini masih sanggup berjalan berkilo kilo meter, pundak ini masih kuat memanggul ransel besar, dan duduk berjam-jam di kereta

Tapii sungguh aku telah menemukan tujuan hidupku, telah menemukan duniaku sendiri, yaitu menjadi anak yang semoga mampu mengantar kalian ke syurga, dan kelak menjadi ibu, dengan anakku sebagai pusat dunianya,

Setelah ini, aku akan kembali menuju rumahku yang sebenarnya, tempat segala damai bermuara. Aku akan pulang dan mengukir senyum bangga di wajah kalian, dengan jubah toga dan sebuah buku penuntas kewajibanku,

Juni dua ribu lima belas. Doakan ya.

Selamat menikmati hidup yang sungguh luarbiasa


“aku tak pernah berniat menaklukkan gunung, mendaki gunung adalah bagian dari pengabdian... pengabdianku kepada yang maha kuasa” 


–idhan lubis 10 maret 1969


Purwokerto, awal januari 2014 





Menjamu pagi, 
embun dan mentari
berlari diantara hari..

-------------

Purwokerto, 28 mei 2014

Kamis, 22 Mei 2014

Selama senja masih datang mengetuk pintu, jangan takut mimpimu berlalu. Waktu ada,untuk kau manfaatkan sebaiknya

Beliau.. Lelaki berwajah cahaya

repost from twitter : @zainabzaa

#1 Ada sesak yg ingin keluar, dan seketika tumpah setelah berbagi dgn nya. Getah bening ini mengalir bgt sj mendengar semua nasihat beliau

#2 Beliau dgn bahasa yg santun, dgn suara yg menyejukkan, seolah menghapus semua gelisah yg sejak lama bercokol di dada

#3 Beliau memberi sebentuk ruang penuh udara baru yg bisa kuhirup tanpa perlu takut udara itu kembali membuatku sesak

#4 Beliau dgn sabar mendengarkan semua ceritaku yg tumpah ruah, tanpa spasi titik dan koma

#5 Ada airmata yg menggenang disini. Tapi tentu saja tak mampu beliau melihatnya

#6 Mungkin hanya suaraku yg sedikit bergetar menahan buncah airmata, semata agar beliau merasa aku tidak apa-apa.
#7 Beliau dgn suara sejuk nya, memberi tau kemana jalan yg harus kulewati,tanpa memaksa, tanpa menjustifikasi

#8 Beliau menyingkapkan kabut yg menghalangi pandanganku dan mempersilakan aku memilih jalanku,keputusanku sendiri.

#9 Beliau yg pagi ini kudengar suaranya, terimakasih :')

#10 beliau, ayah nomer satu sedunia #abi ku satu satunya. Lelaki berwajah cahaya. Lelaki syurga, bisik senja padaku suatu ketika

#11 Beliau #abi yg tak tergantikan. Terimakasih telah memahamiku sama baiknya dgn #umi semoga selalu dlm lindunganNYA. -love u cause Allah



---------------------------------------------------------------------------

purwokerto, 22 Mei 2014
pagi yang sepi

Jumat, 16 Mei 2014

Surat untuk adik yang "istimewa"

mungkin cara kami mencintaimu salah, dik.. hingga kemudian kamu memutuskan pergi dan meninggalkan kami begitu saja, tanpa salam perpisahan, tanpa pelukan hangat, tanpa derai tawa..
mungkin cara kami menyayangimu ditangkap berbeda,dik.. hingga kau merasa disudutkan, tertekan atau apalah istilah yang kau sebut itu.

tapi sesungguhnya kami menyayangimu. kau dengan segala lebih dan kurangmu, baik dan burukmu.
kami mencintaimu. bahkan kami kelimpungan mencari kemana kau pergi,  tidur dimana, sudah makan kah, atau sedang bersama siapa kamu malam tadi?

kami mecarimu kesana kemari, dan ketika sudah ada secercah kabar barulah kami menghembuskan nafas lega, 

*semoga kamu baik-baik saja, dik.. *



_rumah cinta, pertengahan mei 2014

Sabtu, 10 Mei 2014

Alhamdulillah, bahagia itu kalo nelpon ortu bukan cuma minta uang,tp ngasih surprise kalo anaknya bisa pegang piala lg :')


Senin, 28 April 2014

"dan pada akhirnya.. yang terbaiklah yang hadir. 
karena Allah telah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik"


*menghabiskan senja bersama sahabat*
#uts_terakhir
#refreshing

Rabu, 02 April 2014

diam itu berarti meminimalkan berbicara
meminimalkan berbicara berarti meminimalkan kata yang keluar dari mulut kita
meminimalkan kata yang keluar dari mulut kita berarti meminimalkan dosa akibat perkataan yang menyakitkan

jadi diam membuatku (insyaallah) gak ngomong macem-macem dan gak bikin sakit hati orang lain sehingga mengurangi dosa akibat lisan

kadang jadi orang pendiam itu ada gunanya juga (eh?)

Jangan Terbalik

kenapa Allah masih memberikan mu kesempatan untuk hidup sampai saat ini ?

karena Allah mau kamu terus berusaha membuat sibuk malaikat dikanan dan membuat malaikat di kiri bersantai.
jangan terbalik.. 

teruslah berbuat baik dan bertaubat. hidup ini hanya persinggahan sementara
jangan terbalik..

kejarlah akhiratmu niscaya dunia dan seisinya kan mengikuti
jangan terbalik..


semoga khusnul khatimah. bahagia sampai disyurga.



purwokerto, awal april. mengeja mimpi. memutus rasa


Yang paling romantis dari pernikahan adalah saat Kau dan Dia bersujud bersama padaNya

adakah yang lebih indah dari ibadah bersama?
rasanya tidak


http://andiniwo. tumblr.com/

Rabu, 26 Maret 2014


“tiada yang lebih indah
selain fajar pertemuan mentari dan bintang
bak ombak menari bergulung di batas pantaimu
membasahi kaki dengan warna mimpi
merajut pasir dan hanyutkan sepi” 

― charismatic


Saya mau jadi kakak yang baik :)

Jadi seorang kakak. Sekarang saya baru bener-bener ngerti arti kalimat itu. Karena amanah sekarang menuntut saya untuk selalu ada untuk adik-adik di organisasi. Berat banget banget banget. Ditambah sekarang saya adalah angkatan tertua di organisasi itu. 
Tua? Denger kata itu jadi pengen ketawa sendiri. 
Soalnya dulu pas jadi maba saya juga suka ngejek kakak tingkat  dengan bilang “angkatan tua” dan sekarang baru tau rasanya dipanggil dengan kalimat itu. Hiks,, dan  jadi mikir bahwa sekarang tanggung jawab yang dipikul lebih berat lagi yaitu gimana menjaga adik-adik tercinta *halah* supaya aman, nyaman, dan bahagia dirumah baru ini. 

Waaaaa.... pengen teriak yang keras.

*gaya cool* Baiklah saatnya berubah *powerrangerkaliiii*

Maksudnya... ya sudah saatnya memposisikan diri sebaik mungkin.


Kaderisasi.
Berarti siap jadi kakak, teman, ibu, dan saudara bagi mereka

Berarti siap menjadi pendengar, pengamat, pemberi nasihat, dan tongsampah tempat mereka berkeluh kesah

Berarti siap selalu bergerak, stabil, dewasa, dan semakin dekaaaaat padaNya.

Ya... bismillah. Semoga Allah mudahkan amanah ini, tetap istiqomah, selalu ceria, semangat dan senyuuuuuum :)



tulisan lama. 16 februari 2014



Hujan sudah pulang, senja...

Sabtu, 22 Maret 2014

mengartikan senja

Aku selalu berpikir apa yang dipikirkan Tuhan ketika menciptakan senja.
Ia hadir sejenak membawa keindahan, untuk kemudian pergi menyisakan ketiadaan.
Apakah senja ada, untuk sekadar menjadi metafora—bahwa di muka bumi ini segala bentuk keindahan yang kita kagumi selalu fana? Bahwa dalam setiap kata hadir selalu terkandung janin perpisahan yang bisa lahir kapan saja tanpa pernah kita tahu persis waktunya?
Adakah yang tahu apa yang dimaksudkan Tuhan ketika menciptakan senja?
Kita menantinya, menikmati pesonanya, tapi pada akhirnya kita selalu terperangkap oleh gelap yang mengikutinya.
Aku tak pernah tahu pasti apa yang dipikirkan Tuhan ketika menciptakan senja.

Satu hal yang aku tahu, darinya aku belajar bahwa perpisahan—sedramatis apapun ia berlangsung—tak selamanya getir. Kadang ia berjalan begitu manis. Tapi perpisahan, semanis apapun ia berlangsung, selapang apapun hati kita menerimanya, tetap saja menyisakan kehampaan.
Sebab itu barangkali Jalaluddin Rumi menghibur mereka yang mengalami tragedi keterpisahan lewat potongan sajaknya. Keterpisahan ini, kata Rumi, hanyalah tipu daya waktu.

-------------------

by :azhar nurun ala

Kamis, 20 Maret 2014

hape (?)

rasanya lebih baik tidak punya hape saja deeh jika tiap jam selalu ada sms masuk. semua orang menuntut perhatian yang sama. sama rata. sama besar. sama tinggi. sama kaki *eh  ( segitiga kaliii)
dari membuka mata dipagi hari, bahkan tengah malam pun tak hentinya si benda mungil yang sering jatuh itu berdering
padahal saya bukan customer service yang siaga didepan telepon dua puluh empat jam. ah itupun mereka ada kerja shift. mungkin hanya delapan jam bekerja di depan telepon. lah saya? kenapa ini hape berdering terus??

itulah yang namanya pelayan ummat, sora. 
kamu seharusnya tahu itu. sejak pertama kali kau mengazzamkan dirimu di jalan ini..
kenapa masih mengeluh?

iya, aku mengeluh. maafkan. maafkan.. kali ini saja. hanya pada dinding bisu ini. tidak pada manusia.

------------------
sudahmalam. masih nugas. matatigawatt. #nikmati saja

Jumat, 14 Maret 2014

Blank

Mana yang kau pilih..
berada di tempat yang baru bersama seorang teman,
atau tetap di tempat yang lama namun sendiri?

ah. perasaan tersisih itu, pernahkah kau mengalaminya?

Kamis, 13 Maret 2014

putri senja

Putri senja merenung. terduduk di tepian pantai. menatapi ombak membiru. gaun coklatnya basah. ia tak peduli. matanya kosong menatap laut tanpa batas.
Didepan sana, burung-burung terbang rendah membentuk sebuah formasi terbang yang indah. seolah ingin menghibur gadis bermata kelabu
Namun putri senja tak bergeming. kini bukan hanya gaun coklatnya yang basah. hatinya ikut basah. matanya gerimis.sebentar lagi badai akan datang di pelataran mata itu. putri senja terpekur.kedua tangannya memeluk lutut.ia mendongakkan kepala. berharap gerimis itu tak membasahi bajunya. 
namun ia terlambat...butiran bening luruh dari kedua matanya yang sayu.
luruh menetes hingga dagu kemudian ke leher dan gaun coklatnya. 
putri senja tak mengeluh.tak bersuara. hanya airmata yang menetes perlahan. tak ada isak.padahal dadanya bergemuruh. sakit tak terkira. seperti tertusuk ribuan jarum. tak ada suara. semua gemuruh itu tertelan suara ombak

Pwt. wisma NR. kamar cinta

sumber gambar : google.com

Rabu, 12 Maret 2014

Aku Pernah

a k u  p e r n a h  d i a m - d i a m   m e n a n g i s.
a k u  p e r n a h  m e n a n g i s  d i a m - d i a m..
h a n y a  s e n j a  y a n g  p u c a t  t e r g u g u
i k u t  m e n a n g i s
k a r e n a  i a  m e m b e n c i  h a t i  y a n g  t e r s e d u...


purwokerto
wisma NR. kamar cinta

monolog sepotong hati

"kenapa tatapan matamu selalu kosong, sora?"
"ah, kau bercanda saja.."
"serius. aku selalu mendapatimu tengah melihat sesuatu namun sebenarnya kau sedang tidak memperhatikan itu. pikiranmu kosong.."
"tidak.. aku hanya sedang sering berfikir"
"haha.. berfikir? aku menyangsikan itu. hei  jujur sajalah. ada masalah apa?"
"kau ini, aku memang sedang sering berfikir. tapi entah kenapa tiba -tiba pikiran itu menghilang,lantas aku merasa sangat kosong. kau tau?  seperti gelas penuh berisi air yang tiba-tiba semua isinya  dituangkan keluar . tidak ada yang tersisa. dan aku.. kadang pikiranku terbang kesana-kemari."
"lucu sekali.. bagaimana mungkin pikiran bisa terbang kemana-mana. kecuali ia berimajinasi"
"aku tidak berimajinasi. aku hanya sering kehilangan kontrol atas pikiranku sendiri. "
"hmm.. kenapa bisa? kau sehat saja kan?"
"absolutley yes.. ada sesuatu yang aku tidak tahu.. sesuatu itu membuat satu sudut di kepalaku menjadi kosong. "
"sejujurnya, mengapa kamu memiliki tatapan kosong aku sudah bisa mencerna. tapi tentang pikiranmu yang tiba-tiba hilang? well hmmm aku tidak yakin dengan asumsiku :)"
"kadang ketika tiba-tiba aku merasa pikiranku hilang, secepat mungkin aku berusaha menepuk diriku sendirii untuk tetap sadar. seperti orang yang berusaha membangunkan seseorang yang pingsan.."
"mungkin kau perlu berlibur... sepertinya kau terlalu banyak berfikir"
"tidak.. justru aku merasa otakku ini baru aku gunakan nol koma sekian persen,"
"ah sudahlah aku tidak paham. lebih baik kau tanya hatimu. disana bermuara segala"
"hati.....?"

apa hatiku masih berfungsi?
apa hatiku masih mampu kutanyai ?
hati? mungkinkah ia telah rapuh atau bahkan sekarat. karena tak pernah ku rawat?
hati? ..


purwokerto
wisma nurrahmah.kamar cinta

Beranilah!

memang begitu lazimnya bukan? kau harus berpayah-payah atas apa yang kau inginkan. tidak ada yang instan, sayang. semua butuh perjuangan. pun dengan hidup, dengan kuliahmu, dengan impian-impianmu. orang yang selalu memperoleh sesuatu dengan instan itu tidak mengerti nikmat dari perjuangan. mereka tidak paham perasaan yang bernama kepuasan itu. dan mereka akan selalu dengan mudah melupakan apa yang telah mereka dapat.

maka, usahlah kau mengeluh dan merengek seperti anak kecil minta dibelikan permen. kau sudah dewasa, berdirilah dengan tegak, tatap cakrawala didepan sana dan kuatkan azzam mu. jadilah setegar karang, sayang..
karena hidup hanya sekali, beranilah...


*ditengah kecamuk segala tanya, masihkah aku mengingatNya? astaghfirullah..

----------------
wisma nurrahmah.kamar cinta

Sabtu, 15 Februari 2014

Puisi Pendaki

Pengembaraan yang tak terputus oleh waktu
jejak kaki yang menempel pada jarum jam
jarum yang tak menusuk namun tajam...

Pengembaraan hanyalah penggalan nyanyian sunyi
sayup bisikannya terbungkus kafan dedaunan
lepaskan semua igauan-igauan yang tersangkut di pepohonan

Barangkali daunpun hanya meratap... tanpa menatap
sebelum dipeluk dinginnya angin...
detik-detik jam membatasi usia...
meninggalkan getar bisik sang matahari

Pengembaraan kian mengabur di tengah hutan
yang dilepas oleh doa-doa perjumpaan...
syair-syair yang diucapkan oleh gulita malam
senantiasa menyajikan mimpi yang maha panjang

Dan.. kebersamaan yang hanya sepenggal
bukan berarti akhir persimpangan...
karena petualangan masih lagi panjang
meski usia kian usang termakan waktu...

Selama hutan masih bisa dijelajahi...
selama jejak kaki masih terukir di pegunungan
selama itu pula pengembaraan kita tetap ada
sahabat... kutunggu kau di tengah rimba...!





dari sebuah blog :goresanpenatinta. blogspot.com

aku pasti pulang

aku memang pergi jauh, mencari arti hidup
aku mengembara. berkelana. jauh dari rumah
aku menyusuri tubir pantai. mendaki puncak-puncak gunung. berlari ke hutan.
aku menghirup udara kebebasan, udara yang menghangatkan.

aku memang pergi jauh..

tapi aku tak pernah lupa untuk kembali, umi
aku punya rumah untuk pulang.
aku pasti pulang..

jangan takut, umi



"semuanya jadi rumit kalo pake perasaan. right?"

Senin, 10 Februari 2014

enim ascensorem

Menyederhanakan kata,
memperumit realita,
menghilangkan tanda tanya,
membiarkan mmmm... menggantung,
begitu saja.

Rindurindurinrasadurindurindu
bisa kau temukan sesuatu dibalik serbuan kata?

Yang cukup berani kusangkutkan di suatu senja,
ketika temaram matari mengisi frame jendela lantai tiga,
membuat indera mencumbu harum tubuhmu diam-diam.

Tidak usah bicara, walau sesekali ku ingin kau bertanya,
tidak untuk esok yang lanjut, tapi untuk sekarang,
hari ini.

dari sebuah blog : seorangsenja.blogspot.com..

Rabu, 05 Februari 2014

Allah 
aku rindu dipeluk cintaMu. 
Izinkan aku melukis rindu,
hingga membawaku menujuMu


Purwokerto,suatu ketika

Selasa, 04 Februari 2014

Semoga Hujan Datang (Lagi)


semoga hujan datang lagi di langitku
agar ku mampu membasuh kerontangnya jiwa 
menumpulkan berbutir ego 
memunguti ceceran resah
biar hujan membasuhnya dengan mesra
dengan belaian terhangat seirama detak
sambil lantunkan melodi rindu
pada debu ditepian waktu.
dengar...
usang tak memenjarakan
lebam tak menjatuhkan
selalu ada alasan untuk menyapa fajar
sebab hujan pun tak pernah lelah berbagi rahmatNya bukan?



: hujan lama tak bertandang dilangitku
Purwokerto, 4 februari 2014
kamar cinta, Wisma NR

Selasa, 28 Januari 2014

Edelweis

Amara, 
aku dan batangbatang edelweis sepanjang jalan yang terpilih
menyimpan doa yang terinjak tangis ranting kering
menghitung kata di setiap kelopak kecil edelweis yang putih
tanggalkan lukisan kertas tiga warna di kecipak air danau dalam hening



----------------
sumber : http://riniintama.wordpress.com/2012/08/07/edelweiss/

Kamis, 23 Januari 2014

essay? noooooo

kalo bikin puisi atau cerpen berlembar lembar mah hayu ajaaaa, dengan senang hati :)
tapi kalo  bikin makalah and essay tentang pergerakan, politik, analisis wilayah, dan teman-temannya itu?
aaaaaaaaaak mau muntah. bukan aku bangeeeet.
hiks,berhari-hari belum kelar juga.
tolooong, demi dm 2. demi dm2.
*tariknapas*


padahal aku belum pantes naik kelas
ilmu masih cetek gini
gak ada apa-apanya dibanding kader lain
*lah trus kenapa tetep nekat ikutan?*
ehm ini disuruh  tauuu

Bagaimanalah Aku Membahasakan rindu ini?

bagaimanalah aku  membahasakan rindu ini, ummi?
jika disetiap sujudmu, namaku tak pernah luput kau sebut
jika disetiap letih mu selalu berharap aku dalam keadaan baik 
jika disetiap makanan yang kau buat selalu kau selipkan doa

bagaimanalah aku membahasakan rindu ini, abi ?
jika disetiap jalan yang kau lalui untuk mencari nafkah, kau selalu berfikir hadiah kecil yang akan kau persembahkan untukku ketika pulang nanti
jika disetiap diam mu selalu ada cemas saat aku belum pulang kerumah 
jika disetiap uang yang kau kirimkan melalui mesin baja itu mimpi-mimpi dan doa melangit untukku.

agar aku sehat..
agar aku bahagia..
agar aku istiqomah dalam ketaatan..
agar aku selalu berada dalam jama'ah..

tidak, kalian tidak memintaku untuk lulus dengan cepat, 
atau segera menikah,
atau ikut dalam kerja  dakwah dengan cinta dan harmoni seperti mereka, 
tapi aku tahu, harapan itu diam-diam mereka rangkai, dan dipupuk..
hanya tak pernah terucap saja.. 

jadi, bagaimanalah aku membahasakan rindu ini?
Ratusan kilometer. Jarak dua pintu ini. Sekian bulan tak berteduh sejenak dipintu itu
Ah, ada rindu yang menusuk-nusuk
Perih..hampir tiap detik terbayang wajah hangat dua malaikat, yang bersinggasana di balik pintu itu
Rindu..
Aku rindu rumah
bagaimanalah aku membahasakan rindu ini,Ummi..abi..



5 jan 2013
aku segera pulang. segera. setelah ujian kenaikan marhalah
setelah naik gunung,
setelah beres nyusun proker
setelah kota itu tidak ada"genangan air lagi"
aku segera pulang :)

Mencintai

Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...

"MencintaiMu harus menjadi aku” 

--------------
by : Sapardi Djoko Damono

Selasa, 21 Januari 2014

jepaaaang bismillah

ya Allah
dalam tiap derai doaku, mimpi yang ini tak pernah lepas ku pinta..
bismillah,semoga engkau memudahkan ku untuk mewujudkan mimpi ini.
mudahkan,mudahkan,mudahkan ya Allah...
JEPANG.. wait me yaa.. Allahuakbar
*berkaca-kaca*

ya,siapin berkas-berkas, doa, infaq, QL, dhuha, dzikir ditambah lagi sampe tak terhitung jumlahnya. Allah hanya kepadamu hamba meminta dan berharap . Engkau kan maha baik ^_^



Senin, 20 Januari 2014

Kenangan

kau tau? Malam itu, dalam sebuah perjalanan ttg pengabdian pada sang maha kuasa, yg paling kuingat adalah ketika Berbaring diatas tanah kering dan berdebu, menyimak bintang juga dzikirnya binatang malam, merasakan titik embun yg menetes diujung rerumputan. Lantas menghirup dalam-dalam aroma kebebasan, kesunyian, dan melupakan sejenak semua tanya yg mendera. rebah, melepas lelah.
Pada satu titik sempat menyerah kalah, tapi bisik kecil menuntunku utk terus maju, "ayo harus sampai puncak" katanya.
Dan,itulah..
ketika kaki-kaki itu menjejak disana. Kenangan itu tetap tumbuh, selamanya.

-temanggung, mount sindoro dalam kenangan.. (12 oktoer 2013)


Cinta #4

yang ini spesial..
namanya : "cinta,kerja, harmoni"
semoga Allah memudahkan cinta yang keempat ini untuk membangun negara. #ayokitaperbaiki
:)

Cinta #3

tenang saja,, 
puncak akan selalu dekat dihati para pendaki yang selalu menundukkan kepala menyadari betapa kecil dirinya dibanding kuasa sang pencipta jagad raya.. (AY)



Puncak MOUNT LAWU   3265 mdpl

Cinta #2


Pantai. Ah sedari malam sebelum berangkat senyumku sudah mengembang begitusaja tanpa bisa ku cegah. Mendengar kata itu, aku seolah diterbangkan ke langit setinggi-tingginya. Wusssssh.. mengejutkan sekaligus menyenangkan.

Pantai. Hatiku terpaut disana. Aku mampu duduk berjam-jam tanpa melakukan aktivitas apapun disana. Hanya duduk, menikmati garis putih yang membentang. Jangan heran ya..
Pantai.. tempat dimana terdengar orkestra alam paling merdu yaitu nyanyian ombak,
 tempat sejuta tanya lebur menjadi tawa,
tempat sejuta penat terbang ke awan-awan
tempat sejuta harapan menggantung pada karang –karang
tempat sejuta sesak melesap jauh kedalam laut,
tempat yang mengizinkanku untuk jadi diriku sendiri. Tertawa, tersenyum, pun menangis..
tak ada yang mempermasalahkan bagaimana aku mengekspresikan perasaan disana.
Karena aku dan pantai berteman baik J

teluk penyu
11 januari 2014
With kathoza


Cinta #1


Aku mencintai laut, 
mencintai pantai, 
mencintai setiap desir angin yang menjelma debur ombak , 
mencintai karang-karang yang gagah, 
mencintai pasir ditepian, 
mencintai garis cakrawala yang tercipta diujung laut, 
mencintai hening yang menentramkan dari nyanyian ombak, 
mencintai cara ombak yang begitu sabar menuju pantai,
mencintai setiap senti kehidupan disana.
Aku mencintai laut..
Aku mencintai laut..

12 januari 2014

Minggu, 19 Januari 2014

pulang


Sebelum senja benar-benar berpulang
Aku memintamu datang
Akan kuceritakan tentang sebuah perjalanan
Awal dan akhir adalah kepastian
Pertengahan adalah keniscayaan
Jadi, mari bergenggaman
Ikutlah dalam perjalanan menuju akhir dibatas cakrawala
Kita pulang ke negeri cahaya




purwokerto, 1 januari 2014

kepada senja,  selamat berpulang semoga esok masih mampu membersamaimu

Featured post

Sandal

Akhirnya aku punya sandal.  Kupikir-pikir baru kali ini aku beli sandal semenjak menikah 6,5 tahun lalu.   Setahun di pulau seberang, kemana...